Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, akhirnya angkat bicara mengenai kegagalan timnya merengkuh gelar juara Super League musim 2025/2026. Skuad Macan Kemayoran harus puas mengakhiri kompetisi di peringkat ketiga dengan total raihan 71 poin.
Persija tertinggal delapan angka dari Persib Bandung yang sukses mengamankan posisi puncak sekaligus menjadi juara. Persib mengunci trofi ketiga mereka secara berturut-turut setelah bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara di laga terakhir.
Evaluasi Performa Kandang Persija Jakarta
Mauricio Souza mengungkapkan bahwa performa tim di laga kandang menjadi faktor utama kegagalan mereka musim ini. Menurutnya, Persija seringkali membuang peluang untuk mengamankan poin penuh saat bermain di depan pendukung sendiri.
"Kami seharusnya bisa tampil jauh lebih maksimal saat melakoni laga kandang. Saya rasa itulah faktor penentu posisi akhir kami di papan klasemen," ujar pelatih asal Brasil tersebut.
Souza juga menambahkan bahwa catatan tim sebenarnya cukup impresif saat bermain di markas lawan. Secara statistik, Persija justru menjadi tim dengan performa tandang terbaik dibandingkan kontestan lainnya di liga.
Catatan pertandingan kandang Persija yang kurang maksimal di musim ini:
- Menelan kekalahan mengejutkan saat menjamu Arema FC.
- Hanya mampu bermain imbang melawan Dewa United dan Borneo FC.
- Gagal mengamankan poin saat menghadapi rival bebuyutan, Persib Bandung.
Rentetan hasil di kandang sendiri ini membuat Persija kehilangan momentum untuk mengejar ketertinggalan poin dari pemuncak klasemen. Kegagalan ini menjadi bahan evaluasi serius bagi jajaran pelatih untuk musim mendatang.
Dampak Kartu Merah dan Rivalitas
Selain performa yang tidak konsisten di Jakarta International Stadium (JIS), faktor disiplin pemain juga turut disorot. Souza menyebutkan adanya beberapa momen krusial di mana timnya harus bermain dengan jumlah pemain yang tidak lengkap.
"Di kandang sendiri, kami setidaknya kehilangan sekitar 11 poin penting. Belum lagi masalah kartu merah di beberapa laga yang sangat merugikan perjuangan tim," lanjut Souza.
Ringkasan perbandingan poin Persija Jakarta di Super League 2025/2026:
| Kategori Performa | Keterangan Statistik |
|---|---|
| Poin Akhir | 71 Poin |
| Peringkat Klasemen | Posisi Ketiga |
| Kehilangan Poin Kandang | Sekitar 11 Poin |
| Status Laga Tandang | Tim Terbaik (Raihan Poin Terbanyak) |
Tabel di atas menunjukkan kontrasnya performa Persija saat bermain tandang dibandingkan dengan kesulitan yang mereka hadapi saat bertindak sebagai tuan rumah. Selisih delapan poin dari Persib Bandung membuktikan bahwa efektivitas di kandang sangat menentukan gelar juara.
Ambisi Persija untuk mematahkan dominasi Persib Bandung pun harus tertunda kembali. Kini, Macan Kemayoran harus puas berada di bawah Persib dan Borneo FC yang menempati peringkat satu dan dua.