Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak, membantah adanya instruksi TNI untuk membubarkan semua acara nonton bersama film dokumenter ‘Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita’. Ia menjelaskan bahwa pembubaran acara tersebut dilakukan berdasarkan permintaan dan pertimbangan dari pemerintah daerah setempat.
“Instruksi pembubaran datang dari pemerintah daerah dengan alasan keamanan wilayah, yang merupakan tanggung jawab koordinator wilayah,” ungkap Maruli di Kompleks DPR, Selasa (19/05/2026). “Pejabat pemerintahan setempat mungkin melihat adanya risiko keributan, jadi ini inisiatif mereka, bukan instruksi langsung dari TNI.”
Menurut Maruli, beberapa pemerintah daerah telah berkoordinasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. Sejumlah dari mereka kemudian meminta bantuan dari TNI atau aparat keamanan untuk menghentikan kegiatan nobar tersebut.
Jenderal Maruli juga membantah bahwa TNI bersikap anti kritik dengan membubarkan paksa pemutaran film yang menceritakan perampasan tanah adat di Papua Selatan oleh pemerintah melalui aparat dan militer. Ia menambahkan bahwa keabsahan cerita dalam film dokumenter karya Dhandy Laksono dan Cypri Dale tersebut masih belum teruji.
Artikel Terkait
- Yusril Klaim Pemerintah Tak Pernah Larang Nonton Film Pesta Babi
- DPR Akan Gelar Rapat Soal Polemik Film Pesta Babi | 12 May 2026 17:40
- Poin-poin Pertemuan Prabowo dan TNI AD | 17 Apr 2026 13:50
- Kata TNI AD soal Wacana Keterlibatan di Penanggulangan Terorisme | 10 Feb 2026 15:45
- TNI AD Siapkan 8.000 Personel untuk Pasukan Perdamaian di Gaza | 10 Feb 2026 10:20
- Curhat KSAD: Bangun Jembatan di Sumatra Harus Impor Hingga Utang | 30 Dec 2025 19:00
Baca Juga:
- Istana Soal Prabowo Akan Hadir di Paripurna DPR Besok | 4 jam yang lalu
- TNI Soal Drone Bawah Laut China Masuk Indonesia: Pengawasan Lemah | 4 jam yang lalu
- Menhan Sebut Penyerangan Andrie Yunus Akan Dihukum Berat | 5 jam yang lalu
- Kemlu Negosiasi Bebaskan 4 ABK yang Disandera Perompak Somalia | 6 jam yang lalu