Formas Serukan Aksi Bersama untuk Kesejahteraan Guru Honorer: Begini Imbauannya!

Formas Serukan Aksi Bersama untuk Kesejahteraan Guru Honorer: Begini Imbauannya!
Foto: Formas Serukan Aksi Bersama untuk Kesejahteraan Guru Honorer: Begini Imbauannya!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) kembali menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap berbagai problematika yang masih menjerat guru honorer di tanah air. Persoalan klasik mulai dari ketidakpastian status kepegawaian hingga kesejahteraan yang jauh dari kata layak masih menjadi beban berat bagi para tenaga pendidik ini.

Ketua Umum Formas, Handoyo Budhisejati, menekankan bahwa peran guru honorer sangat krusial bagi keberlangsungan pendidikan nasional. Mereka seringkali menjadi tumpuan utama dalam proses belajar mengajar, terutama di wilayah-wilayah pelosok yang sulit dijangkau oleh tenaga pendidik tetap.

Handoyo menyampaikan hal tersebut saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertema "Nasib Guru Honorer" di Auditorium RRI, Jakarta, pada Jumat (5/6/2026). Ia menegaskan pentingnya dialog konstruktif untuk menghasilkan kebijakan yang lebih adil bagi para pendidik.

Beberapa kendala utama yang dihadapi guru honorer saat ini antara lain:

  • Ketidakjelasan status hukum dan jenjang karier dalam sistem kepegawaian nasional.
  • Tingkat kesejahteraan dan penghasilan bulanan yang masih berada di bawah standar kebutuhan hidup.
  • Kurangnya perlindungan kerja serta minimnya akses jaminan sosial bagi tenaga pendidik non-ASN.
  • Terbatasnya kesempatan untuk mengikuti pelatihan guna meningkatkan kompetensi dan profesionalisme.

Daftar di atas merangkum poin-poin krusial yang menjadi hambatan besar bagi para guru honorer dalam menjalankan tugas mulia mereka di sekolah.

Dilema Kualitas Pendidikan dan Tekanan Ekonomi

Handoyo menilai sangat sulit untuk mencetak generasi bangsa yang unggul jika para gurunya masih harus berjuang memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Menurutnya, fokus pendidik akan terpecah apabila masalah finansial terus membayangi kehidupan mereka.

Kondisi ekonomi yang sulit juga berdampak pada minimnya kesempatan bagi guru honorer untuk melanjutkan studi atau meningkatkan kualitas profesionalnya. Padahal, kualitas seorang siswa sangat bergantung pada seberapa kompeten guru yang membimbingnya di kelas.

Meskipun mengapresiasi berbagai langkah pembangunan yang dilakukan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Handoyo berharap sektor pendidikan mendapat porsi perhatian lebih besar. Ia mendorong agar program penguatan kesejahteraan guru honorer menjadi salah satu prioritas utama.

Kolaborasi Pemerintah dan Peran Aktif Masyarakat

Penyelesaian masalah guru honorer menurut Formas tidak bisa hanya dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah pusat maupun daerah. Masyarakat luas juga diajak untuk menaruh simpati dan mengambil peran nyata dalam membantu sesama warga negara.

Handoyo menekankan pentingnya menumbuhkan rasa kepedulian sosial agar beban yang dipikul para guru honorer dapat terasa lebih ringan. Ia ingin mendorong adanya kesadaran kolektif bahwa masa depan pendidikan adalah tanggung jawab bersama.

Rangkuman harapan Formas untuk peningkatan kesejahteraan guru:

Pihak Terkait Bentuk Dukungan yang Diharapkan
Pemerintah Penerbitan regulasi yang berpihak pada status dan pendapatan guru honorer.
Masyarakat Membangun gerakan sosial dan gotong royong untuk membantu kebutuhan pokok guru.
Sektor Swasta Penyediaan beasiswa atau pelatihan kompetensi profesional secara cuma-cuma.

Tabel ini menunjukkan perlunya sinergi dari berbagai elemen bangsa agar solusi bagi guru honorer bisa terwujud secara komprehensif dan berkelanjutan.

Inisiatif Gerakan Sosial untuk Guru

Salah satu ide konkret yang dilempar oleh Handoyo adalah gerakan sosial berbasis gotong royong, seperti pengumpulan donasi sukarela. Ia mencontohkan gerakan kecil seperti "lima ribuan" yang jika dilakukan secara masif akan sangat berdampak.

Berdasarkan data, terdapat sekitar 237 ribu guru honorer yang saat ini sangat membutuhkan dukungan nyata. Dengan jumlah tersebut, akumulasi bantuan dari masyarakat diyakini mampu memberikan tambahan penghasilan yang berarti bagi mereka.

Pada akhir diskusi, Handoyo berharap agar hasil dari FGD ini tidak hanya menjadi catatan di atas kertas tanpa realisasi. Ia berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi para guru honorer agar mendapatkan tempat yang layak dalam sistem pendidikan Indonesia.

Melalui forum-forum semacam ini, Formas berupaya memperluas jaringan kepedulian demi menjamin kesejahteraan para pahlawan tanpa tanda jasa. Semangat saling membantu diharapkan menjadi pilar pendukung bagi kebijakan resmi yang dikeluarkan pemerintah.

Artikel terkait

Rekomendasi