Mengejutkan, Persik Alami Musim Terburuk di BRI Super League 2025/2026

Mengejutkan, Persik Alami Musim Terburuk di BRI Super League 2025/2026
Foto: Mengejutkan, Persik Alami Musim Terburuk di BRI Super League 2025/2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Musim 2025/2026 menjadi periode terburuk bagi Persik Kediri selama lima edisi terakhir di BRI Super League. Statistik mengungkap rekor kekalahan tertinggi dan defisit gol yang mencapai dua digit. Persik mencetak 42 gol namun kebobolan hingga 61 gol, mengakibatkan defisit 19 gol.

Persik menyelesaikan musim tersebut di posisi ke-12 dengan 39 poin. Dari 34 pertandingan, tim ini mampu meraih 11 kemenangan, 6 kali imbang, dan menelan 17 kekalahan. Posisi tersebut menunjukkan penurunan performa dibandingkan musim-musim sebelumnya.

Pada musim 2021/2022, Persik masih berada di peringkat ke-11 dengan hasil 9 kemenangan, 12 seri, dan 13 kekalahan. Meski tidak jauh berbeda, saat itu defisit gol Persik hanya 6 gol, menunjukkan pertahanan yang lebih baik.

Prestasi Terbaik di Musim 2022/2023:

Musim 2022/2023 menjadi puncak bagi Persik Kediri dalam lima musim terakhir dengan mencapai posisi kesembilan. Persik berhasil memenangkan 13 pertandingan, meraih 9 kali imbang, dan kalah dalam 12 laga. Flavio Silva turut berperan penting dengan sumbangan 25 gol yang membantu Persik mencatat agregat gol positif, lebih satu gol.

Pada musim 2023/2024, perubahan penting terjadi saat Arthur Irawan mengakuisisi mayoritas saham klub dari PSS Sleman. Dampaknya, meski posisi di klasemen tak berubah, Persik mengakhiri musim dengan poin total 44.

Perjuangan bertahan terus berlanjut dalam dua musim terakhir. Persik berkali-kali berada di posisi ke-12, berusaha lepas dari ancaman degradasi. Pada musim 2024/2025, mereka kehilangan pemain kunci pencetak gol seperti pemain Portugal yang pindah ke Persebaya, berdampak pada menurunnya produktivitas gol mereka.

Hasil total yang diperoleh turun menjadi 41 poin dengan 10 kemenangan, 11 hasil imbang, dan 13 kekalahan. Meski jumlah kebobolan turun, dengan defisit hanya dua gol, kekalahan tersebut tetap membuat tim harus berupaya keras untuk bangkit di musim berikutnya.

Artikel terkait

Rekomendasi