Penyelenggaraan turnamen Piala Indonesia kembali menjadi sorotan setelah lama absen dari kalender sepak bola nasional. Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang berupaya mencari celah waktu yang ideal untuk menggulirkan kembali kompetisi tersebut.
Turnamen ini harus bersaing dengan jadwal liga yang padat serta partisipasi klub-klub tanah air di level Asia. Meskipun jadwal sangat ketat, pihak operator tetap bersemangat untuk menambah jumlah pertandingan bagi klub lokal melalui ajang ini.
Catatan sejarah turnamen piala domestik di Indonesia:
- Piala Indonesia terakhir kali dilaksanakan pada musim 2018/2019 yang lalu.
- PSM Makassar keluar sebagai juara bertahan setelah menumbangkan Persija Jakarta di laga final.
- Sebelum edisi 2018, turnamen ini sempat mengalami masa vakum yang cukup lama selama tujuh musim sejak 2012.
- Format turnamen ini dikenal unik karena mempertemukan tim-tim dari berbagai kasta kompetisi di Indonesia.
Kondisi saat ini menunjukkan bahwa Indonesia tertinggal dari negara tetangga dalam hal variasi kompetisi domestik. Sebagian besar negara di Asia Tenggara memiliki lebih dari satu format turnamen resmi setiap musimnya.
Perbandingan jumlah kompetisi di negara-negara Asia Tenggara:
| Jumlah Kompetisi | Negara Peserta |
|---|---|
| Satu Kompetisi (Hanya Liga) | Indonesia, Timor Leste |
| Dua Kompetisi (Liga & Piala Liga) | Vietnam, Singapura, Kamboja, Myanmar, Laos, Brunei |
| Tiga Kompetisi (Liga, Piala Liga, Piala Asosiasi) | Thailand, Malaysia |
Tabel di atas memperlihatkan posisi Indonesia yang sejajar dengan Timor Leste dalam hal minimnya jenis kompetisi resmi. Padahal, negara-negara dengan kompetisi yang lebih beragam sering kali menjadi langganan di Asian Champions League Elite.
Tantangan Logistik dan Sinkronisasi Jadwal
Asep menegaskan bahwa visi I.League sejalan dengan keinginan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, untuk menghidupkan kembali turnamen ini. Namun, realisasi di lapangan membutuhkan perencanaan yang matang agar tidak mengganggu stabilitas liga utama.
Kendala geografis Indonesia yang sangat luas menjadi salah satu tantangan terbesar bagi penyelenggara. Faktor biaya logistik yang tinggi untuk memfasilitasi pertemuan tim lintas divisi juga menjadi pertimbangan utama yang harus diselesaikan.
Pihak operator berjanji akan memberikan informasi lebih lanjut mengenai kepastian jadwal Piala Indonesia di waktu yang tepat. Fokus saat ini adalah memastikan semua aspek teknis dan finansial dapat mendukung jalannya kompetisi secara berkelanjutan.