Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko, memberikan kritik terhadap kebijakan insentif kendaraan listrik yang dinilai kurang stabil.
Menurut Moeldoko, ketidakkonsistenan regulasi dari pemerintah dapat menghambat percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan di tanah air.
Padahal, ia menegaskan bahwa penggunaan kendaraan listrik membawa dampak positif yang sangat luas bagi negara dan masyarakat.
Beberapa manfaat utama yang ia soroti mencakup efisiensi energi yang lebih baik serta kontribusi signifikan terhadap pelestarian lingkungan.
Manfaat Strategis Kendaraan Listrik
Moeldoko menjelaskan bahwa peralihan ke kendaraan listrik dapat meringankan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara efektif.
Langkah ini diklaim mampu menekan besaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang nilainya terus membengkak setiap tahunnya.
Dampak positif jika masyarakat beralih ke kendaraan listrik:
- Pengurangan beban subsidi BBM yang mencapai triliunan rupiah setiap tahun.
- Peningkatan efisiensi biaya operasional bagi pengguna kendaraan pribadi.
- Penurunan tingkat emisi karbon untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih.
- Mendorong kemandirian energi nasional melalui pemanfaatan tenaga listrik.
Moeldoko berharap kesadaran masyarakat untuk pindah ke mobil atau motor listrik dapat terus didukung oleh payung hukum yang kuat.
Kritik Terhadap Konsistensi Kebijakan
Moeldoko menyayangkan sikap pemerintah yang dirasa kurang konsisten dalam memberikan stimulus bagi sektor industri hijau ini.
Ia menilai kebijakan yang ada seringkali mengalami pasang surut, sehingga menciptakan ketidakpastian bagi calon pembeli dan produsen.
Ketidakpastian ini berdampak langsung pada angka penjualan, karena konsumen cenderung menunda pembelian sambil menunggu kejelasan insentif.
Selain itu, keputusan yang diambil secara mendadak dianggap menyulitkan para pelaku industri otomotif dalam menyusun rencana bisnis mereka.
Meskipun melontarkan kritik, Moeldoko tetap memberikan apresiasi atas langkah pemerintah yang saat ini telah mengucurkan subsidi.
Subsidi tersebut kini sudah mencakup pengguna sepeda motor baru, program konversi motor listrik, hingga pembelian mobil listrik.
Perkembangan Pasar EV di Indonesia
Saat ini, tren penggunaan kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang cukup positif di tengah tantangan kebijakan.
Kehadiran berbagai merek otomotif, terutama dari Tiongkok, semakin memperkaya pilihan produk bagi konsumen di dalam negeri.
Faktor yang mendorong pertumbuhan industri kendaraan listrik lokal:
- Kewajiban pemerintah bagi produsen untuk melakukan produksi unit di dalam negeri.
- Penyerapan tenaga kerja lokal yang semakin besar di sektor industri otomotif.
- Tumbuhnya ekosistem industri komponen lokal yang ikut menyuplai kebutuhan pabrikan.
- Munculnya merek motor listrik lokal yang kompetitif seperti Polytron, Alva, dan Maka.
Kehadiran produsen lokal ini semakin memperkuat ekosistem kendaraan listrik yang kini mulai lazim terlihat di jalanan Indonesia.
Sinergi antara kebijakan yang konsisten dan kesiapan industri diharapkan mampu mempercepat transformasi mobilitas ramah lingkungan di masa depan.