Bek andalan Timnas Indonesia, Jay Idzes, kini tengah berpacu dengan waktu untuk memulihkan cederanya bersama klub asal Italia, Sassuolo. Menjelang berakhirnya musim Serie A 2025/2026, kehadirannya di lapangan masih menjadi teka-teki bagi para penggemar.
Kabar terbaru menyebutkan bahwa Jay Idzes belum dapat dipastikan bisa tampil saat Sassuolo bersiap menjamu Lecce pada akhir pekan ini. Ketidakpastian ini muncul lantaran sang pemain masih menjalani program pemulihan intensif akibat cedera yang dialaminya.
Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, Sassuolo akan bertindak sebagai tuan rumah melawan Lecce pada pekan ke-37 Serie A 2025/2026. Pertandingan krusial tersebut bakal dihelat di Mapei Stadium pada Senin (18/5/2026) dini hari waktu setempat.
Hingga saat ini, status kebugaran bek tengah tersebut masih memicu tanda tanya besar bagi staf kepelatihan. Belum ada keputusan final apakah ia akan masuk ke dalam daftar susunan pemain atau kembali harus menyaksikan laga dari tribun penonton.
Absen pada Laga Sebelumnya
Kapten Timnas Indonesia ini sebelumnya sudah terpaksa absen saat Sassuolo melakoni laga tandang pada pekan lalu. Dalam pertandingan tersebut, I Neroverdi harus mengakui keunggulan tuan rumah Torino dengan skor tipis 1-2 pada Sabtu (9/5/2026).
Sassuolo sebenarnya sempat mencuri keunggulan lebih dulu melalui sumbangan gol dari gelandang mereka, Kristian Thorstvedt. Namun, Torino berhasil membalikkan keadaan berkat gol yang dicetak oleh Giovanni Simeone dan Marcus Holmgren Pedersen.
Meskipun menelan kekalahan di markas Torino, hasil negatif tersebut tidak menggoyahkan posisi Sassuolo di kasta tertinggi Liga Italia. Tim asuhan Fabio Grosso tersebut sudah dipastikan aman dari ancaman degradasi dan akan tetap berlaga di Serie A musim depan.
Saat ini, Sassuolo berada di peringkat ke-11 klasemen sementara dengan perolehan total 49 poin. Posisi di papan tengah ini membuat mereka bisa bermain lebih tenang tanpa tekanan besar di sisa musim.
Setelah menghadapi Lecce nanti, Sassuolo hanya menyisakan satu pertandingan pamungkas untuk menutup kompetisi. Mereka dijadwalkan akan bertamu ke markas Parma pada laga penutup musim ini.
Pencapaian luar biasa Jay Idzes di level individu dan internasional:
- Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik di ajang PSSI Awards 2026.
- Menunjukkan performa konsisten bersama klub dan Timnas Indonesia periode Agustus 2024 hingga November 2025.
- Berhasil mengungguli nama-nama besar lainnya seperti Rizky Ridho, Calvin Verdonk, Kevin Diks, dan Yakob Sayuri.
Prestasi gemilang di panggung penghargaan tersebut membuktikan betapa vitalnya peran Jay Idzes bagi sepak bola Indonesia saat ini. Pengakuan ini juga menjadi motivasi tambahan bagi sang pemain untuk segera pulih dari cedera tumitnya.
Penyebab Cedera Tumit Jay Idzes
Sepanjang musim ini, Jay Idzes merupakan sosok yang hampir tak tergantikan di lini pertahanan Sassuolo. Ia kerap dipasangkan dengan Tarik Muharemovic untuk membentuk benteng pertahanan yang solid bagi I Neroverdi.
Namun, kendala fisik mulai muncul sekitar dua pekan lalu saat Sassuolo menghadapi tantangan dari raksasa Italia, AC Milan. Pada laga yang berlangsung di Stadion Mapei tersebut, Jay hanya mampu merumput selama 40 menit awal saja.
Padahal dalam pertandingan melawan AC Milan pada Minggu (3/5/2026) itu, Sassuolo tampil sangat luar biasa. Mereka sukses mengandaskan perlawanan Rossoneri dengan kemenangan dua gol tanpa balas.
Kemenangan meyakinkan tersebut tercipta melalui kontribusi gol dari Domenico Berardi serta Armand Laurienté. Sayangnya, kegembiraan Sassuolo harus sedikit ternoda dengan cedera yang menimpa bek tengah andalan mereka tersebut.
Jay Idzes harus ditarik keluar lapangan lebih awal dan digantikan oleh pemain bertahan lainnya, Woyo Coulibaly. Masalah fisik inilah yang kemudian membuatnya absen total dalam perjalanan tim ke Turin pada pekan berikutnya.
Diketahui bahwa penyebab cedera pemain berusia 25 tahun tersebut adalah kesalahan posisi saat mendarat setelah melakukan duel udara. Insiden itu berdampak pada bagian tumitnya yang langsung terasa nyeri sehingga ia meminta pergantian pemain.
Berikut adalah ringkasan singkat mengenai situasi cedera Jay Idzes:
| Aspek | Detail Informasi |
|---|---|
| Waktu Kejadian | Laga melawan AC Milan (3/5/2026) |
| Jenis Cedera | Masalah pada bagian tumit |
| Durasi Main Terakhir | Hanya 40 menit di lapangan |
| Penyebab | Pendaratan yang buruk setelah melompat |
| Status Terkini | Latihan terpisah dan dalam evaluasi |
Tabel di atas merangkum poin-point penting mengenai kondisi medis Jay Idzes yang membuatnya terpaksa menepi sejenak dari kompetisi. Fabio Grosso selaku pelatih sangat berharap agar kondisi cedera anak asuhnya tersebut tidak tergolong serius.
Kebijakan Tim yang Berhati-hati
Media asal Italia, Sassuolo News, melaporkan bahwa nama Jay Idzes masih masuk dalam daftar pemain yang diragukan tampil melawan Lecce. Tim medis kini fokus melakukan pemulihan agar sang bek bisa kembali merumput sebelum musim berakhir.
Setelah absen dalam laga di Turin demi mencegah cedera yang lebih parah, Idzes kini berupaya keras untuk mengejar ketertinggalan fisik. Ia sangat berambisi untuk bisa memberikan kontribusi dalam laga kandang di hadapan pendukung sendiri.
Pihak klub akan terus memantau perkembangan kondisinya dengan sangat teliti melalui serangkaian sesi latihan mendatang. Meskipun rasa nyeri pada tumitnya dilaporkan tidak terlalu parah, staf medis tidak ingin mengambil risiko yang tidak perlu.
Sikap hati-hati ini sebelumnya sudah ditunjukkan saat tim memutuskan untuk tidak membawa Jay Idzes ke markas Torino pekan lalu. Mereka lebih memilih memberikan waktu istirahat total agar proses regenerasi jaringan pada kakinya berjalan optimal.
Saat ini muncul optimisme kecil bahwa pemain kelahiran tahun 2000 tersebut bisa segera kembali ke skuad. Meskipun masih berlatih secara terpisah, program terapi khusus telah diberikan untuk menguatkan area yang mengalami ketidaknyamanan.
Keputusan akhir mengenai keterlibatan Jay Idzes akan sepenuhnya berada di tangan Fabio Grosso sesaat sebelum laga dimulai. Sang pelatih akan melihat kesiapan mental dan fisik pemain tersebut melalui latihan kolektif terakhir tim.