Mitos Masangin Alun-alun Kidul: Rahasia Lewati Beringin Kembar yang Banyak Dicari 2026

Mitos Masangin Alun-alun Kidul: Rahasia Lewati Beringin Kembar yang Banyak Dicari 2026
Foto: Mitos Masangin Alun-alun Kidul: Rahasia Lewati Beringin Kembar yang Banyak Dicari 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Alun-alun Kidul Yogyakarta bukan sekadar tempat berkumpulnya aneka kuliner dan hiburan malam yang meriah. Lokasi ini menyimpan satu daya tarik utama yang sangat melegenda dan selalu ramai dikunjungi wisatawan, yaitu tradisi Masangin.

Masangin merupakan singkatan dari "Masuk di Antara Dua Beringin", sebuah tantangan unik bagi siapa saja yang berkunjung ke sana. Mitos yang berkembang menyebutkan bahwa siapa pun yang mampu berjalan lurus melewati dua pohon beringin kembar dengan mata tertutup, maka impian atau hajatnya akan segera terwujud.

Aktivitas Favorit Wisatawan di Malam Hari

Kegiatan Masangin telah menjadi denyut nadi wisata malam bagi masyarakat lokal maupun pelancong yang singgah di Kota Gudeg. Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (28/6/2026), puluhan orang terlihat antusias mencoba peruntungan mereka dalam sayembara tradisional ini.

Pak Jumadi, pria berusia 68 tahun yang sehari-hari memandu wisatawan melakukan Masangin, menjelaskan bahwa minat pengunjung tidak pernah surut. Menurut penuturannya, suasana di sekitar area pohon beringin justru akan semakin padat pengunjung saat malam semakin larut.

Berikut adalah beberapa poin menarik terkait prosedur dan aturan main dalam mencoba tradisi Masangin:

  • Wisatawan cukup merogoh kocek sebesar Rp 5.000 untuk menyewa kain penutup mata khusus.
  • Pemandu akan membantu mengarahkan posisi awal sebelum peserta mulai berjalan tanpa penglihatan.
  • Biasanya terdapat sekitar 5 orang yang mencoba tantangan secara bersamaan di area lapangan.
  • Peserta diberikan hingga tiga kali kesempatan untuk membuktikan ketulusan hati mereka dalam melewati rintangan tersebut.

Layanan penyewaan penutup mata ini memudahkan para pengunjung yang ingin merasakan sensasi Masangin tanpa perlu membawa perlengkapan sendiri. Keberadaan pemandu juga membantu menjaga ketertiban di tengah kerumunan wisatawan yang terus berdatangan.

Sejarah dan Makna di Balik Tradisi

Meskipun kini dikenal sebagai aktivitas hiburan, Masangin sebenarnya memiliki akar budaya yang sangat mendalam dari lingkungan Keraton. Dahulu kala, kegiatan ini merupakan bentuk ujian bagi calon Abdi Dalem untuk menguji ketulusan niat mereka dalam mengabdi kepada Sultan.

Pak Jumadi menambahkan bahwa keberhasilan melewati pohon beringin dianggap sebagai simbol bahwa hati orang tersebut bersih dan tulus. Jika seseorang berhasil melaluinya, dipercaya bahwa apa yang mereka cita-citakan akan dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa.

Ada beberapa fakta historis dan operasional menarik seputar pelestarian budaya Masangin di Alun-alun Kidul:

Aspek Informasi Keterangan Detail
Waktu Operasional Mulai pukul 15.00 WIB hingga tengah malam
Fungsi Masa Lalu Syarat seleksi ketulusan calon Abdi Dalem Keraton
Tokoh Pelestari Mbah Panggih (80), penyedia jasa sewa penutup mata senior
Tarif Sewa Rp 5.000 per orang

Informasi di atas merangkum bagaimana tradisi ini bertransformasi dari sebuah ujian pengabdian menjadi ikon wisata yang tetap menghormati nilai-nilai leluhur. Meski terlihat mudah, banyak peserta yang justru berjalan melenceng jauh dari tujuan utama mereka.

Pengalaman Unik Para Pengunjung

Banyak wisatawan membagikan pengalaman beragam saat mencoba tantangan ini, mulai dari yang berhasil sekali coba hingga yang harus berjuang berkali-kali. Salah satunya adalah Rosa, pengunjung berusia 30 tahun yang mengaku sukses melewatinya pada percobaan pertama.

Rosa bercerita bahwa ia tidak memikirkan keinginan apa pun dan membiarkan langkahnya mengalir begitu saja. Ia merasa seolah ada "tembok" yang mengarahkannya saat sudah mendekati area di antara kedua pohon beringin tersebut.

Kisah berbeda datang dari Apri, wisatawan asal Jakarta yang sempat gagal dua kali karena terus berjalan miring ke kiri dan kanan. Ia baru berhasil pada percobaan ketiga setelah mencoba untuk lebih tenang dan mengosongkan pikiran dari keraguan yang menyelimutinya.

Pengalaman ini menunjukkan bahwa Masangin bukan sekadar adu fisik, melainkan ujian konsentrasi dan ketenangan batin bagi setiap pelakunya. Jika Anda berencana berlibur ke Yogyakarta, mencoba Masangin tentu akan memberikan kenangan unik yang tidak terlupakan.

Artikel terkait

Rekomendasi