IBC Fokus Riset Paten Baterai EV Terbaru 2026 yang Sesuai Kebutuhan RI

IBC Fokus Riset Paten Baterai EV Terbaru 2026 yang Sesuai Kebutuhan RI
Foto: IBC Fokus Riset Paten Baterai EV Terbaru 2026 yang Sesuai Kebutuhan RI. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Indonesia Battery Corporation (IBC) kini tengah memberikan perhatian serius pada pengembangan riset dan inovasi teknologi baterai di dalam negeri. Perusahaan plat merah ini berkomitmen menciptakan paten teknologi baterai yang spesifik dan sesuai dengan karakteristik pasar kendaraan listrik di Indonesia.

Langkah strategis ini diambil untuk memastikan teknologi yang dikembangkan benar-benar bisa diaplikasikan dalam skala industri. IBC fokus pada inovasi yang berbasis pada kekayaan sumber daya alam lokal agar Indonesia memiliki daya saing yang kuat di kancah global.

Ambisi Mengejar Keunggulan Teknologi China

Direktur Utama IBC, Aditya Farhan Arif, menyatakan rasa optimisnya bahwa Indonesia mampu mengejar ketertinggalan teknologi baterai dari China. Sebagaimana diketahui, saat ini China masih menjadi kiblat utama dalam pengembangan komponen kendaraan listrik dunia.

Aditya menegaskan bahwa mengejar jumlah paten bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan oleh para peneliti tanah air. Namun, IBC lebih menitikberatkan pada aspek fungsionalitas dan nilai ekonomi dari setiap temuan yang dihasilkan.

Fokus pengembangan inovasi yang dilakukan oleh IBC mencakup beberapa poin utama:

  • Paten Produktif: Mendorong terciptanya inovasi yang tidak sekadar menjadi dokumen legal, tetapi bisa diproduksi secara massal.
  • Kolaborasi Riset: Menjalin kemitraan erat dengan berbagai universitas ternama di Indonesia serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
  • Pengembangan Talenta: Membuka peluang bagi peneliti muda dan talenta akademis untuk berkarier langsung di industri baterai nasional.
  • Optimasi Nikel: Memaksimalkan penggunaan nikel sebagai bahan baku utama yang melimpah di tanah air.

IBC melaporkan bahwa saat ini mereka telah memiliki sejumlah paten mandiri di bidang baterai yang siap dikembangkan lebih lanjut. Jumlah kepemilikan paten ini diproyeksikan akan terus bertambah sepanjang tahun ini seiring dengan intensitas riset yang meningkat.

Baterai Berbasis Nikel dengan Harga Terjangkau

Fokus utama riset IBC adalah menciptakan baterai berbahan dasar nikel yang disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia. Hal ini mencakup penyesuaian terhadap kondisi geografis, iklim tropis, serta daya beli konsumen lokal.

Aditya menjelaskan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah menghadirkan kendaraan listrik berkualitas dengan harga yang lebih ekonomis. Target utamanya adalah menjangkau segmen pasar mobil listrik di kisaran harga Rp400 jutaan yang diminati banyak orang.

Berikut adalah ringkasan strategi IBC dalam pengembangan baterai nasional:

Aspek Pengembangan Target dan Tujuan
Bahan Baku Utama Optimalisasi penggunaan mineral nikel domestik.
Segmen Harga Menciptakan kendaraan listrik di kisaran Rp400 juta.
Kemitraan Strategis Kolaborasi aktif dengan BRIN dan perguruan tinggi.
Kesesuaian Produk Baterai yang tahan terhadap iklim dan medan jalan Indonesia.

Melalui strategi ini, IBC berharap penggunaan nikel tetap dominan namun dengan proses produksi yang jauh lebih efisien. Tujuan akhirnya adalah memberikan pilihan kendaraan ramah lingkungan yang sesuai dengan kemampuan finansial masyarakat Indonesia tanpa mengurangi kualitas teknologi yang diusung.

Pengembangan ini diharapkan menjadi pilar utama dalam mempercepat transisi energi hijau di sektor transportasi nasional. Dengan teknologi buatan sendiri, Indonesia berpeluang menjadi pemain kunci dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik global.

Artikel terkait

Rekomendasi