Argentina berhasil mengamankan gelar juara Piala Dunia 1986 di Meksiko berkat peran krusial Diego Maradona sebagai motor serangan utama. Prestasi besar ini selamanya akan dikenang melalui sebuah momen paling kontroversial dalam sejarah sepak bola, yakni gol "Tangan Tuhan".
Pada awalnya, hak penyelenggaraan Piala Dunia 1986 diberikan kepada Kolombia, namun negara tersebut terpaksa mundur karena kendala ekonomi yang berat. Meksiko kemudian terpilih menjadi tuan rumah pengganti, meskipun saat itu mereka baru saja dilanda bencana gempa bumi hebat yang merenggut 25.000 nyawa.
Misi Besar Maradona di Meksiko
Diego Maradona mendarat di Meksiko dengan membawa misi yang sangat pribadi dan mendalam bagi karier sepak bolanya. Ia bertekad untuk menebus kegagalan pahit pada Piala Dunia 1982 sekaligus membuktikan kualitasnya setelah melewati masa-masa sulit saat membela Barcelona.
Sejak peluit pertama turnamen dibunyikan, Maradona langsung menunjukkan bahwa ia adalah nyawa bagi tim nasional Argentina. Ia terlibat aktif dalam setiap proses gol yang tercipta selama fase grup, termasuk saat menjadi penyelamat lewat gol penyama kedudukan melawan Italia.
Performa gemilangnya menjadikan Maradona sebagai poros serangan yang tak terhentikan bagi lawan-lawannya. Berkat kepemimpinannya di lapangan, langkah tim Tango menuju babak perempat final terbilang sangat mulus dan penuh kepercayaan diri.
Kontroversi Tangan Tuhan Melawan Inggris
Pertemuan Argentina dan Inggris di babak perempat final bukan sekadar pertandingan sepak bola biasa bagi kedua negara. Laga ini sarat akan tensi politik karena berlangsung hanya empat tahun setelah pecahnya perang di Kepulauan Falkland.
Memasuki menit ke-51, sebuah insiden terjadi yang mengubah jalannya sejarah sepak bola dunia secara permanen. Kerja sama satu-dua antara Maradona dan Jorge Valdano memaksa bola melambung tinggi ke udara setelah mengenai pemain bertahan Inggris.
Maradona yang memiliki postur tubuh jauh lebih pendek tetap nekat melompat untuk berduel udara melawan kiper Inggris, Peter Shilton. Dalam posisi tersebut, El Pelusa justru menggunakan tangan kirinya untuk memukul bola hingga masuk ke dalam gawang.
Secara mengejutkan, wasit asal Tunisia, Ali Bin Nasser, tidak melihat pelanggaran tersebut dan justru mengesahkan gol itu. Maradona yang sangat menyadari aksinya segera meminta rekan setimnya untuk merayakan gol tersebut dengan heboh agar wasit tidak ragu.
Rincian Statistik Diego Maradona Sepanjang Piala Dunia 1986:
- Jumlah Gol: Mencetak total 5 gol sepanjang turnamen.
- Jumlah Assist: Memberikan 5 umpan kunci yang berbuah gol.
- Total Kontribusi: Terlibat langsung dalam 10 gol Argentina.
- Gelar Individu: Meraih penghargaan pemain terbaik turnamen.
Statistik di atas membuktikan betapa dominannya pengaruh satu orang pemain dalam menentukan arah sebuah kompetisi tingkat dunia. Hingga saat ini, belum ada pemain lain yang mampu menyamai tingkat pengaruh Maradona pada edisi tersebut.
Gol Abad Ini dan Kemenangan Dramatis
Hanya berselang tiga menit setelah gol kontroversial tersebut, Maradona kembali menunjukkan kelas dunia yang tidak terbantahkan. Ia menerima bola dari area tengah lapangan lalu memulai aksi dribel yang sangat fenomenal melewati empat pemain Inggris.
Aksi individu tersebut diakhiri dengan ketenangan luar biasa saat ia mengecoh Peter Shilton sebelum menyarangkan bola ke gawang. Meski Inggris sempat mencoba mengejar ketertinggalan lewat gol Gary Lineker, Argentina tetap unggul dengan skor akhir 2-1.
Performa luar biasa Maradona berlanjut di babak semifinal saat ia kembali menjadi pahlawan kemenangan. Dua gol indah yang ia sarangkan ke gawang Belgia memastikan tiket final bagi Argentina untuk menghadapi Jerman Barat.
Final Menegangkan Menghadapi Jerman Barat
Pertandingan final berlangsung sangat sengit dengan Argentina yang sempat unggul lebih dulu melalui sundulan bek Jose Luis Brown. Keunggulan tersebut bertambah menjadi 2-0 setelah Jorge Valdano berhasil menyelesaikan peluang dengan sangat tenang.
Namun, Jerman Barat menunjukkan mentalitas pantang menyerah dengan mencetak dua gol balasan yang mengejutkan penonton. Karl-Heinz Rummenigge dan Rudi Voeller berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 hanya delapan menit sebelum laga berakhir.
Ringkasan Pertandingan Final Piala Dunia 1986:
| Detail Pertandingan | Informasi Terkait |
|---|---|
| Skor Akhir | Argentina 3 - 2 Jerman Barat |
| Pencetak Gol Argentina | J.L. Brown, J. Valdano, J. Burruchaga |
| Pencetak Gol Jerman Barat | K.H. Rummenigge, R. Voeller |
| Pemberi Assist Penentu | Diego Maradona |
Data tabel di atas merangkum bagaimana drama lima gol terjadi dalam partai puncak yang menentukan supremasi sepak bola dunia. Pertandingan ini dianggap sebagai salah satu final terbaik karena perubahan momentum yang sangat cepat di menit-menit akhir.
Saat situasi tampak genting bagi Argentina, Maradona kembali membuktikan visinya yang luar biasa sebagai maestro lapangan hijau. Ia melepaskan umpan terobosan akurat kepada Jorge Burruchaga yang kemudian sukses menaklukkan kiper Schumacher untuk mencetak gol kemenangan.
Kemenangan 3-2 tersebut membawa Argentina merengkuh trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah mereka. Sosok Maradona pun resmi ditasbihkan sebagai pahlawan nasional yang membawa kebahagiaan besar bagi rakyat Argentina saat itu.
Hingga akhir hayatnya, sang legenda mengaku sama sekali tidak menyesali gol "Tangan Tuhan" yang ia cetak ke gawang Inggris. Ia mengungkapkan bahwa aksi tersebut merupakan hasil pemahamannya terhadap posisi wasit yang kurang ideal saat mengawasi jalannya pertandingan.