Kabar mengejutkan datang dari tim nasional Iran menjelang perhelatan Piala Dunia 2026. Penyerang andalan mereka, Sardar Azmoun, secara resmi dicoret dari daftar skuad final yang akan berlaga di turnamen sepak bola bergengsi tersebut.
Pemain yang sering dijuluki sebagai 'Messi Iran' ini dipastikan absen membela negaranya. Keputusan ini memicu perdebatan luas karena Azmoun selama ini merupakan pilar utama di lini depan Team Melli.
Kontroversi di Balik Pencoretan Sardar Azmoun
Absennya nama Azmoun dalam daftar 26 pemain pilihan pelatih Amir Ghalenoei diduga kuat bukan karena faktor teknis atau performa di lapangan. Keputusan drastis ini dikabarkan berkaitan dengan unggahan Azmoun di media sosial pribadinya beberapa waktu lalu.
Sardar Azmoun sempat mengunggah foto saat dirinya bersalaman dengan Perdana Menteri Uni Emirat Arab (UEA), Mohammed bin Rashid Al Maktoum. Tindakan tersebut memicu reaksi keras dari pihak berwenang di Teheran mengingat situasi politik yang sedang memanas.
Hubungan antara Iran dan Uni Emirat Arab dilaporkan sedang mengalami ketegangan yang cukup serius. Kondisi ini dipicu oleh dinamika konflik regional di Timur Tengah yang melibatkan serangan dari pihak Israel dan Amerika Serikat.
Meskipun Azmoun telah menghapus unggahan foto tersebut dari akun media sosialnya, hal itu tampaknya tidak mampu meredam kontroversi yang ada. Langkahnya bertemu dengan pejabat Dubai dianggap sebagai bentuk ketidaksetiaan oleh otoritas terkait di Iran.
Profil dan Perjalanan Karier Sang 'Messi Iran'
Sardar Azmoun lahir di Gonbad-e Kavus pada 1 Januari 1995 dan saat ini telah memasuki usia 31 tahun. Karier profesionalnya dimulai saat ia bergabung dengan klub asal Rusia, Rubin Kazan, pada tahun 2013 silam.
Selama membela Rubin Kazan hingga 2015, ia berhasil mengemas lima gol dari total 27 pertandingan. Ia kemudian sempat dipinjamkan ke Rostov, di mana performanya melonjak tajam dengan catatan 12 gol dalam satu musim.
Berikut adalah ringkasan perjalanan karier klub Sardar Azmoun selama merumput di kompetisi mancanegara:
- Rubin Kazan (2013-2015 & 2017-2019): Mencatatkan total 14 gol selama dua periode pengabdian di klub Rusia ini.
- Rostov (2015-2017): Mengoleksi 19 gol dan performanya di sini membuat statusnya dipermanenkan sebelum kembali ke klub lama.
- Zenit Saint Petersburg (2019-2022): Menjalani masa keemasan dengan torehan fantastis 52 gol dari 79 penampilan.
- Bayer Leverkusen & AS Roma (2022-2024): Sempat mencicipi kerasnya persaingan di Bundesliga Jerman dan Serie A Italia sebagai pemain pinjaman.
- Shabab Al Ahli (Sekarang): Menjadi pelabuhan barunya saat ini yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab.
Catatan statistik Azmoun di level klub menunjukkan bahwa ia adalah salah satu penyerang paling produktif yang pernah dimiliki Iran. Ketajamannya di depan gawang lawan membuatnya menjadi pemain yang sangat diperhitungkan di kancah internasional.
Statistik Bersama Tim Nasional Iran
Di level internasional, kontribusi Sardar Azmoun untuk tim nasional Iran sebenarnya sangat sulit untuk digantikan begitu saja. Ia tercatat telah mencetak 57 gol dari 91 penampilannya berseragam merah-putih-hijau khas Iran.
Pemain bertinggi badan 186 cm ini telah melewati berbagai jenjang usia di timnas, mulai dari U-17 hingga U-20. Pada gelaran Piala Dunia 2022 lalu, ia menjadi tandem mematikan bersama Mehdi Taremi di lini serang.
Data komposisi pemain timnas Iran yang berkarier di luar negeri untuk Piala Dunia 2026:
| Asal Liga Klub | Jumlah Pemain | Pemain Kunci |
|---|---|---|
| Uni Emirat Arab (UEA) | 5 Pemain | Saeid Ezatolahi |
| Belgia | 2 Pemain | - |
| Yunani | 1 Pemain | Mehdi Taremi |
| Rusia | 1 Pemain | - |
Tabel di atas menunjukkan bahwa timnas Iran tetap memanggil pemain lain yang berkarier di Uni Emirat Arab, seperti Saeid Ezatolahi. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa pencoretan Azmoun lebih disebabkan oleh interaksi politik pribadinya ketimbang lokasi klub tempatnya bermain.
Dengan absennya Azmoun, kini beban berat untuk mencetak gol akan bertumpu pada bahu Mehdi Taremi. Penyerang yang saat ini membela klub Yunani, Olympiacos, tersebut menjadi salah satu dari sedikit pemain berpengalaman yang tersisa di skuad.
Keputusan pelatih Amir Ghalenoei ini tentu menjadi pertaruhan besar bagi langkah Iran di Piala Dunia 2026 nanti. Tanpa kehadiran sang 'Messi Iran', daya gedor Team Melli diprediksi akan mengalami penurunan signifikan dalam menghadapi lawan-lawan tangguh di fase grup.