Mengejutkan, Horor Bukayo Saka di Final Liga Champions 2026 Jadi Sorotan Utama

Mengejutkan, Horor Bukayo Saka di Final Liga Champions 2026 Jadi Sorotan Utama
Foto: Mengejutkan, Horor Bukayo Saka di Final Liga Champions 2026 Jadi Sorotan Utama. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Performa Bukayo Saka pada pertandingan final Liga Champions antara PSG melawan Arsenal menjadi sorotan tajam. Winger andalan The Gunners tersebut tampil jauh di bawah ekspektasi dan hampir tidak memberikan kontribusi berarti di lini serang.

Laga yang digelar di Puskas Arena, Hungaria, pada Sabtu (30/5) malam WIB tersebut berakhir tragis bagi Arsenal. Setelah bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan, PSG akhirnya keluar sebagai juara melalui drama adu penalti dengan skor 4-3.

Statistik Buruk Bukayo Saka di Final

Bukayo Saka dipercaya tampil sejak menit awal sebelum akhirnya ditarik keluar dan digantikan oleh Noni Madueke pada menit ke-83. Namun, selama berada di lapangan, kontribusi pemain timnas Inggris ini dinilai sangat minim bagi serangan tim.

Data menunjukkan bahwa Saka hanya berhasil mencatatkan empat umpan sukses sepanjang penampilannya. Angka ini tergolong sangat rendah bagi pemain kunci yang biasanya menjadi motor serangan Arsenal.

Berikut adalah rangkuman statistik performa Bukayo Saka di laga final:

  • Jumlah umpan sukses hanya mencapai 4 kali selama 83 menit.
  • Tidak mencatatkan satu pun kreasi peluang atau 0 peluang tercipta.
  • Gagal melakukan dribel sukses atau 0 take-ons sepanjang laga.
  • Tidak melepaskan satu pun tembakan ke gawang maupun tembakan meleset.
  • Mendapatkan kartu kuning setelah melakukan empat kali pelanggaran.

Statistik di atas menggambarkan betapa sulitnya Saka menembus pertahanan PSG yang tampil sangat disiplin. Ia tampak lebih banyak berkutat dengan tugas bertahan daripada membantu skema penyerangan timnya.

Strategi Bertahan yang Membatasi Kreativitas

Arsenal sebenarnya sempat unggul cepat lewat gol Kai Havertz di menit keenam, namun situasi ini membuat gaya permainan mereka berubah. Pasukan Mikel Arteta memilih untuk menerapkan taktik bertahan total atau "parkir bus" guna mempertahankan keunggulan.

Akibatnya, Bukayo Saka dan Leandro Trossard harus turun jauh ke belakang untuk membantu pertahanan. Saka difokuskan untuk membantu Mosquera dalam meredam agresivitas Khvicha Kvaratskhelia dan Nuno Mendes di sisi sayap.

Berikut adalah ringkasan kontribusi Saka dari aspek pertahanan dan rating pertandingan:

Kategori Statistik Jumlah / Nilai
Tekel Sukses 1 Kali
Duel Udara Menang 3 dari 3 (100%)
Pelanggaran 4 Kali
Kartu Kuning 1 Kartu
Rating SofaScore 6,1

Berdasarkan data performa tersebut, SofaScore memberikan rating rendah yakni 6,1 kepada Bukayo Saka. Nilai ini menjadikannya salah satu pemain dengan performa terburuk di laga final bersama bek sayap Mosquera.

Secara keseluruhan, torehan Saka di Liga Champions musim ini juga mengalami penurunan produktivitas. Ia hanya mampu mengemas tiga gol dan satu assist dari 11 pertandingan, angka terendah jika dibandingkan dengan dua musim sebelumnya.

Artikel terkait

Rekomendasi