Presiden Prabowo Subianto secara resmi memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan tegas ini diambil di tengah sorotan publik terkait tata kelola internal lembaga tersebut.
Tidak hanya kepala lembaga, dua wakilnya yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya juga ikut dicopot dari posisinya. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, telah mengonfirmasi perombakan struktural di pucuk pimpinan BGN ini.
Penyebab Utama Pencopotan Pimpinan BGN
Langkah drastis ini diduga kuat berkaitan dengan proyek pengadaan 25.000 unit sepeda motor listrik yang bernilai sangat fantastis. Total anggaran yang dialokasikan untuk pengadaan kendaraan operasional tersebut mencapai Rp2,4 triliun.
Berdasarkan data dari Inaproc, proyek ini terbagi menjadi dua paket besar yang masing-masing bernilai Rp1,22 triliun. Motor listrik yang dipilih adalah tipe Emmo JVX GT dengan harga per unit mencapai Rp49,95 juta.
Kontroversi Anggaran dan Infrastruktur
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan adanya ketidakberesan dalam proses persetujuan anggaran pengadaan motor listrik tersebut. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, bahkan mengaku merasa kecolongan atas munculnya pengadaan ini.
Pernyataan Menteri Keuangan terkait kebocoran sistem anggaran tersebut adalah sebagai berikut:
- Tahun lalu Kementerian Keuangan sebenarnya sudah menolak pengajuan pembelian motor untuk operasional BGN.
- Terjadi celah pada sistem atau software yang memungkinkan pengadaan tetap lolos meski sempat ditolak oleh otoritas keuangan.
- Pemerintah berkomitmen memperbaiki sistem agar celah anggaran serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
- Langkah efisiensi akan terus ditingkatkan untuk meminimalisir potensi kebocoran dana negara pada program-program lembaga.
Selain masalah anggaran, kesiapan purnajual kendaraan tersebut juga menjadi sorotan tajam. Hingga bulan April lalu, fasilitas diler dan bengkel resmi untuk merek motor tersebut di Jakarta dilaporkan belum siap sepenuhnya.
Fokus pada Program Makan Bergizi Gratis
Pemerintah berharap pergantian kepemimpinan ini dapat mengembalikan fokus Badan Gizi Nasional pada tugas utamanya. Salah satu prioritas besar yang harus dikawal adalah kelancaran program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berikut adalah beberapa poin penting terkait evaluasi dan arah baru Badan Gizi Nasional:
| Aspek Evaluasi | Status dan Tindakan |
|---|---|
| Struktur Pimpinan | Kepala dan dua Wakil Kepala resmi diganti oleh Presiden. |
| Proyek Bermasalah | Pengadaan 25.000 motor listrik senilai Rp2,4 triliun. |
| Masalah Teknis | Kesiapan bengkel dan layanan purnajual belum memadai. |
| Tujuan Utama | Perbaikan tata kelola anggaran dan kelancaran distribusi gizi. |
Tabel di atas merangkum poin-poin krusial yang melatarbelakangi perombakan besar di dalam tubuh Badan Gizi Nasional. Fokus utama saat ini adalah memastikan anggaran negara digunakan secara tepat sasaran demi kepentingan masyarakat luas.
Dengan adanya pimpinan baru, pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi hambatan birokrasi maupun polemik pengadaan barang yang mengganggu program nasional. Publik kini menanti langkah konkret lembaga ini dalam menjalankan mandat distribusi gizi secara transparan dan akuntabel.