Hukum Puasa Arafah Digabung Qadha Ramadan: Apakah Sah? Ini Penjelasan Terbaru 2026

Hukum Puasa Arafah Digabung Qadha Ramadan: Apakah Sah? Ini Penjelasan Terbaru 2026
Foto: Hukum Puasa Arafah Digabung Qadha Ramadan: Apakah Sah? Ini Penjelasan Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Mendekati hari raya Iduladha, umat Muslim mulai bersiap melaksanakan puasa sunnah Arafah yang jatuh setiap tanggal 9 Dzulhijjah. Namun, persoalan mengenai utang puasa Ramadan sering kali menjadi pertanyaan, terutama terkait hukum menggabungkannya dengan puasa sunnah.

Banyak masyarakat bertanya-tanya apakah diperbolehkan melaksanakan puasa qadha Ramadan bersamaan dengan puasa Arafah dalam satu hari. Berdasarkan pandangan sejumlah ulama, penggabungan niat tersebut dianggap sah dan tetap diperbolehkan dalam syariat Islam.

Hukum Menggabungkan Niat Puasa Wajib dan Sunnah

Melansir penjelasan dari NU Online, pelaksanaan puasa qadha Ramadan yang dilakukan bertepatan dengan hari Arafah tetap dinilai sah secara hukum. Orang yang menjalankannya berpotensi meraih pahala puasa sunnah sekaligus menggugurkan kewajiban utang puasa wajibnya.

Pandangan ini diperkuat oleh penjelasan Imam As-Suyuthi yang menyebutkan bahwa puasa qadha, nazar, atau kafarat yang dibarengi niat puasa Arafah akan mendapatkan keduanya. Hal ini menjadi rujukan bagi umat Islam yang ingin memaksimalkan ibadah di hari istimewa tersebut.

Meski diperbolehkan, terdapat kelompok ulama lain yang menyarankan untuk tetap memprioritaskan penyelesaian utang puasa Ramadan terlebih dahulu. Umat Islam diimbau untuk menyesuaikan pilihan ini dengan kemampuan serta kemantapan hati masing-masing individu.

Keutamaan Besar di Hari Arafah

Puasa Arafah memiliki kedudukan yang sangat mulia dan menyimpan keutamaan luar biasa bagi setiap muslim yang mengerjakannya. Salah satu janji Allah SWT bagi hamba yang berpuasa di hari ini adalah penghapusan dosa untuk dua tahun sekaligus.

Dosa-dosa yang diampuni meliputi setahun yang telah berlalu dan setahun yang akan datang, menjadikannya momen yang sangat dinantikan. Hari Arafah juga dikenal sebagai waktu turunnya rahmat dan ampunan besar dari Allah SWT kepada hamba-Nya.

Beberapa amalan yang sangat dianjurkan saat memasuki hari Arafah antara lain:

  • Melaksanakan puasa sunnah Arafah dengan penuh keikhlasan.
  • Memperbanyak bacaan zikir, tasbih, dan tahmid sepanjang hari.
  • Memanjatkan doa-doa terbaik karena hari tersebut adalah waktu yang mustajab.
  • Meningkatkan kualitas ibadah lainnya di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Amalan-amalan ini merupakan bagian dari rangkaian ibadah utama di bulan Dzulhijjah yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam. Dengan memperbanyak ibadah, umat Muslim berharap mendapatkan keberkahan dan ampunan yang maksimal.

Waktu Pelaksanaan dan Bacaan Niat

Ibadah puasa sunnah ini dikerjakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, atau tepat satu hari sebelum perayaan hari raya Iduladha. Sebelumnya, pada tanggal 8 Dzulhijjah, umat Islam juga disunnahkan untuk melaksanakan puasa Tarwiyah.

Bagi Anda yang berencana menjalankan puasa Arafah, berikut adalah bacaan niat yang bisa dilafalkan dalam hati maupun lisan:

"Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala."

Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala."

Ringkasan Ketentuan Puasa Arafah dan Qadha

Berikut adalah ringkasan mengenai aturan dan manfaat menggabungkan puasa qadha dengan puasa sunnah:

Aspek Keagamaan Ketentuan dan Penjelasan
Hukum Gabung Niat Sah dan diperbolehkan menurut pendapat sejumlah ulama besar.
Pahala yang Didapat Mendapatkan pahala puasa qadha (wajib) dan puasa Arafah (sunnah).
Keutamaan Utama Penghapusan dosa selama dua tahun (satu tahun lalu dan satu tahun depan).
Waktu Pelaksanaan Dilakukan setiap tanggal 9 Dzulhijjah sebelum Iduladha.

Tabel di atas merangkum poin-poin penting bagi umat Muslim yang ingin menunaikan kewajiban sekaligus meraih pahala sunnah. Dengan memahami ketentuan ini, diharapkan pembaca tidak lagi ragu dalam menjalankan ibadahnya.

Sebagai kesimpulan, menggabungkan puasa Arafah dengan qadha Ramadan adalah langkah yang diperbolehkan untuk menunaikan kewajiban sekaligus mengejar keutamaan. Namun, menyegerakan pelunasan utang puasa Ramadan tetap menjadi prioritas utama yang sangat dianjurkan.

Artikel terkait

Rekomendasi