Kylian Mbappe kini tengah menjadi pusat perhatian menyusul performa Real Madrid yang dianggap menurun sejak kedatangannya. Pemain bintang asal Prancis ini dituding menjadi penyebab kegagalan Los Blancos meraih prestasi di saat mantan klubnya, Paris Saint-Germain (PSG), justru sedang berjaya.
Kritik tajam yang mengalir kepada Mbappe memicu reaksi dari sosok legendaris Real Madrid, Jorge Valdano. Valdano merasa perlu memberikan pembelaan terhadap pemain yang baru bergabung dengan Madrid pada tahun 2024 tersebut.
Kontribusi Individu Mbappe yang Tetap Gemilang
Jika menilik statistik, Mbappe sebenarnya menunjukkan performa individu yang luar biasa selama dua musim berseragam Madrid. Ia tercatat telah menyumbangkan total 86 gol bagi klub raksasa Spanyol tersebut.
Ketajaman ini mengantarkan Mbappe meraih gelar top skor La Liga atau Trofi Pichichi selama dua musim berturut-turut. Pencapaian ini bahkan membuatnya sejajar dengan prestasi yang pernah ditorehkan oleh legenda seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
Namun, kegemilangan Mbappe di atas lapangan ternyata belum cukup untuk membawa trofi ke lemari juara Real Madrid. Dalam dua musim terakhir, Los Blancos harus rela mengakhiri kompetisi tanpa meraih satu pun gelar juara alias nirgelar.
Situasi ini kontras dengan apa yang dialami PSG setelah ditinggal Mbappe, di mana klub asal Paris itu sukses menyabet gelar treble musim lalu. Bahkan, PSG saat ini berada di ambang mempertahankan gelar juara Liga Champions secara beruntun.
Pembelaan Jorge Valdano Terhadap Mbappe
Menanggapi berbagai anggapan negatif tersebut, Jorge Valdano dengan tegas menepis tudingan bahwa Mbappe memberikan pengaruh buruk bagi tim. Mantan pemain, pelatih, sekaligus direktur Real Madrid ini menilai kritik terhadap Mbappe sudah melampaui batas.
Valdano menegaskan bahwa Mbappe adalah pemain kelas dunia dengan rekam jejak yang sudah terbukti. Ia mengingatkan publik tentang prestasi besar yang pernah diraih oleh pemain berusia 27 tahun tersebut di kancah internasional.
Berikut adalah beberapa poin penting dalam pembelaan yang disampaikan oleh Jorge Valdano:
- Mbappe telah memenangkan Piala Dunia dan menjadi runner-up di edisi berikutnya, termasuk mencetak hattrick di laga final.
- Ia merupakan salah satu pemain terbaik di dunia saat ini dan bukan seorang penipu atau pemain yang overrated.
- Sangat tidak adil jika segala keberhasilan PSG dan kegagalan Madrid sepenuhnya ditimpakan kepada satu orang.
- Mbappe tetap menjalankan tugasnya dengan baik sebagai pencetak gol terbanyak di liga meski tim sedang kesulitan.
Valdano menyebut perlakuan yang diterima Mbappe saat ini sebagai sebuah bentuk kekejaman dalam dunia sepak bola. Ia merasa tidak masuk akal jika pemain yang produktif mencetak gol dianggap sebagai satu-satunya kambing hitam atas performa kolektif tim.
Komentar ini sekaligus menjadi pengingat bagi para penggemar bahwa sepak bola adalah permainan tim. Meski kontribusi individu Mbappe sangat tinggi, faktor-faktor lain dalam sebuah klub juga turut menentukan keberhasilan dalam meraih trofi juara.
Hingga saat ini, perdebatan mengenai peran Mbappe di Santiago Bernabeu terus bergulir di kalangan pengamat sepak bola. Namun bagi Valdano, kualitas dan integritas Mbappe sebagai pesepakbola profesional tetap tidak perlu diragukan lagi.