Hybrid vs PHEV: Mana yang Paling Awet dan Jarang Servis? Ternyata Mengejutkan!

Hybrid vs PHEV: Mana yang Paling Awet dan Jarang Servis? Ternyata Mengejutkan!
Foto: Hybrid vs PHEV: Mana yang Paling Awet dan Jarang Servis? Ternyata Mengejutkan!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Tren kendaraan ramah lingkungan di Indonesia kini tidak hanya berfokus pada mobil listrik murni atau BEV saja. Masyarakat mulai melirik mobil hibrida sebagai solusi alternatif yang menawarkan efisiensi tanpa menghilangkan fleksibilitas mesin bensin.

Dua jenis teknologi yang kerap menjadi bahan pertimbangan adalah mobil hybrid konvensional (HEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Banyak calon pembeli menganggap PHEV lebih unggul karena harganya lebih mahal dan memiliki fitur pengisian daya eksternal.

Namun, sebuah fakta menarik muncul mengenai tingkat keandalan kedua teknologi ini dalam penggunaan sehari-hari. Ternyata, teknologi yang lebih kompleks dan mahal tidak selalu menjamin kendaraan lebih jarang masuk ke bengkel.

Data Keandalan Kendaraan Hybrid vs PHEV

Hasil survei tahunan dari Consumer Reports yang melibatkan sekitar 380.000 pemilik kendaraan menunjukkan data yang cukup mengejutkan. Data empiris ini justru mematahkan anggapan bahwa teknologi yang lebih baru pasti lebih minim masalah.

Berdasarkan analisis tersebut, mobil hybrid konvensional terbukti menjadi kategori kendaraan yang paling tangguh. Pemilik mobil hybrid konvensional melaporkan gangguan 15 persen lebih sedikit jika dibandingkan dengan pengguna mobil bensin biasa.

Kondisi yang kontras justru terlihat pada kategori mobil listrik murni dan PHEV di pasar otomotif saat ini. Kedua jenis kendaraan tersebut tercatat memiliki risiko masalah 80 persen lebih tinggi daripada mobil bermesin konvensional.

Berikut adalah ringkasan perbandingan tingkat masalah berdasarkan jenis mesin kendaraan:

Jenis Kendaraan Tingkat Masalah Dibanding Mobil Bensin
Hybrid Konvensional (HEV) 15% Lebih Jarang Bermasalah
Mobil Listrik Murni (EV) 80% Lebih Sering Bermasalah
Plug-in Hybrid (PHEV) 146% Risiko Masalah Lebih Tinggi

Data di atas memperlihatkan bahwa mobil hybrid konvensional saat ini memegang predikat sebagai kendaraan paling andal. Capaian ini bahkan berhasil mengalahkan reliabilitas mobil berbahan bakar bensin murni.

Alasan PHEV Lebih Rentan Mengalami Malfungsi

Ada alasan teknis yang mendasari mengapa PHEV justru lebih sering mengalami kendala dibandingkan model hybrid standar. Jake Fisher selaku Direktur Senior Pengujian Mobil di Consumer Reports memberikan penjelasan mendalam mengenai hal ini.

Menurutnya, faktor utama kerentanan PHEV terletak pada tingkat kompleksitas komponen dan arsitektur kendaraannya. Sistem PHEV harus mengelola perpaduan mesin bensin dan motor listrik yang lebih rumit dengan tambahan sistem pengisian daya mandiri.

Berbeda dengan PHEV, teknologi hybrid konvensional telah melalui masa pengembangan dan penyempurnaan selama hampir 30 tahun. Kematangan sistem ini membuat potensi kegagalan mekanis maupun gangguan pada perangkat lunak menjadi sangat kecil.

Sistem komputerisasi pada mobil hybrid biasa sudah sangat teruji dalam mengatur transisi tenaga secara mulus. Hal inilah yang membuat kendaraan hybrid konvensional jauh lebih stabil dan minim risiko kerusakan saat digunakan dalam jangka panjang.

Artikel terkait

Rekomendasi