Napoli Tumbang dan Hojlund Dikritik, Antonio Conte Pasang Badan Pasang Badan

Napoli Tumbang dan Hojlund Dikritik, Antonio Conte Pasang Badan Pasang Badan
Foto: Ilustrasi Napoli Tumbang dan Hojlund Dikritik, Antonio Conte Pasang Badan Pasang Badan.
Ukuran teks

Napoli terpaksa menelan pil pahit setelah dikalahkan Bologna dengan skor tipis 2-3 dalam pertandingan kandang pada Senin malam. Hasil mengecewakan di hadapan pendukung sendiri tersebut langsung memicu gelombang kritik yang tertuju pada Rasmus Hojlund.

Striker yang didatangkan dengan status pinjaman dari Manchester United ini kembali gagal mencatatkan namanya di papan skor. Mandulnya Hojlund kini meluas hingga enam pertandingan berturut-turut, tepat di saat Napoli sangat membutuhkan golnya pada periode krusial musim ini.

Kekalahan ini menjadi hambatan serius bagi ambisi Napoli untuk mengamankan posisi di empat besar klasemen Serie A. Absennya pemain kunci seperti Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku membuat lini serang tim asuhan Antonio Conte tampak kehilangan taring.

Napoli sebenarnya sempat tertinggal dua gol lebih dulu dari tim tamu sebelum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Harapan muncul kembali saat Giovanni Di Lorenzo dan Alisson Santos berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Namun, impian untuk membalikkan keadaan sirna di menit-menit akhir pertandingan akibat aksi spektakuler pemain lawan. Volea akrobatik yang dilepaskan Jonathan Rowe mengunci kemenangan dramatis Bologna di Stadio Maradona dan membuyarkan harapan tuan rumah.

Meskipun tekanan publik terhadap Hojlund semakin meningkat, Antonio Conte memilih jalan yang berbeda dengan tidak ikut menghujat. Pelatih berusia 55 tahun itu justru tampil sebagai pelindung utama sang penyerang muda melalui argumentasi yang sangat tegas.

Posisi Napoli saat ini memang sedang berada di ujung tanduk dalam perburuan tiket kualifikasi Liga Champions. Dengan hanya menyisakan dua pertandingan liga, setiap poin menjadi sangat berharga bagi tim berjuluk I Partenopei tersebut.

Jika menilik performa di lapangan malam itu, Hojlund sebenarnya tidak bermain terlalu mengecewakan bagi timnya. Ia berkontribusi memberikan assist keempatnya musim ini untuk gol Santos, yang membuktikan dirinya tetap terlibat aktif dalam alur serangan.

Pembelaan Tegas Conte untuk Sang Penyerang

Pernyataan Antonio Conte dalam konferensi pers pasca pertandingan :

  • Menekankan posisi Hojlund sebagai satu-satunya penyerang murni yang tersedia di dalam skuad Napoli saat ini.
  • Menyoroti kurangnya opsi rotasi yang membuat pemain asal Denmark tersebut harus terus bermain tanpa waktu istirahat yang cukup.
  • Menjelaskan peran kompleks Hojlund di lapangan, mulai dari menyerang kedalaman hingga bertugas menjaga penguasaan bola.
  • Mengingatkan publik bahwa usia sang pemain masih 23 tahun, sehingga ruang untuk berkembang masih sangat terbuka lebar.

Conte memberikan konteks yang sering kali diabaikan oleh para pengamat sepak bola dan pendukung tim yang kecewa. Baginya, menghakimi performa Hojlund hanya dari statistik gol tanpa melihat beban kerja sang pemain adalah sebuah ketidakadilan.

"Jangan lupa bahwa dia adalah satu-satunya striker yang kami miliki, dia selalu dipaksa bermain terus-menerus," ungkap Conte kepada DAZN. Ia menilai seharusnya ada momen bagi Hojlund untuk beristirahat agar bisa memberikan dampak lebih besar sebagai pemain pengganti.

Conte menambahkan bahwa meski Hojlund memiliki energi yang melimpah, tugas yang dipikulnya di lini depan sangatlah berat. Sang pelatih tidak meragukan sedikit pun kualitas pemain muda tersebut dan menegaskan dedikasinya untuk tim tidak perlu dipertanyakan.

Sepanjang musim ini, statistik Hojlund memang mencatatkan 10 gol dari total 31 penampilan di kompetisi liga. Angka tersebut diakui tidak terlalu spektakuler, namun Conte memiliki alasan logis di balik menurunnya ketajaman sang pemain belakangan ini.

Kurangnya rotasi di lini depan membuat tuntutan mencetak gol terus-menerus menjadi beban yang tidak realistis bagi pemain seusianya. Tanpa jeda istirahat yang ideal, kebugaran dan fokus seorang penyerang di depan gawang lawan tentu akan terpengaruh.

Agenda Penentu Nasib Napoli di Akhir Musim

Napoli kini benar-benar tidak memiliki ruang untuk melakukan kesalahan sekecil apa pun di sisa musim. Fokus utama tim sekarang tertuju pada dua laga pamungkas yang akan menjadi penentu masa depan mereka di kompetisi Eropa.

Berikut adalah jadwal dua pertandingan terakhir yang harus dihadapi Napoli :

Pertandingan Lawan Lokasi
Pekan ke-37 Pisa Laga Tandang
Pekan ke-38 Udinese Stadio Maradona (Kandang)

Tabel di atas menunjukkan bahwa Napoli harus menghadapi tantangan berat saat bertandang ke markas Pisa akhir pekan depan. Kemenangan menjadi harga mati jika mereka ingin tetap berada dalam persaingan memperebutkan posisi empat besar klasemen.

Setelah itu, musim mereka akan ditutup dengan menjamu Udinese di Stadio Maradona yang kemungkinan besar menjadi laga hidup-mati. Hasil akhir dari dua pertandingan ini akan menentukan apakah Napoli berhak tampil di Liga Champions musim depan atau tidak.

Conte harus bekerja ekstra keras untuk memperbaiki organisasi pertahanan setelah gawang mereka bobol tiga kali dalam satu laga. Kebobolan tiga gol di rumah sendiri merupakan sebuah anomali yang sangat berbahaya jika terulang kembali di laga krusial.

Sementara itu di sektor depan, beban serangan tampaknya akan tetap berada di pundak Rasmus Hojlund. Dengan keterbatasan pilihan pemain, Hojlund tetap menjadi tumpuan utama Conte untuk membobol gawang lawan di dua partai final tersebut.

Pelatih tetap pada pendiriannya bahwa Hojlund adalah aset berharga yang butuh dukungan, bukan sekadar kritik tajam tanpa solusi. Masa depan Napoli kini bergantung pada bagaimana tim merespons tekanan ini secara kolektif di sisa kompetisi.

Artikel terkait

Rekomendasi