Manajer Arsenal, Mikel Arteta, membawa ambisi besar untuk menjadikan klubnya sebagai penguasa baru di kompetisi sepak bola Inggris dan Eropa. Ambisi tersebut berpotensi mulai terwujud melalui raihan dua gelar bergengsi sekaligus atau double winner pada musim ini.
Saat ini, Arsenal berada di posisi yang sangat menguntungkan untuk mengawinkan gelar Premier League dan Liga Champions. Fokus penuh kini tertuju pada sisa pertandingan krusial yang akan menentukan sejarah baru bagi klub asal London Utara tersebut.
Peluang Besar Mengakhiri Puasa Gelar
Di kancah domestik, Arsenal masih memegang kendali penuh dalam perburuan gelar juara Premier League dengan koleksi 79 poin dari 36 pertandingan. Mereka unggul dua poin atas rival terdekatnya, Manchester City, dan hanya perlu memenangkan sisa laga untuk juara.
Jika berhasil mempertahankan posisi puncak, ini akan menjadi trofi liga pertama mereka sejak terakhir kali meraihnya pada tahun 2004. Pencapaian ini tentu akan menjadi penantian panjang selama lebih dari dua dekade bagi para penggemar setia Meriam London.
Sementara itu di panggung Eropa, Arsenal justru lebih diunggulkan dibandingkan sang juara bertahan, Paris Saint-Germain. Performa stabil tanpa kekalahan sepanjang kompetisi membuat mereka berpeluang besar mengangkat trofi Liga Champions untuk pertama kalinya.
Keberhasilan di dua kompetisi ini akan menjadi pembuktian bagi Arteta setelah beberapa musim sebelumnya sering gagal di momen-momen kritis. Sejak memenangkan Piala FA tahun 2020, Arsenal memang sempat kesulitan meraih trofi bergengsi lainnya meski terus bersaing di papan atas.
Membangun Dominasi Berkelanjutan
Arteta meyakini bahwa kesuksesan musim ini barulah awal dari sebuah era kejayaan yang panjang. Ia ingin Arsenal kembali mendominasi seperti masa keemasan saat dipimpin oleh Arsene Wenger pada akhir era 90-an hingga awal 2000-an.
Beberapa faktor utama yang mendasari optimisme Mikel Arteta terhadap kebangkitan Arsenal antara lain:
- Konsistensi tim dalam mengumpulkan poin dan mencetak gol selama empat tahun terakhir.
- Mentalitas pantang menyerah meski sempat menjadi runner-up liga selama tiga musim berturut-turut sejak 2023.
- Peningkatan performa kolektif pemain yang kini jauh lebih matang dalam menghadapi tekanan besar.
- Hasrat besar seluruh anggota tim untuk segera mengakhiri penantian trofi mayor.
Arteta menegaskan bahwa perkembangan pesat yang ditunjukkan timnya harus segera membuahkan hasil berupa trofi nyata. Menurutnya, kegagalan di masa lalu justru menjadi bahan bakar bagi tim untuk tampil lebih kompetitif di liga yang sangat ketat.
"Kami harus menyelesaikan pekerjaan kami musim ini dalam beberapa hari ke depan karena peluang juara sudah di depan mata," ujar Arteta kepada Sky Sports. Arsenal dijadwalkan akan menjamu Burnley di Emirates Stadium pekan depan sebagai salah satu laga penentu.
Ringkasan Situasi Arsenal Musim Ini
Berikut adalah rangkuman data dan peluang gelar Arsenal di akhir musim 2025/2026:
| Kompetisi | Status Saat Ini | Target Utama |
|---|---|---|
| Premier League | Peringkat 1 (79 Poin) | Menyapu bersih sisa 2 laga |
| Liga Champions | Finalis / Unggulan | Meraih trofi pertama dalam sejarah |
| Piala FA | - | Trofi terakhir yang diraih (2020) |
Data di atas menunjukkan betapa krusialnya fase akhir musim ini bagi masa depan "dinasti" yang ingin dibangun oleh Arteta. Dukungan penuh dari publik Emirates Stadium diharapkan menjadi tenaga tambahan bagi para pemain untuk mengukir sejarah baru.