Menilik Vitalnya Bank Terapung di Pulau Tidung: Solusi Transaksi Aman yang Banyak Dicari Warga 2026

Menilik Vitalnya Bank Terapung di Pulau Tidung: Solusi Transaksi Aman yang Banyak Dicari Warga 2026
Foto: Menilik Vitalnya Bank Terapung di Pulau Tidung: Solusi Transaksi Aman yang Banyak Dicari Warga 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Datangnya bank terapung Bahtera Seva I dari BRI menjadi momen yang dinantikan oleh Moh Said dan para warga di Pulau Tidung. Kapal ini sangatlah diharapkan karena menjadi andalan utama untuk berbagai keperluan finansial mereka.

Moh Said yang telah lama menjadi nasabah BRI di Pulau Tidung merasa sangat terbantu dengan kehadiran kapal ini. Sejak mulai beroperasi pada 2015, Said menggunakan bank ini untuk berbagai keperluan tanpa harus ke Jakarta.

"Saya jadi nasabah dari awal. Tidak perlu lagi ke Jakarta. Mau ganti kartu atau buat BRImo, mudah di sini. Kalau kartu ATM mati, bisa diurus langsung di kapal, daripada harus menyeberang ke Jakarta," tutur Moh Said, Kamis (4/6).

Sebelum adanya kapal ini, Said sering bolak-balik ke Jakarta untuk menabung. "Dulu harus nyebrang, tapi belum sering karena keterbatasan uang. Sekarang dengan adanya bank ini, jadi lebih lancar dan sangat membantu," katanya dengan wajah berseri.

Kehadiran bank ini memudahkan Said untuk menyimpan uang tabungan masyarakat yang dititipkan kepadanya. Uang tersebut biasanya dikumpulkan untuk dicairkan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Istri saya sering mengumpulkan uang tabungan masyarakat yang ingin menabung. Tabungan ini akan dibagikan saat Lebaran, sudah berjalan lima tahun. Orang-orang percaya," ungkap Said.

Said mengharapkan Bahtera Seva I terus beroperasi di Pulau Tidung. Dalam seminggu, menurutnya, rata-rata ia menyetorkan tabungan warga hingga Rp 40 juta.

"Kami selalu menunggunya. Biasanya dalam seminggu bisa menyetor sampai Rp 40 juta, kalau tidak ada yang mengambil. Kalau tidak datang, bisa bermasalah," ujarnya.

Menurut Said, bank terapung ini harus terus ada karena menghindari biaya tambahan hanya untuk menabung. "Kalau kapal BRI tidak ada, pusing juga. Perlu biaya tambahan ke darat dan itu rumit," ujar Said sembari tertawa kecil.

Hal yang sama disampaikan oleh Heru, warga lain yang juga merasakan manfaat dari Bahtera Seva I. Heru mengatakan, "Saya menabung di kapal karena saya berdagang dan sering melakukan transfer uang melalui bank. Ini sangat membantu, saya tidak harus menyeberang dan menghindari bayar cash."

Heru berharap BRI bisa membuka cabang di Pulau Tidung. Namun, jika belum, kehadiran Bahtera Seva I sangat membantu urusan perbankan sehari-hari. "Manfaatnya besar sekali. Harapannya BRI bisa mendirikan kantor di sini," jelas Heru.

Detikcom juga menyaksikan bagaimana warga Pulau Tidung sangat mengandalkan kehadiran bank terapung ini. Pada hari itu, banyak warga yang datang untuk menabung, mengajukan kredit usaha, atau memeriksa Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Indonesia Pintar (PIP).

"Pak, mau ngecek ini. Mau lihat isinya," pinta beberapa warga pada petugas keamanan BRI.

Akses Keuangan untuk Warga Kepulauan

Teras Kapal BRI Bahtera Seva I diluncurkan pada 2015 berfungsi melayani warga di Kepulauan Seribu DKI. Fasilitasnya menyerupai bank di daratan, lengkap dengan teller, layanan konsumen, keamanan, dan mesin ATM.

Bahtera Seva I merupakan komitmen BRI dalam membuka akses layanan keuangan di wilayah geografis sulit dijangkau seperti kepulauan. Kapal ini beroperasi dari Senin hingga Jumat, dengan rute mulai dari Kali Adem, Jakarta Utara.

Kateras Kapal BRI Bahtera Seva I, Algi Meza, menjelaskan bahwa bank terapung ini menawarkan berbagai layanan perbankan bagi masyarakat Kepulauan Seribu, termasuk setor tunai, tarik tunai, serta penyaluran PKH dan PIP.

"Bagi mereka yang sulit menjangkau layanan perbankan di kota, kami hadir langsung ke sini," kata Algi.

Jam operasional bank ini sama dengan bank daratan, dari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB untuk teller, dan hingga 16.00 WIB untuk layanan konsumen. "ATM kami beroperasi 24 jam," tambah Algi.

Artikel terkait

Rekomendasi