CEO Ford, Jim Farley, sebelumnya sempat memberikan peringatan keras mengenai dominasi produsen otomotif asal Tiongkok yang dianggap sebagai ancaman nyata bagi industri kendaraan global. Namun, kabar terbaru justru menunjukkan adanya potensi kolaborasi strategis antara raksasa otomotif Amerika Serikat tersebut dengan pabrikan asal Tiongkok, Geely.
Berdasarkan laporan yang dirilis oleh La Tribuna de Automoción, Geely dikabarkan tengah berencana untuk mengakuisisi jalur produksi di pabrik milik Ford yang berlokasi di Valencia, Spanyol. Fasilitas manufaktur ini rencananya akan dimanfaatkan untuk memproduksi beragam jenis kendaraan, mulai dari teknologi hybrid, plug-in hybrid (PHEV), hingga mobil listrik murni (BEV).
Meskipun jenis kendaraan yang akan diproduksi belum terungkap secara mendetail, proyek ini diketahui memiliki kode internal rahasia yang disebut sebagai "135". Muncul dugaan kuat di kalangan industri bahwa model tersebut adalah Geely EX2, sebuah SUV listrik berdimensi ringkas yang cukup populer di pasar internasional.
Hingga bulan Februari 2026, Geely sendiri tercatat telah berhasil membukukan angka penjualan ritel yang mencapai lebih dari 1.600 unit di berbagai wilayah. Jika kesepakatan ini terwujud, Ford kemungkinan besar akan mendapatkan akses untuk menggunakan platform kendaraan milik Geely guna memperkuat lini produk mereka sendiri.
Terdapat peluang besar bahwa platform tersebut akan diadaptasi menjadi suksesor Ford Puma di masa mendatang mengingat keduanya memiliki dimensi ukuran yang hampir serupa. Hal ini tentu akan memberikan efisiensi produksi yang signifikan bagi Ford di tengah persaingan pasar mobil listrik yang semakin ketat.
Menanggapi kabar yang beredar, pihak Ford masih enggan memberikan konfirmasi pasti dan memilih untuk bersikap hati-hati dalam memberikan pernyataan resmi. Mereka hanya menjelaskan bahwa perusahaan memang rutin menjalin komunikasi dengan berbagai mitra potensial, namun hingga saat ini belum ada keputusan final yang bisa diumumkan.
Sama halnya dengan Ford, pihak manajemen Geely juga lebih memilih untuk tidak memberikan tanggapan lebih lanjut mengenai rumor akuisisi jalur produksi di Spanyol tersebut. Meski demikian, sejumlah sumber internal di industri otomotif meyakini bahwa proses negosiasi antara kedua raksasa ini sebenarnya sudah berada pada tahap akhir.
Ekspansi Global dan Ekosistem Strategis Geely
Geely kini telah bertransformasi menjadi grup otomotif skala global melalui strategi ekspansi yang agresif melalui proses akuisisi serta kerja sama lintas negara. Perusahaan ini sudah membawahi berbagai merek ternama dunia seperti Volvo Cars dan Lotus Cars, serta terus mengembangkan brand premium mereka sendiri.
Selain fokus pada merek yang sudah ada, Geely juga aktif meluncurkan lini kendaraan listrik kelas atas melalui brand Polestar serta Zeekr untuk menyasar segmen pasar berbeda. Keberagaman portofolio ini menjadikan mereka salah satu pemain paling berpengaruh dalam ekosistem kendaraan bertenaga energi baru secara internasional.
Dalam skala kemitraan global, Geely telah menjalin perusahaan patungan (joint venture) strategis bersama Mercedes-Benz untuk mengelola brand Smart secara modern. Selain itu, mereka juga berkolaborasi erat dengan Renault melalui Horse Powertrain yang berfokus pada pengembangan teknologi mesin pembakaran internal dan hybrid.
Kekuatan Geely juga sangat terasa di kawasan ASEAN melalui kepemilikan saham yang signifikan di produsen mobil nasional Malaysia, yakni Proton. Posisi strategis ini memungkinkan Geely untuk mengintegrasikan teknologi canggih Eropa dengan efisiensi manufaktur Tiongkok guna menguasai penetrasi pasar otomotif secara global.
| Kategori Informasi | Detail Terkait Geely EX2 & Performa Perusahaan |
|---|---|
| Lokasi Produksi Potensial | Pabrik Ford di Valencia, Spanyol |
| Kode Internal Proyek | Proyek "135" |
| Penjualan Ritel (Hingga Feb 2026) | Lebih dari 1.600 unit |
| SPK di IIMS 2026 | 1.776 unit (Grup Geely) |
| Unit Terdistribusi (Indonesia & Thailand) | 5.000 unit diserahkan; 1.000 unit rakitan lokal ke diler |
Keberhasilan Geely di pasar Indonesia juga terlihat saat ajang IIMS 2026, di mana grup ini berhasil mengantongi ribuan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Model EX2 menjadi primadona utama dalam pameran tersebut, yang kemudian diikuti dengan pengiriman unit rakitan lokal ke puluhan diler di seluruh tanah air.
Dengan teknologi AI dan sistem komputasi awan yang mulai diterapkan di berbagai pabrik pintar, persaingan di industri otomotif kini tidak lagi hanya soal kapasitas produksi. Kolaborasi antara Ford dan Geely ini diperkirakan akan menjadi tonggak penting dalam revolusi manufaktur kendaraan listrik global di masa depan.