Mengejutkan, Begini Kondisi Honda PCX 160 Usai 39 Ribu Km: Mesin Tetap Halus Tanpa Gredek 2026

Mengejutkan, Begini Kondisi Honda PCX 160 Usai 39 Ribu Km: Mesin Tetap Halus Tanpa Gredek 2026
Foto: Mengejutkan, Begini Kondisi Honda PCX 160 Usai 39 Ribu Km: Mesin Tetap Halus Tanpa Gredek 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Honda PCX 160 sering kali menjadi andalan bagi pengendara yang membutuhkan kendaraan tangguh untuk aktivitas harian maupun perjalanan jarak jauh. Namun, banyak yang penasaran bagaimana kondisi motor ini setelah menempuh jarak puluhan ribu kilometer dengan penggunaan yang cukup berat.

Baru-baru ini, sebuah unit tes Honda PCX 160 tipe CBS berwarna Hitam Dof keluaran tahun 2022 diuji kembali setelah menempuh jarak 39.000 kilometer dalam waktu 2,5 tahun. Melansir dari kanal YouTube Otomotif TV, pengujian yang dilakukan di rute Yogyakarta ini menunjukkan hasil yang menarik sekaligus kontras antara kondisi fisik dan performa mesinnya.

Kondisi Bodi yang Mulai Termakan Usia

Salah satu tantangan terbesar memiliki motor dengan warna Hitam Dof atau matte adalah perawatannya yang cukup sulit. Tanpa proteksi ekstra, warna ini cenderung lebih cepat terlihat kusam dan menunjukkan tanda-tanda penuaan akibat cuaca dan pemakaian harian.

Penguji menyebutkan bahwa tampilan motor tersebut kini tampak kurang segar atau "bladus" dengan banyak bekas goresan di sekujur bodi. Luka pemakaian terlihat nyata pada area pijakan kaki akibat gesekan barang bawaan, serta mika spidometer yang mulai dipenuhi baret halus.

Selain faktor usia, unit tersebut juga menunjukkan tanda-tanda pernah mengalami benturan yang cukup keras di sisi kanan. Hal ini menyebabkan beberapa bagian bodi tampak retak dan pecah, mempertegas kesan bahwa motor ini telah melewati masa pakai yang cukup ekstrem.

Beberapa komponen detail lainnya juga tidak luput dari keausan seiring berjalannya waktu. Berikut adalah beberapa poin kerusakan fisik yang ditemukan pada unit Honda PCX 160 tersebut:

Daftar kerusakan kosmetik akibat pemakaian ekstrem:

  • Warna bodi hitam dof yang menjadi kusam dan penuh baret.
  • Mika panel instrumen atau spidometer mengalami baret-baret halus.
  • Karet handgrip yang sudah menumpuk kotoran dan terasa tidak nyaman.
  • Kulit jok motor yang mulai retak dan jahitan yang terlepas di beberapa titik.
  • Cat pada bagian suspensi depan yang sudah mulai mengelupas atau ngelotok.

Kerusakan-kerusakan ini sebenarnya wajar terjadi pada motor yang digunakan secara intensif tanpa perawatan estetika yang rutin. Meskipun tampilannya sudah tidak lagi menawan, kondisi ini ternyata berbanding terbalik dengan kualitas mesinnya.

Performa Mesin yang Tetap Halus dan Irit

Di balik tampilan fisiknya yang terlihat "lelah", sektor dapur pacu 157 cc eSP+ milik PCX 160 ini justru memberikan kejutan positif. Mesin tetap bekerja secara optimal berkat kedisiplinan pemiliknya dalam melakukan servis rutin, termasuk penggantian oli setiap 6.000 km.

Penguji mengungkapkan bahwa performa mesin masih terasa sangat bertenaga dan minim getaran meski sudah menyentuh angka 39.000 km. Masalah klasik "gredek" pada area CVT yang sering dikeluhkan pengguna skutik Honda pun tidak ditemukan sama sekali pada unit ini.

Efisiensi bahan bakarnya juga tergolong sangat impresif untuk ukuran mesin 160 cc yang sudah berusia lebih dari dua tahun. Saat digunakan untuk touring, motor ini sanggup mencatatkan angka konsumsi bahan bakar di kisaran 1:45 hingga 1:50 kilometer per liter.

Anomali Suspensi yang Semakin Nyaman

Temuan yang paling unik dalam pengujian ini berkaitan dengan sektor kenyamanan berkendara, khususnya pada bagian suspensi belakang. Pada kondisi baru, banyak pengguna mengeluhkan bantingan PCX 160 yang terasa keras atau sering mengalami gejala "jeduk".

Namun, setelah digunakan hingga puluhan ribu kilometer, karakter suspensinya justru berubah menjadi jauh lebih empuk dan nyaman. Keluhan bantingan keras yang dulu sering memicu sakit pinggang dilaporkan berkurang secara signifikan seiring bertambahnya usia pakai.

Fenomena ini kemungkinan besar terjadi karena komponen per suspensi sudah melewati masa break-in yang maksimal. Selain itu, perubahan viskositas oli sokbreker yang menjadi lebih encer seiring waktu juga membuat redaman terasa lebih toleran terhadap jalanan rusak.

Bagi Anda yang berencana mencari unit bekasnya, data berikut bisa menjadi pertimbangan mengenai kondisi jangka panjang Honda PCX 160.

Ringkasan kondisi Honda PCX 160 setelah 39.000 KM:

Aspek Penilaian Kondisi Setelah 2,5 Tahun
Warna Bodi Kusam dan mudah baret (tipe Matte Black)
Mesin (eSP+) Sangat halus, bertenaga, dan bebas gredek
Konsumsi BBM Sangat efisien (sekitar 45-50 km/liter)
Suspensi Belakang Semakin empuk dan minim gejala jeduk
Detail Aksesori Handgrip kotor, jok retak, cat suspensi depan ngelotok

Data di atas menunjukkan bahwa Honda PCX 160 memiliki ketahanan mesin yang sangat baik asalkan dirawat dengan benar. Namun, sektor estetika dan kualitas cat pada bagian tertentu memerlukan perhatian lebih agar tetap sedap dipandang mata.

Kesimpulannya, jika Anda tertarik membeli unit bekasnya, pastikan untuk memeriksa riwayat servis mesin secara mendalam. Mengenai bodi yang kusam, Anda bisa mengalokasikan dana tambahan untuk peremajaan tampilan agar motor kembali terlihat seperti baru.

Artikel terkait

Rekomendasi