Padel for Hope 2026: Ubah Keringat Jadi Donasi Pasien Anak, Resmi dan Transparan

Padel for Hope 2026: Ubah Keringat Jadi Donasi Pasien Anak, Resmi dan Transparan
Foto: Padel for Hope 2026: Ubah Keringat Jadi Donasi Pasien Anak, Resmi dan Transparan. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Lebih dari 260 peserta turut berpartisipasi dalam turnamen Padel for Hope Vol. 2 di Jakarta, yang bertujuan menggalang dana bagi pasien anak. Dana yang terkumpul dialokasikan untuk pembangunan rumah singgah di Surabaya dan ruang tunggu keluarga di Lampung.

Kegiatan ini diinisiasi untuk mendukung keluarga pasien yang mengalami kesulitan biaya akomodasi selama perawatan medis di luar kota. Kini, lapangan olahraga bukan sekadar tempat berolahraga, tetapi juga menjadi ruang untuk menyalurkan harapan bagi keluarga pasien anak yang tengah berjuang melawan penyakit kronis.

Pada pekan lalu, lebih dari 260 peserta dari berbagai kalangan berpartisipasi dalam turnamen Padel for Hope Vol. 2 di KALMA Social Club, Jakarta. Di balik semangat kompetisi, acara ini memiliki misi kemanusiaan, yaitu membantu keluarga pasien anak yang membutuhkan akomodasi selama menjalani pengobatan.

Solidaritas untuk Keluarga Pasien Anak

Padel for Hope Vol. 2 berhasil menggalang dukungan bagi keluarga pasien anak. Dana yang dihimpun akan digunakan untuk mendirikan rumah singgah dan ruang tunggu keluarga.

Di Indonesia, banyak keluarga pasien anak menghadapi tantangan berat saat menjalani perawatan di rumah sakit rujukan. Data RS Kemenkes Surabaya menunjukkan bahwa mayoritas pasien anak berasal dari luar daerah, memerlukan perjalanan hingga 10 jam untuk mendapatkan pengobatan.

Biaya akomodasi yang tinggi memaksa beberapa keluarga untuk beristirahat di area rumah sakit atau pom bensin. Salah satu orang tua pasien, Elfridus, menyampaikan, โ€œYang paling berat bukan hanya soal biaya, tetapi juga rasa lelah dan kebingungan saat harus menjalani semuanya di kota yang jauh dari rumah.โ€

Bangun Rumah Singgah untuk Keluarga Pasien

Seluruh dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk membangun Rumah Singgah kelima dengan kapasitas 33 kamar di RS Kemenkes Surabaya. Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk pembangunan Ruang Tunggu Keluarga di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Lampung.

Fasilitas ini diharapkan menjadi tempat istirahat yang nyaman dan bebas biaya bagi keluarga pasien selama pengobatan. Caroline Djajadiningrat, Ketua Yayasan Ronald McDonald House Charities (RMHC), menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan usaha bersama untuk memberikan harapan kepada keluarga pasien.

Artikel terkait

Rekomendasi