Kekecewaan mendalam masih dirasakan oleh bek Arsenal, Riccardo Calafiori, setelah Timnas Italia dipastikan absen di Piala Dunia 2026. Pemain bertahan andalan Gli Azzurri ini mengaku tidak sanggup menyaksikan turnamen bergengsi tersebut karena luka kegagalan yang masih membekas.
Calafiori merupakan salah satu pemain yang tampil penuh saat Italia disingkirkan oleh Bosnia pada babak playoff kualifikasi. Kekalahan dramatis dua bulan lalu itu memastikan Italia gagal melaju ke putaran final untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Kegagalan Menyakitkan di Babak Playoff
Nasib buruk Italia bermula saat Alessandro Bastoni menerima kartu merah di akhir babak pertama yang membuat tim bermain dengan sepuluh orang. Meski sempat unggul, Bosnia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-80.
Skor imbang ini terus bertahan hingga babak perpanjangan waktu selesai sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti. Italia akhirnya harus menyerah dengan skor 4-1 dalam babak tos-tosan tersebut.
Rangkuman momen krusial yang menyebabkan kegagalan Italia melaju ke Piala Dunia 2026:
- Kartu merah Alessandro Bastoni yang memaksa Italia bermain dengan 10 orang sejak akhir babak pertama.
- Gol balasan Bosnia pada menit ke-80 yang memupus keunggulan awal Italia.
- Skor imbang 1-1 yang bertahan hingga 120 menit waktu pertandingan berakhir.
- Kekalahan telak 4-1 dalam drama adu penalti di hadapan pendukung lawan.
Daftar di atas menunjukkan betapa beratnya perjuangan Gli Azzurri yang berakhir dengan hasil mengecewakan bagi seluruh tim dan pendukung.
Trauma Calafiori Menjelang Turnamen
Menjelang pembukaan Piala Dunia 2026 dalam dua pekan ke depan, Calafiori mengungkapkan perasaannya kepada media Italia. Ia menyatakan bahwa menonton pertandingan di turnamen tersebut akan terasa sangat menyakitkan baginya.
Kepada La Repubblica dan Cronache di spogliatoio, ia menyebut kegagalan kualifikasi ini merupakan tantangan mental yang sangat sulit dihadapi. Meskipun sibuk membela Arsenal di level klub, bayang-bayang kegagalan tersebut tetap menghantuinya.
Berikut adalah ringkasan pernyataan Riccardo Calafiori mengenai kegagalan Timnas Italia:
| Aspek | Pernyataan Calafiori |
|---|---|
| Rencana Menonton | Memilih untuk tidak menonton pertandingan Piala Dunia 2026 karena terlalu menyakitkan. |
| Proses Pemulihan | Bermain secara reguler di Arsenal cukup membantu mengalihkan pikiran dari kegagalan. |
| Analisis Pertandingan | Mengaku tidak pernah mau menonton ulang rekaman pertandingan melawan Bosnia. |
| Harapan Masa Depan | Berharap pengalaman pahit ini bisa memberikan pelajaran berharga bagi tim di masa depan. |
Tabel ini merangkum sikap emosional Calafiori yang masih berusaha bangkit dari keterpurukan setelah gagal membawa negaranya ke panggung dunia.
Calafiori juga mengenang bagaimana timnya sempat memiliki harapan besar saat memimpin pertandingan di lapangan yang sulit. Namun, hasil akhir yang tidak sesuai harapan membuatnya merasa pertandingan tersebut seharusnya bisa mereka menangkan.
Hingga saat ini, pesepakbola berusia 24 tahun tersebut masih belum tahu bagaimana cara mengubah kegagalan ini menjadi motivasi. Namun, ia tetap berharap ada hikmah positif yang bisa diambil oleh skuad Italia ke depannya.