Hasil BRI Super League 2026: PSIM Bungkam Madura United, Laskar Sape Kerrab Terancam di Papan Bawah

Hasil BRI Super League 2026: PSIM Bungkam Madura United, Laskar Sape Kerrab Terancam di Papan Bawah
Foto: Ilustrasi Hasil BRI Super League 2026: PSIM Bungkam Madura United, Laskar Sape Kerrab Terancam di Papan Bawah.
Ukuran teks

PSIM Yogyakarta berhasil menutup rangkaian pertandingan kandang mereka di musim ini dengan hasil yang sangat memuaskan. Tim berjuluk Laskar Mataram tersebut sukses mengamankan poin penuh setelah mengalahkan Madura United dalam lanjutan kompetisi BRI Super League 2025/2026.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Yogyakarta, pada Minggu malam (17/5/2026) tersebut berakhir dengan skor tipis 2-1. Kemenangan pada pekan ke-33 ini menjadi kado spesial bagi para pendukung setia PSIM yang hadir memadati stadion.

Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, memutuskan untuk menurunkan komposisi pemain terbaiknya demi meraih hasil maksimal di hadapan publik sendiri. Salah satu keputusan menarik yang diambil sang pelatih adalah kembali memasang Muhammad Iqbal sebagai starter di posisi sayap.

Selain Iqbal, sejumlah pemain pilar lainnya juga tetap dipercaya mengisi pos-pos utama sejak menit pertama pertandingan dimulai. Strategi ini menunjukkan ambisi besar Laskar Mataram untuk mengamankan kemenangan meskipun posisi mereka di klasemen tergolong sudah cukup aman.

Di kubu lawan, Madura United juga tidak datang dengan kekuatan seadanya karena mereka sedang mengemban misi penting untuk menjauh dari zona merah. Pelatih caretaker Rakhmad Basuki menurunkan skuad intinya guna mencuri poin krusial di kandang lawan.

Nama-nama besar seperti kapten Jordy Wehrmann, bek Kerim Palic, hingga penyerang Fransiskus Alessandro langsung dipasang sebagai starter. Laskar Sape Kerrab menyadari bahwa kekalahan di Bantul akan membuat posisi mereka di kasta tertinggi sepak bola Indonesia menjadi terancam.

Dominasi Laskar Mataram Sejak Menit Awal

Bertindak sebagai tuan rumah, PSIM Yogyakarta langsung mengambil kendali permainan segera setelah peluit tanda dimulainya pertandingan dibunyikan. Mereka terlihat sangat agresif dalam membangun serangan dan memberikan tekanan konsisten ke jantung pertahanan Madura United.

Upaya keras tuan rumah membuahkan hasil manis pada menit ke-18 melalui aksi individu brilian Ezequiel Vidal. Penyerang sayap asal Argentina tersebut berhasil menggetarkan jala gawang lawan dan membawa PSIM unggul 1-0 untuk sementara waktu.

Gol pembuka dari Vidal tersebut tampak meningkatkan kepercayaan diri para pemain Laskar Mataram untuk terus menekan. Mereka tidak mengendurkan serangan dan terus mendominasi penguasaan bola di area tengah lapangan.

Dominasi PSIM kembali membuahkan hasil pada menit ke-34 melalui penyelesaian akhir yang tenang dari Muhammad Iqbal. Keunggulan 2-0 untuk tuan rumah pun bertahan hingga para pemain masuk ke ruang ganti untuk jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, PSIM Yogyakarta tetap mempertahankan intensitas permainan mereka untuk menjaga keunggulan. Ze Valente sebenarnya sempat menambah koleksi gol tuan rumah pada menit ke-54 melalui skema serangan yang rapi.

Namun, kegembiraan publik tuan rumah harus tertunda karena wasit memutuskan untuk menganulir gol tersebut. Berdasarkan pengamatan hakim garis, Ze Valente sudah berada dalam posisi offside sebelum menceploskan bola ke gawang.

Madura United yang tertinggal dua gol mencoba bangkit dan akhirnya berhasil memperkecil kedudukan pada menit ke-62. Striker asal Brasil, Junior Brandao, sukses menaklukkan kiper Cahya Supriadi setelah memanfaatkan peluang di dalam kotak penalti.

Gol tersebut membuat tensi pertandingan kembali memanas karena Laskar Sape Kerrab semakin bersemangat mencari gol penyeimbang. Namun, perjuangan PSIM untuk mempertahankan keunggulan menemui ujian berat pada fase akhir pertandingan di babak kedua.

Petaka menimpa tuan rumah saat gelandang mereka, Donny Warmerdam, mendapatkan kartu kuning kedua pada menit ke-86. Akibat kartu merah tersebut, PSIM terpaksa bermain dengan hanya 10 orang pemain di sisa waktu normal dan tambahan waktu.

Situasi kekurangan pemain ini dimanfaatkan oleh Madura United untuk tampil lebih agresif menggempur pertahanan lawan. Kendati terus ditekan, lini belakang Laskar Mataram tampil disiplin dan berhasil menjaga keunggulan 2-1 hingga laga benar-benar berakhir.

Posisi Klasemen dan Ancaman Degradasi

Hasil minor di Bantul ini tentu menjadi kabar buruk bagi Madura United yang sedang berjuang di papan bawah. Kekalahan tersebut membuat posisi mereka masih sangat rawan terseret ke jurang degradasi musim depan.

Kepastian nasib Laskar Sape Kerrab untuk bertahan di kompetisi kasta tertinggi kini harus ditentukan pada laga pamungkas. Saat ini, mereka masih tertahan di peringkat ke-15 klasemen sementara dengan koleksi 32 poin dari total 33 pertandingan.

Persaingan ketat di papan bawah klasemen BRI Super League:

  • Madura United berada di posisi ke-15 dengan 32 poin.
  • Tim asal Madura ini bersaing langsung dengan Persis Solo untuk menghindari zona merah.
  • Hanya tersisa satu pertandingan terakhir untuk menentukan siapa yang akan bertahan.
  • Laskar Sape Kerrab wajib memenangkan laga terakhir jika tidak ingin bergantung pada hasil tim lain.

Situasi ini membuat pekan terakhir liga akan menjadi momen yang sangat emosional bagi para pendukung Madura United. Mereka kini harus berjuang habis-habisan demi memastikan tiket tetap berada di kasta tertinggi sepak bola tanah air.

Sebaliknya, PSIM Yogyakarta kini bisa bernapas lega karena posisi mereka tetap stabil di papan tengah. Tambahan tiga poin ini mengukuhkan posisi anak asuh Jean-Paul van Gastel di peringkat ke-11 klasemen sementara.

Laskar Mataram tercatat telah mengumpulkan total 45 poin dari 33 laga yang sudah dijalani sepanjang musim ini. Kemenangan atas Madura United juga menjadi penutup manis bagi kampanye laga kandang mereka di Stadion Sultan Agung.

Daftar susunan pemain kedua tim yang bertanding:

Klub Susunan Pemain (Formasi 4-3-3)
PSIM Yogyakarta Cahya Supriadi; Raka Cahyana, Jop van der Avert, Franco Ramos, Yusaku Yamadera; Ze Valente, Donny Warmerdam, Muhammad Iqbal; Ezequiel Vidal, Deri Corfe, Riyatno Abiyoso
Madura United Moch. Diky; Gio Numberi, Pedro Monteiro, Ahmad Rusadi, Ruxi; Jordy Wehrmann, Kerim Palic, Paulo Sitanggang; Fransiskus Alessandro, Junior Brandao, Riquelme

Daftar pemain di atas menunjukkan kekuatan penuh yang diturunkan oleh kedua kesebelasan sejak menit pertama. PSIM tampil lebih klinis dalam memanfaatkan peluang, sementara Madura United harus membayar mahal kelengahan di babak pertama.

Pertandingan ini juga menjadi pembuktian bagi Jean-Paul van Gastel dalam meramu strategi yang tepat menghadapi lawan yang sedang lapar poin. Meski sempat tertekan di akhir laga, kedisiplinan pemain PSIM patut mendapatkan apresiasi tinggi dari para penggemar.

Kini, fokus para penikmat sepak bola nasional akan tertuju pada pekan terakhir BRI Super League. Seluruh tim yang berada di ambang degradasi akan mempertaruhkan segalanya demi kelangsungan klub mereka di musim mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi