Mikel Arteta akhirnya berhasil membawa Arsenal merengkuh takhta juara Liga Inggris musim ini. Keberhasilan tersebut mengakhiri penantian panjang para pendukung The Gunners selama 22 tahun.
Kepastian gelar juara ini didapatkan setelah Manchester City ditahan imbang 1-1 oleh Bournemouth pada pekan ke-37, Rabu (20/5). Hasil tersebut membuat perolehan 82 poin milik Arsenal tidak mungkin lagi terkejar oleh City yang tertahan di angka 78 dengan satu laga tersisa.
Dua Tantangan Berat di Tengah Musim
Meski berakhir dengan perayaan, Mikel Arteta mengakui bahwa perjalanan menuju juara tidaklah mulus. Manajer asal Spanyol itu sempat merasa ragu apakah timnya mampu bertahan di puncak klasemen hingga akhir musim.
Dalam wawancaranya dengan Sky Sports, Arteta mengungkapkan ada dua periode krusial yang membuatnya merasa cemas. Keraguan tersebut muncul akibat badai cedera yang menghantam skuad Meriam London pada waktu-waktu penting.
Berikut adalah dua momen yang sempat membuat Mikel Arteta merasa pesimistis :
- Periode Sebelum Natal: Saat itu, lini serang Arsenal dilanda banyak cedera yang mengancam ketajaman tim.
- Jeda Internasional Maret: Arteta khawatir karena banyak pemain yang harus absen lebih lama dari perkiraan awal akibat cedera saat membela negara.
Kekhawatiran Arteta didasarkan pada jadwal kompetisi yang sangat padat di akhir musim. Ia menekankan bahwa sebuah tim tidak bisa hanya mengandalkan beberapa pemain saja saat harus bertanding setiap tiga hari sekali.
Kebangkitan dari Keterpurukan
Kekhawatiran Arteta sempat terbukti ketika performa tim menurun pasca jeda internasional bulan Maret. Arsenal harus menelan kekalahan pahit saat menghadapi Bournemouth dan pesaing terdekat mereka, Manchester City.
Momen kekalahan di kandang saat melawan Bournemouth menjadi titik balik emosional bagi sang manajer. Ia mengaku harus memutar otak untuk menemukan cara yang tepat dalam memotivasi para pemainnya kembali.
Ringkasan perbandingan poin Arsenal dan pesaingnya menuju gelar juara :
| Posisi | Klub | Main | Poin |
|---|---|---|---|
| 1 | Arsenal (Juara) | 37 | 82 |
| 2 | Manchester City | 37 | 78 |
Tabel di atas menunjukkan keunggulan empat poin Arsenal yang sudah tidak mungkin dikejar di laga pamungkas. Kemenangan ini sekaligus mematahkan dominasi Manchester City dalam beberapa musim terakhir.
Arteta menjelaskan bahwa kunci keberhasilannya adalah membangun kembali koneksi dan kepercayaan diri pemain. Ia berusaha memastikan setiap pemain merasa sebagai bagian dari tim terbaik di dunia demi menyalurkan energi positif di lapangan.
Kini, Arsenal siap menutup musim dengan kepala tegak sebagai juara baru Liga Inggris. Trofi ini merupakan yang pertama bagi klub sejak terakhir kali meraihnya pada musim legendaris 2003/2004.