Legenda Liverpool, Jamie Carragher, melontarkan kritik pedas setelah melihat performa mantan timnya yang kian merosot musim ini. Kekecewaan ini memuncak menyusul kekalahan telak The Reds saat bertamu ke markas Aston Villa.
Dalam laga lanjutan Liga Inggris pada Sabtu (16/5) dini hari WIB, Liverpool dipaksa menyerah dengan skor 2-4. Hasil negatif ini membuat peluang mereka untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan berada di ujung tanduk.
Liverpool saat ini tertahan di peringkat kelima klasemen dengan raihan 59 poin dari 37 pertandingan. Posisi mereka terancam oleh Bournemouth yang membayangi di urutan keenam dengan koleksi 55 poin namun baru memainkan 36 laga.
Catatan Merah di Bawah Asuhan Arne Slot
Musim ini menjadi periode yang sangat berat bagi sang juara bertahan meskipun telah menggelontorkan dana triliunan rupiah untuk belanja pemain. Sayangnya, kombinasi badai cedera dan lambatnya adaptasi pemain mahal membuat performa tim tidak stabil.
Secara keseluruhan, Liverpool telah menelan 20 kekalahan di seluruh kompetisi sepanjang musim ini. Statistik buruk ini membuat manajer Arne Slot mencatatkan rekor negatif baru dalam sejarah kepelatihan di Anfield.
Arne Slot kini melampaui catatan Rafael Benitez yang sebelumnya memegang rekor kekalahan terbanyak dalam satu musim. Benitez tercatat pernah mengalami 19 kekalahan pada musim 2004/2005 dan 2009/2010.
Kritik Tajam Jamie Carragher
Jamie Carragher menilai komposisi skuad Liverpool saat ini terlalu rapuh dan kekurangan mentalitas juara. Ia tidak ragu menyebut tim tersebut telah bertransformasi menjadi tim yang medioker.
Berikut adalah poin-poin kritikan utama yang disampaikan oleh Jamie Carragher:
- Liverpool memiliki terlalu banyak pemain yang tampil di bawah standar dan lemah secara mental.
- Permainan tim terlihat sangat biasa saja dan tidak memiliki keunggulan taktis yang menonjol.
- The Reds dianggap tidak memiliki performa gemilang yang konsisten sepanjang berlangsungnya kompetisi.
- Satu-satunya aspek yang dianggap masih cukup baik hanyalah eksekusi bola-bola mati.
Carragher juga memberikan pujian kepada Aston Villa yang tampil dominan dan sangat efektif dalam memanfaatkan celah di lini pertahanan Liverpool. Menurutnya, tim asuhan Unai Emery tersebut jauh lebih unggul dalam segala aspek pada pertandingan malam itu.
Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi manajemen dan staf pelatih untuk segera melakukan perombakan di musim mendatang. Carragher menegaskan bahwa tanpa perubahan besar, Liverpool akan terus menjadi tim rata-rata di kompetisi kasta tertinggi Inggris.
Ringkasan performa buruk Liverpool musim ini dibandingkan catatan sebelumnya:
| Kategori Statistik | Pencapaian Musim Ini | Catatan Sebelumnya |
|---|---|---|
| Jumlah Kekalahan | 20 Kali | 19 Kali (Rafael Benitez) |
| Peringkat Klasemen | 5 (Terancam turun) | Juara Bertahan |
| Status Pertahanan | Sangat Lemah | Solid (Musim Lalu) |
Data di atas menunjukkan penurunan drastis kualitas permainan Liverpool dibandingkan dengan status mereka sebagai juara bertahan pada musim sebelumnya. Rekor kekalahan yang dipecahkan oleh Arne Slot menjadi sinyal merah bagi masa depan kepemimpinannya di klub tersebut.