Operator kompetisi sepak bola Indonesia, I.League, baru saja merilis hasil Licensing Cycle Super League untuk musim 2025/2026. Berdasarkan hasil verifikasi tersebut, hampir seluruh peserta liga berhasil memenuhi standar yang ditetapkan oleh penyelenggara.
Sayangnya, dari total 18 klub peserta, hanya PSBS Biak yang dinyatakan gagal memenuhi persyaratan lisensi. Sebanyak 17 klub lainnya telah mengantongi status "granted" atau lolos standar lisensi profesional untuk kompetisi kasta tertinggi musim depan.
Kegagalan PSBS Biak Memenuhi Syarat Wajib
Direktur Operasional I.League, Asep Saputra, mengungkapkan bahwa PSBS Biak terganjal oleh kriteria kategori A. Dalam regulasi lisensi nasional, kriteria kategori A bersifat wajib dan tidak boleh diabaikan oleh setiap klub peserta.
Asep menjelaskan bahwa kegagalan memenuhi poin-poin krusial tersebut membuat status lisensi klub asal Papua ini ditolak. "Hanya satu klub yang tidak lolos karena ada beberapa kriteria wajib yang gagal mereka penuhi," tutur Asep di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Kondisi internal PSBS Biak sendiri memang sedang tidak stabil akibat krisis finansial yang melanda klub. Tim berjuluk Badai Pasifik ini dilaporkan mengalami tunggakan gaji pemain dan jajaran pelatih selama empat bulan terakhir.
Masalah keuangan yang berlarut-larut ini sempat memicu gejolak di internal tim. Para pemain bahkan sempat mengancam akan melakukan aksi mogok latihan hingga menolak untuk turun bertanding di lapangan.
Ancaman Sanksi Pengurangan Poin Musim Depan
Meski PSBS Biak sudah dipastikan terdegradasi ke kasta Championship musim depan, sanksi administratif tetap membayangi mereka. I.League menegaskan bahwa hukuman akibat gagal lisensi ini akan tetap diberlakukan sebagai konsekuensi regulasi.
Pihak I.League sedang menyiapkan keputusan terkait besaran poin yang akan dikurangi dari perolehan PSBS Biak di awal kompetisi nanti. "Ada konsekuensi berupa sanksi pengurangan poin bagi klub yang tidak memenuhi kriteria," tambah Asep.
Berikut adalah beberapa poin penting terkait situasi yang dihadapi PSBS Biak dan hasil lisensi klub secara umum:
Poin-poin penting hasil verifikasi lisensi I.League:
- Sebanyak 17 klub Super League dinyatakan lolos verifikasi lisensi secara nasional.
- PSBS Biak menjadi satu-satunya tim yang gagal memenuhi syarat wajib kategori A.
- Adanya masalah finansial berupa tunggakan gaji pemain dan pelatih selama empat bulan.
- Sanksi pengurangan poin akan diterapkan pada musim baru meski tim terdegradasi ke Championship.
- Terdapat 11 klub dari divisi Championship yang juga dilaporkan belum memenuhi syarat lisensi.
Meskipun hukuman sudah di depan mata, pihak operator liga tetap memberikan ruang bagi PSBS Biak untuk memberikan pembelaan. Klub masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding atas hasil keputusan lisensi tersebut sebelum kompetisi musim baru dimulai.
Asep Saputra menekankan bahwa transparansi dalam proses lisensi ini sangat penting untuk menjaga kualitas liga. Hal ini diharapkan bisa menjadi peringatan bagi klub-klub lain untuk lebih profesional dalam mengelola manajemen internal dan finansial mereka.
Rangkuman status lisensi klub peserta:
| Kategori Status | Jumlah Klub | Keterangan |
|---|---|---|
| Lolos (Granted) | 17 Klub | Memenuhi seluruh kriteria wajib kategori A. |
| Gagal | 1 Klub | PSBS Biak gagal memenuhi poin wajib kategori A. |
| Belum Memenuhi (Championship) | 11 Klub | Tim dari divisi dua yang masih dalam proses lisensi. |
Tabel di atas menunjukkan gambaran besar mengenai kesiapan klub-klub profesional di Indonesia dalam menghadapi musim depan. Fokus utama kini tertuju pada bagaimana PSBS Biak menyelesaikan sengketa gaji dan menghadapi musim baru dengan beban pengurangan poin.