Maarten Paes tampil sebagai sosok kunci yang mengantarkan Ajax Amsterdam mengamankan tiket kompetisi Eropa untuk musim depan. Penjaga gawang Timnas Indonesia ini menunjukkan kelasnya saat menghadapi tekanan besar dalam laga krusial tersebut.
Aksi heroik Paes terjadi dalam pertandingan final playoff untuk memperebutkan satu tempat di Conference League. Berkat ketangguhannya di bawah mistar, ia berhasil membungkam para kritikus yang selama ini meragukan kapasitasnya sejak berkarir di Belanda.
Aksi Penyelamatan Krusial di Babak Penalti
Pertandingan yang mempertemukan Ajax dengan Utrecht di Kras Stadion, Volendam, pada Minggu malam (24/5/2026) WIB, berlangsung sangat sengit. Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga waktu normal berakhir setelah gol dari Davy Klaassen berhasil dibalas oleh pemain Utrecht, Gjivai Zechiel.
Karena kedudukan tetap sama kuat, pemenang harus ditentukan melalui drama adu penalti yang sangat menegangkan. Di sinilah Maarten Paes menunjukkan kualitasnya sebagai penjaga gawang spesialis situasi satu lawan satu.
Daftar keberhasilan Maarten Paes dalam mengawal gawang Ajax di babak tos-tosan:
- Menghadapi total empat eksekutor penalti dari tim Utrecht dengan sangat tenang.
- Berhasil menepis tendangan penalti dari penyerang berpengalaman Sebastien Haller.
- Menggagalkan eksekusi penalti yang dilepaskan oleh Souffian El Karouani secara gemilang.
- Memastikan keunggulan Ajax dengan skor akhir 4-3 dalam babak adu penalti tersebut.
Keberhasilan ini memastikan klub berjuluk De Amsterdammers tersebut resmi berkompetisi di Conference League pada musim mendatang. Kontribusi besar Paes dalam laga ini pun mendapatkan apresiasi tinggi dari berbagai pihak yang memantau jalannya pertandingan.
Berdasarkan data statistik dari Fotmob, Maarten Paes mendapatkan rating tinggi sebesar 7,5 atas performanya yang luar biasa. Selain mematahkan dua tendangan penalti, ia tercatat melakukan tiga penyelamatan krusial sepanjang jalannya laga yang menjaga asa timnya tetap hidup.
Membungkam Kritik dengan Performa di Lapangan
Penampilan gemilang yang ditunjukkan Paes hadir di momen yang sangat tepat bagi perjalanan kariernya di Eredivisie. Perlu diketahui bahwa sejak kepindahannya dari FC Dallas pada musim dingin 2026, ia sering kali menjadi sasaran kritik tajam.
Banyak pengamat sepak bola di Belanda yang awalnya bersikap skeptis terhadap kemampuan kiper kelahiran Belanda yang memilih kewarganegaraan Indonesia ini. Bahkan, beberapa pihak sempat memberikan komentar yang terkesan mengolok-olok penampilannya saat baru bergabung dengan raksasa Amsterdam tersebut.
Namun, keberhasilan membawa Ajax finis di peringkat kelima klasemen dan meraih tiket Eropa menjadi jawaban berkelas dari Paes. Setelah pertandingan berakhir, ia akhirnya angkat bicara untuk merespons segala keraguan yang selama ini ditujukan kepadanya.
Pernyataan resmi Maarten Paes mengenai progres performanya sebagaimana dilansir dari De Telegraaf:
"Jika Anda melihat beberapa pertandingan terakhir saya, Anda pasti dapat melihat kemajuan di semua area. Saya fokus pada diri sendiri dan mencoba untuk menjadi kiper yang lebih baik dan pribadi yang lebih baik."
Pernyataan tersebut menunjukkan kedewasaan Paes dalam menghadapi tekanan media dan publik sepak bola Belanda yang sangat menuntut. Ia lebih memilih untuk membuktikan kemampuannya melalui kerja keras daripada membalas kritik dengan kata-kata di media sosial.
Tekad Kuat Menatap Musim Depan
Sejak dipercaya menjadi kiper utama, posisi Maarten Paes hampir tidak tergantikan dalam 11 pertandingan terakhir Ajax di kompetisi domestik. Ia juga selalu tampil penuh dalam dua laga playoff Conference League saat melawan Groningen dan juga Utrecht.
Meskipun ia sempat kebobolan sebanyak 11 gol selama paruh musim Eredivisie, catatan lainnya menunjukkan sisi positif yang signifikan. Paes sukses mencatatkan lima kali clean sheet atau pertandingan tanpa kebobolan dengan rata-rata rating performa mencapai 7,18 per laga.
Statistik performa Maarten Paes bersama Ajax hingga akhir musim 2025/2026:
| Kategori Statistik | Pencapaian / Data |
|---|---|
| Jumlah Pertandingan Terakhir | 13 Laga (Eredivisie & Playoff) |
| Jumlah Clean Sheet | 5 Kali |
| Rata-rata Rating Per Pertandingan | 7,18 (Versi Fotmob) |
| Durasi Kontrak di Ajax | Hingga Tahun 2029 |
Data di atas menunjukkan bahwa meskipun menghadapi masa adaptasi yang sulit, Paes secara bertahap mampu menyatu dengan gaya bermain liga Belanda. Angka-angka tersebut juga memperkuat posisinya sebagai salah satu kiper potensial yang dimiliki oleh Ajax saat ini.
Dengan kontrak jangka panjang yang berlaku hingga tahun 2029, Paes memiliki tekad besar untuk terus meningkatkan kualitas individunya. Ia sadar bahwa persaingan untuk menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Ajax tidak akan pernah mudah setiap musimnya.
Ia mengaku memang tidak memiliki banyak waktu luang untuk proses adaptasi yang ideal karena langsung dihadapkan pada jadwal padat. Namun, Paes berkomitmen untuk melakukan evaluasi mendalam pada aspek-aspek detail permainannya selama masa libur kompetisi nanti.
Maarten Paes menjelaskan bahwa ia berusaha melakukan peningkatan kualitas secara bertahap, setidaknya beberapa persen di setiap pekan pertandingan. Target utamanya adalah tampil lebih sempurna musim depan agar posisi starting XI tetap aman dalam genggamannya.
Kabar Lain dari Dunia Sepak Bola
Di tempat lain, kemeriahan juga melanda tanah air di mana Persib Bandung baru saja merayakan gelar juara BRI Super League musim 2025/2026. Keberhasilan ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Maung Bandung karena berhasil meraih gelar juara selama tiga musim berturut-turut.
Di bawah asuhan pelatih Bojan Hodak, dominasi Persib di liga domestik seolah sulit dipatahkan oleh tim-tim pesaing lainnya. Perayaan juara yang melibatkan ribuan suporter setia, Bobotoh, berlangsung sangat meriah di jalanan kota Bandung sebagai bentuk apresiasi atas prestasi luar biasa ini.
Sementara itu, kabar dari pemain Timnas Indonesia lainnya di Eropa memberikan gambaran yang beragam pada pekan yang sama. Jika Maarten Paes tengah merayakan kesuksesan, kondisi berbeda dialami oleh Jay Idzes yang dilaporkan mengalami cedera cukup serius di Italia.
Kabar mengenai cedera Jay Idzes ini tentu memicu kekhawatiran bagi jutaan penggemar sepak bola di tanah air. Terlebih lagi, tim yang dibela oleh Emil Audero juga dikabarkan harus menerima kenyataan pahit mengalami degradasi ke kasta yang lebih rendah musim depan.
Dinamika para pemain diaspora ini terus menjadi sorotan utama bagi publik sepak bola Indonesia yang mendambakan kemajuan prestasi nasional. Performa gemilang Maarten Paes di Ajax diharapkan menjadi suntikan motivasi tambahan bagi rekan-rekannya di skuad Garuda.