Hogers Indonesia, komunitas pengendara Harley-Davidson yang terlibat dalam kecelakaan maut di Toraja Utara hingga mengakibatkan seorang anak berinisial J meninggal dunia, akhirnya merilis pernyataan resmi terkait insiden pada Kamis, 30 April tersebut. Melalui rilis pers yang diterima, klub motor besar ini menyampaikan rasa duka yang mendalam serta permohonan maaf secara terbuka kepada pihak keluarga korban dan masyarakat adat Toraja atas peristiwa tragis itu.
Klub motor tersebut menegaskan komitmennya untuk bersikap kooperatif dan patuh terhadap seluruh proses hukum yang sedang dilakukan oleh pihak kepolisian saat ini. Dalam keterangannya, pihak Hogers menyadari bahwa materi atau tindakan apa pun tidak akan bisa menggantikan nyawa almarhum ananda J atau mengobati duka yang dirasakan orang tua korban.
Hogers Indonesia menyatakan kesiapan mereka untuk menjalankan tanggung jawab moral serta mengikuti setiap prosedur penyelidikan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum secara transparan. Selain proses hukum formal, mereka juga berjanji untuk menghormati dan tunduk pada setiap tahapan penyelesaian berdasarkan pertimbangan hukum adat yang berlaku di wilayah Toraja.
Direktur Hogers Indonesia, Yudi Djaja, menekankan bahwa pihaknya sangat menghormati nilai-nilai kebudayaan dan kekerabatan luhur yang dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat dalam menyelesaikan masalah ini. Ia memastikan akan terus menjalin komunikasi kekeluargaan yang tulus dengan keluarga besar korban guna mencapai penyelesaian yang sesuai dengan kearifan lokal yang ada.
Evaluasi Internal dan Investigasi Kepolisian
Manajemen Hogers Indonesia juga berencana melakukan evaluasi internal terhadap organisasi guna memastikan seluruh anggotanya tetap memenuhi kewajiban moral di bawah pengawasan pihak berwenang. Mereka meminta masyarakat untuk memberikan ruang dan waktu bagi pihak kepolisian agar dapat menuntaskan proses investigasi secara menyeluruh dan adil tanpa gangguan.
Meskipun telah mengeluarkan rilis resmi, kronologi detail mengenai penyebab pasti kecelakaan tersebut belum dipaparkan secara rinci dalam dokumen pernyataan klub tersebut. Berdasarkan keterangan Kasat Lantas Polres Toraja Utara, Iptu Muhammad Nasrun Sujana, korban sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Kecelakaan ini terjadi di Kelurahan Nanggala Sangpiak Salu, saat rombongan moge Harley-Davidson tersebut sedang dalam perjalanan dari arah Kota Palopo menuju Rantepao di Toraja. Seorang pengendara berinisial RDN yang bertugas sebagai penyapu jalan atau sweeper dilaporkan tiba-tiba kehilangan kendali sehingga terjatuh dari kendaraannya di lokasi kejadian.
Nahas, motor yang dikendarai RDN tetap meluncur tanpa pengendara sejauh kurang lebih 40 meter dan menghantam tubuh ananda J yang saat itu sedang berdiri di bahu jalan. Benturan keras tersebut menyebabkan siswa kelas 5 Sekolah Dasar itu terlempar ke area persawahan di sekitar lokasi hingga mengalami luka yang sangat serius.
Iptu Nasrun menjelaskan bahwa rombongan yang terdiri dari sekitar 15 unit motor tersebut berasal dari luar daerah Sulawesi Selatan dan datang ke Toraja dengan tujuan untuk berwisata. Terkait dugaan adanya aksi freestyle sebelum kecelakaan, pihak kepolisian menyatakan belum mengetahui hal tersebut dan fokus pada fakta kehilangan keseimbangan di jalan lurus.
| Detail Insiden | Keterangan Informasi |
|---|---|
| Waktu Kejadian | Kamis, 30 April 2026 |
| Lokasi Kejadian | Kelurahan Nanggala Sangpiak Salu, Toraja Utara |
| Identitas Korban | Ananda J (Siswa Kelas 5 SD) |
| Identitas Pengendara | RDN (Anggota Hogers Indonesia) |
| Jumlah Rombongan | Sekitar 15 Motor Harley-Davidson |
| Rute Perjalanan | Kota Palopo menuju Rantepao, Toraja |
Hingga saat ini, perwakilan dari Hogers Indonesia dilaporkan telah mengikuti proses pemeriksaan di Polres Toraja Utara dan bertemu langsung dengan elemen masyarakat setempat. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab organisasi terhadap insiden yang melibatkan anggotanya selama kegiatan touring tersebut berlangsung.