Kesabaran Arsenal Berbuah Manis, Keputusan Pertahankan Arteta Terbukti Tepat di 2026

Kesabaran Arsenal Berbuah Manis, Keputusan Pertahankan Arteta Terbukti Tepat di 2026
Foto: Kesabaran Arsenal Berbuah Manis, Keputusan Pertahankan Arteta Terbukti Tepat di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Mikel Arteta akhirnya berhasil mengantarkan Arsenal meraih trofi juara setelah melewati beberapa musim yang penuh kegagalan di fase krusial. Keberhasilan ini membuat mantan pemain The Gunners, Paul Merson, merasa sangat lega karena klub tidak terburu-buru memecat sang manajer.

Arsenal resmi mengamankan gelar juara Liga Inggris musim ini setelah pesaing terdekat mereka, Manchester City, ditahan imbang oleh Bournemouth. Hasil tersebut membuat posisi Arsenal di puncak klasemen tidak mungkin lagi terkejar oleh rivalnya.

Dengan selisih empat poin di sisa satu pertandingan, tim asuhan Arteta sukses mengakhiri puasa gelar liga yang telah berlangsung selama 22 tahun. Pencapaian ini terasa sangat spesial mengingat dalam tiga musim sebelumnya, Arsenal selalu gagal di detik-detik akhir dan harus puas menjadi runner-up.

Paul Merson, yang pernah menjadi andalan di lini tengah Arsenal, memberikan apresiasi tinggi terhadap kesabaran manajemen klub. Ia menilai keputusan untuk terus memercayai Arteta di tengah badai kritik adalah langkah yang sangat tepat.

Perjalanan Terjal Arteta di London Utara

Posisi Mikel Arteta sebagai pelatih sebenarnya tidak selalu aman, bahkan ia sempat berada di ambang pemecatan pada beberapa periode sulit. Tekanan paling berat muncul pada musim 2020/2021, tepatnya sekitar bulan November hingga Desember 2020 saat performa tim merosot tajam.

Kala itu, Arsenal sempat terlempar ke posisi 15 klasemen sementara, sebuah catatan yang sangat buruk bagi klub sebesar mereka. Tidak hanya itu, keraguan publik kembali mencuat setelah musim lalu mereka kembali gagal meraih juara untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Meski sempat diragukan, kesabaran manajemen di London Utara tersebut akhirnya membuahkan hasil yang manis bagi seluruh pendukung. Paul Merson menegaskan bahwa akan sangat disayangkan jika Arteta hengkang sebelum sempat mengangkat trofi Premier League bersama Arsenal.

Merson menyoroti beberapa momen krusial yang menunjukkan ketegasan Mikel Arteta dalam memimpin skuat :

  • Keberanian manajer asal Spanyol tersebut saat memutuskan untuk menyingkirkan pemain bintang seperti Pierre-Emerick Aubameyang.
  • Langkah drastis saat memutus kerja sama dengan Mesut Oezil demi stabilitas dan visi jangka panjang tim.
  • Kemampuan Arteta dalam membangun ulang mentalitas pemenang meskipun harus menghadapi tekanan dari para penggemar dan media.

Merson menilai Arteta layak mendapatkan apresiasi besar atas kinerjanya yang konsisten dalam membangun kekuatan tim dari tahun ke tahun. Menurutnya, meskipun butuh waktu yang cukup lama, tanda-tanda kesuksesan sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa musim sebelumnya.

Eks gelandang tersebut bahkan memberikan gambaran statistik sederhana untuk menunjukkan dominasi Arsenal di bawah arahan Arteta belakangan ini. Jika performa tim selama 3-4 tahun terakhir dikonversi ke dalam poin peringkat, Arsenal akan menjadi tim terbaik di Inggris.

Berikut adalah ringkasan perjalanan dan pencapaian Mikel Arteta bersama Arsenal hingga berhasil meraih gelar juara :

Periode Penting Kondisi dan Pencapaian
Musim 2020/2021 Terpuruk di peringkat 15 dan hampir dipecat.
Tiga Musim Terakhir Gagal di jalur juara dan hanya menjadi runner-up.
Musim 2025/2026 Resmi mengunci gelar Liga Inggris setelah 22 tahun.
Selisih Poin Akhir Unggul 4 poin dari Manchester City di pekan krusial.

Data di atas memperlihatkan bagaimana proses panjang yang dilalui Arsenal bukanlah sesuatu yang instan melainkan hasil dari keteguhan visi pelatih. Kini, keberhasilan di kancah domestik juga membuka peluang Arsenal untuk berbicara lebih banyak di kompetisi elite seperti Liga Champions.

Setelah merayakan kesuksesan di Premier League, perhatian kini mulai beralih pada tantangan besar lainnya di panggung Eropa. Arsenal dijadwalkan akan menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) dalam laga final Liga Champions yang sangat dinantikan oleh para pecinta sepak bola.

Artikel terkait

Rekomendasi