Insiden kecelakaan laut menimpa Kapal Berkah Kembar di perairan Pulau Seraya, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu sore, 6 Juni 2026. Peristiwa ini sempat memicu kekhawatiran karena tim penyelamat tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban di lokasi kejadian.
Tim SAR gabungan yang tiba di lokasi hanya mendapati kapal jenis open deck tersebut dalam kondisi kosong. Upaya pencarian intensif pun langsung dilakukan hingga malam hari untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk bagi para awak dan penumpang.
Kronologi Penyelamatan Mandiri yang Dramatis
Misteri hilangnya orang-orang di atas kapal tersebut akhirnya terungkap pada Minggu, 7 Juni 2026. Ternyata, nakhoda dan satu orang penumpang di dalamnya berhasil menyelamatkan diri secara mandiri sebelum bantuan tiba.
Identitas kedua orang yang selamat tersebut dikonfirmasi oleh pihak kepolisian setempat. Hal ini mementahkan kekhawatiran awal mengenai adanya korban jiwa dalam musibah tersebut.
Daftar identitas korban selamat dalam kecelakaan kapal tersebut:
- Rinaldi: Bertugas sebagai nakhoda atau pengemudi kapal Berkah Kembar.
- Akob Gurgenovich Ter-Saakian: Seorang wisatawan asal Rusia yang menjadi satu-satunya penumpang.
Kedua orang ini diketahui memiliki kemampuan berenang yang sangat baik. Hal tersebut menjadi kunci utama mereka dapat bertahan hidup di tengah kondisi laut yang tidak menentu.
Aksi Heroik Berenang ke Daratan
Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Kasatpolairud) Polres Manggarai Barat, Iptu Leonardo Marpaung, memberikan keterangan resmi terkait kondisi para korban. Ia membenarkan bahwa salah satu korban merupakan warga negara asing asal Rusia.
Leonardo menjelaskan bahwa saat kapal mulai tenggelam, keduanya tidak menunggu bantuan datang di tengah laut. Mereka justru berinisiatif untuk langsung terjun ke air demi menyelamatkan nyawa masing-masing.
Berikut adalah ringkasan informasi terkait insiden Kapal Berkah Kembar:
| Aspek Informasi | Detail Kejadian |
|---|---|
| Waktu Kejadian | Sabtu sore, 6 Juni 2026 |
| Lokasi Perairan | Sekitar Pulau Seraya, Labuan Bajo |
| Rute Kapal | Dari Ketentang menuju Pulau Seraya Kecil |
| Kondisi Korban | Selamat setelah berenang ke daratan |
Tabel di atas merangkum fakta utama mengenai kecelakaan laut yang dialami oleh Kapal Berkah Kembar. Meskipun penyebab pasti kecelakaan belum diketahui, keberanian nakhoda dan penumpang menjadi sorotan utama dalam peristiwa ini.
Iptu Leonardo memuji ketangguhan keduanya yang mampu menerjang ombak hingga mencapai daratan terdekat secara mandiri. "Ternyata mereka berdua jago berenangnya," ungkap Leonardo saat memberikan keterangan kepada media.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait penyebab tenggelamnya kapal tersebut. Beruntung, insiden di destinasi wisata populer ini berakhir dengan selamat tanpa menimbulkan korban jiwa.