Inovasi Elektrik: Uji Coba BYD M6 DM 150 Km Tanpa BBM Mengejutkan!

Inovasi Elektrik: Uji Coba BYD M6 DM 150 Km Tanpa BBM Mengejutkan!
Foto: Inovasi Elektrik: Uji Coba BYD M6 DM 150 Km Tanpa BBM Mengejutkan!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

BYD M6 DM, sebuah kendaraan PHEV, telah resmi diperkenalkan di Indonesia, membawa inovasi teknologi hybrid yang memadukan mesin bensin dengan sistem listrik. Mobil ini sangat hemat dan ideal digunakan baik untuk perjalanan dalam kota maupun luar kota.

KabarOto.com mendapat kesempatan untuk menguji mobil ini dengan menempuh jarak 150 km dari Sudirman, Jakarta Selatan ke Sentul, Bogor dan kembali ke Sudirman. Yang menarik, perjalanan ini dilakukan tanpa menggunakan bahan bakar sama sekali, hanya mengandalkan tenaga listrik.

Sebelum memulai perjalanan, kami meninjau kabin kendaraan. Joknya terbuat dari bahan semi kulit yang lembut, menawarkan kenyamanan duduk yang maksimal. Bagian tengah antara jok kiri dan kanan dilengkapi dengan cup holder untuk dua botol, serta slot yang bisa digunakan untuk meletakkan smartphone, termasuk pengisian daya nirkabel.

Interior BYD M6 DM juga dilengkapi dengan dasbor berkualitas tinggi dan layar sentuh di tengahnya. Fitur kemudi dilengkapi dengan berbagai tombol untuk mengaktifkan fitur, menghidupkan hiburan di head unit, dan mengubah tampilan panel instrumen yang sepenuhnya digital.

Pelbagai informasi dapat dipantau melalui panel tersebut, mencakup status bahan bakar, persentase baterai, jumlah perjalanan, kilometer tempuh, konsumsi, kecepatan, dan putaran mesin. Dasbor sendiri menggunakan material plastik hitam yang tidak mengeluarkan bau saat terpapar sinar matahari.

Head unit BYD M6 DM dapat terhubung dengan Android Auto dan Apple CarPlay. Pengaturan ADAS dibuat lebih canggih secara digital, termasuk pengaturan AC dan kipas, informasi baterai, serta proses penggunaan mesin untuk berkendara dan pengisian baterai saat deselerasi atau melepas gas.

Fitur keselamatan yang dapat diaktifkan dari layar mencakup Adaptive Cruise Control, Lane Keep Assist, Blind Spot Monitoring, Autonomous Emergency Braking, dan Vehicle Stability Control. Semua fitur tersebut dapat diatur dan dipantau secara digital dengan tampilan visual kondisi kendaraan secara real-time.

Tuas persneling yang konvensional telah digantikan dengan tuas kecil di sebelah kanan setir, dengan pilihan Park (P), Reverse (R), Neutral (N), dan Drive (D). Posisi ini mirip dengan tuas lampu sein pada mobil biasa. Tombol start dan stop terletak di dasbor, antara setir dan head unit, dan dapat mengaktifkan semua kelistrikan hanya dengan satu tekanan.

Pengaturan kursi BYD M6 DM sepenuhnya elektrik, dengan tuas untuk mengatur maju mundurnya jok pengemudi dan penumpang, meningkatkan kenyamanan dalam berkendara. Baris kedua cukup luas, di mana ruang untuk kaki memadai bagi orang dengan tinggi 175 cm.

Pada baris kedua, sandaran tangan dapat diturunkan menjadi captain seat dan dilengkapi dengan dua cup holder. Jika dinaikkan, kursi tersebut dapat menampung tiga penumpang. Bagian belakang jok dapat dilipat rata sehingga memberikan ruang penyimpanan yang signifikan, cukup untuk dua orang dewasa dengan tinggi maksimal 160 cm.

KabarOto turut serta dalam rombongan 10 mobil menuju Sentul, Jawa Barat, menggunakan mode listrik penuh. Saat bendera start diangkat, kami segera mulai bergerak melewati Jenderal Sudirman yang ramai. Uji coba kali ini bertujuan menguji efisiensi konsumsi baterai.

Saat memutar di Bundaran Hotel Indonesia, jalan mulai lengang dan akselerasi responsif bisa dirasakan. Meski melewati kecepatan hingga 55 kpj, kendaraan ini tetap berjalan mulus tanpa hentakan. Memasuki tol dalam kota yang padat, peringatan blind spot memberikan kesadaran bagi pengemudi.

Putaran kendaraan terasa halus, AC dingin, dan pada siang Rabu (13/05/2026), lalu lintas di tol Jagorawi hanya memungkinkan kecepatan maksimal 60 kpj. Rute menuju Sentul menghadirkan kontur jalan yang mulai menanjak dan menurun, tetapi mobil tetap pada mode listrik penuh.

Transisi antara energi berlangsung sangat halus, dengan motor listrik menjadi penggerak utama. Suspensi cukup stabil meskipun melewati sambungan jalan dan tikungan ringan. Untuk menguji kenyamanan kabin, saat di Sentul, enam bola tenis diletakkan di kap mesin selama berkendara di jalan konblok dengan 160 derajat belokan dua kali. Hasilnya, tidak satu pun bola jatuh, menunjukkan kabin ini sangat senyap dan stabil.

Setelah makan siang, perjalanan dilanjutkan menuju Serpong melalui jalur tol yang lebih lancar. Pada segmen ini, kecepatan kembali stabil sekitar 60 kpj. Kabin tetap senyap dan tidak ada indikasi mesin bensin aktif.

Ini menunjukkan bahwa sistem hybrid mampu bekerja penuh sebagai sistem penggerak listrik tanpa intervensi dari mesin pembakaran internal. Saat mencapai lagi daerah Sudirman, Jakarta, sekitar 150 km telah dilewati hanya dengan tenaga listrik, menunjukkan efisiensi yang luar biasa.

Baterai sisa 33 persen dan tidak ada bahan bakar yang digunakan sepanjang perjalanan, mengonfirmasi kendaraan ini sesuai untuk keluarga yang menginginkan MPV 7-seater hemat dan nyaman.

Artikel terkait

Rekomendasi