Lini pertahanan Sassuolo tengah menjadi sorotan tajam setelah menunjukkan performa yang merosot drastis. Media-media di Italia mulai mengaitkan penurunan kualitas pertahanan ini dengan absennya sosok krusial di lini belakang mereka.
Nama Jay Idzes, bek andalan sekaligus kapten Timnas Indonesia, disebut-sebut sebagai faktor penentu kestabilan tim berjuluk I Neroverdi tersebut. Tanpa kehadiran pemain berusia 25 tahun itu, tembok pertahanan Sassuolo dinilai menjadi sangat rapuh dan mudah ditembus lawan.
Kontribusi Vital Jay Idzes bagi Pertahanan Sassuolo
Sepanjang musim ini, Jay Idzes sebenarnya telah mengukuhkan posisinya sebagai pilar utama yang tak tergantikan di skuat asuhan Fabio Grosso. Tercatat, ia selalu masuk dalam daftar 11 pemain utama atau starter dalam 34 pertandingan yang dijalani Sassuolo.
Namun, tren positif tersebut terhenti akibat nasib buruk yang menimpanya pada awal Mei 2026. Saat menghadapi AC Milan di Mapei Stadium, Idzes mengalami cedera pada bagian tumit yang memaksanya menepi dari lapangan hijau.
Akibat cedera tersebut, Jay Idzes harus absen dalam dua laga penting Sassuolo di kompetisi Liga Italia. Dampaknya pun sangat terasa karena Nemanja Matic dan rekan-rekannya harus menelan kekalahan beruntun dari Torino (1-2) dan Lecce (2-3).
Statistik Menunjukkan Ketergantungan Tim
Kekalahan demi kekalahan ini memicu sorotan dari media lokal Italia, Sassuolonews. Mereka memaparkan data statistik yang memperlihatkan perbedaan mencolok saat tim bermain dengan dan tanpa kehadiran bek bertinggi badan 190 cm tersebut.
Berikut adalah perbandingan performa lini belakang Sassuolo berdasarkan data statistik :
| Kondisi Skuat | Rata-rata Kebobolan per Laga |
|---|---|
| Dengan Jay Idzes | 1,23 Gol |
| Tanpa Jay Idzes | 2,33 Gol |
Data di atas secara jelas menggambarkan bahwa angka kebobolan Sassuolo meningkat hampir dua kali lipat saat Idzes absen. Hal ini membuktikan bahwa kehadiran pemain bernomor punggung andalan tersebut memberikan rasa aman yang lebih besar bagi penjaga gawang.
Kualitas Individu yang Menonjol
Sassuolonews menjelaskan bahwa Idzes memiliki paket lengkap sebagai seorang bek modern yang sulit digantikan. Ia tidak hanya piawai dalam memotong serangan lawan, tetapi juga cerdas dalam membangun serangan dari lini belakang.
Beberapa keunggulan utamanya meliputi akurasi dalam duel udara, kemampuan membaca pergerakan lawan (antisipasi), serta jiwa kepemimpinan yang kuat. Karakter kepemimpinan inilah yang membuat koordinasi di sektor pertahanan Sassuolo tetap terjaga selama ia bermain.
"Jay Idzes bukan hanya salah satu bek tengah andalan Sassuolo, ia telah menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di seluruh skuad Neroverdi berdasarkan data statistik," tulis laporan dari Sassuolonews.
Media tersebut juga menambahkan bahwa kualitas pertahanan tim menurun drastis karena tampak kurang terorganisir. Tanpa Idzes, para pemain belakang lainnya seolah kehilangan komando sehingga area pertahanan menjadi lebih rapuh saat ditekan lawan.
Catatan hasil pertandingan Sassuolo saat harus bermain tanpa diperkuat Jay Idzes :
- Sassuolo 0-2 Napoli: Kekalahan di kompetisi Serie A.
- Como 1907 3-0 Sassuolo: Tersingkir dari ajang Coppa Italia.
- Torino 2-1 Sassuolo: Kekalahan tipis dalam lanjutan Serie A.
- Sassuolo 2-3 Lecce: Gagal mengamankan poin di kandang sendiri pada ajang Serie A.
Rentetan hasil negatif ini menjadi sinyal peringatan bagi Fabio Grosso untuk segera menemukan solusi di lini belakang. Selama Jay Idzes masih dalam proses pemulihan cedera, Sassuolo terancam terus kehilangan poin penting di sisa musim Liga Italia 2025/2026.