Florentino Perez: Rekrut Xabi Alonso Jadi Pelatih Madrid Bukan Kesalahan

Florentino Perez: Rekrut Xabi Alonso Jadi Pelatih Madrid Bukan Kesalahan
Foto: Ilustrasi Florentino Perez: Rekrut Xabi Alonso Jadi Pelatih Madrid Bukan Kesalahan.
Ukuran teks

Presiden Real Madrid, Florentino Perez, memberikan pembelaan terkait keputusannya menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih pada awal musim ini. Meski performa klub dianggap mengecewakan, Perez menegaskan bahwa langkah tersebut bukanlah sebuah kekeliruan.

Komentar ini muncul setelah Real Madrid harus menutup musim tanpa satu pun trofi di lemari juara mereka. Situasi ini memicu kritik tajam terhadap kebijakan manajemen dalam pemilihan suksesor Carlo Ancelotti.

Perjalanan Singkat Xabi Alonso di Kursi Pelatih

Xabi Alonso sejatinya hanya bertahan selama delapan bulan di kursi kepelatihan El Real sebelum akhirnya diberhentikan pada Januari lalu. Mantan gelandang legendaris Spanyol tersebut resmi didepak setelah memimpin tim dalam 34 pertandingan di berbagai ajang.

Selama masa kepemimpinannya, Alonso mencatatkan statistik yang sebenarnya tidak terlalu buruk dengan meraih 24 kemenangan. Namun, enam kekalahan yang diderita tim membuatnya harus meletakkan jabatan lebih awal dari kontrak aslinya.

Setelah Alonso pergi, manajemen Los Blancos memutuskan untuk mempromosikan Alvaro Arbeloa guna menangani tim utama secara penuh. Sayangnya, performa tim di bawah asuhan Arbeloa justru mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Berikut adalah perbandingan statistik antara masa kepemimpinan Xabi Alonso dan Alvaro Arbeloa musim ini:

Ringkasan performa pelatih Real Madrid sepanjang musim :

Kategori Statistik Xabi Alonso Alvaro Arbeloa
Total Pertandingan 34 Laga 25 Laga
Jumlah Kemenangan 24 Kali 15 Kali
Jumlah Kekalahan 6 Kali 8 Kali
Persentase Menang 70,5% 60%

Data di atas memperlihatkan bahwa pergantian pelatih di tengah musim tidak memberikan dampak instan bagi kebangkitan prestasi klub. Arbeloa tercatat mengalami kekalahan lebih banyak meskipun melakoni jumlah pertandingan yang lebih sedikit dibanding pendahulunya.

Penyebab Utama Kegagalan Musim Ini

Kegagalan total Madrid musim ini berujung pada tersingkirnya Kylian Mbappe dan rekan-rekan dari Copa del Rey serta Liga Champions. Selain itu, mereka juga harus merelakan gelar juara LaLiga jatuh ke tangan rival abadi mereka, Barcelona.

Kondisi nirgelar ini merupakan pengulangan sejarah kelam klub pada periode 2008 hingga 2010 silam. Namun, Florentino Perez memiliki alasan kuat mengapa timnya tampil kurang bertenaga sepanjang kompetisi berlangsung.

Menurut pria berusia 79 tahun tersebut, masalah utama berakar pada keikutsertaan Madrid di Piala Dunia Antarklub 2025. Jadwal turnamen yang padat membuat para pemain tidak memiliki waktu yang cukup untuk menjalani sesi pramusim secara ideal.

Perez menjelaskan dampak buruk dari minimnya persiapan fisik tersebut terhadap kondisi kebugaran skuat Los Galacticos.

Faktor teknis yang dianggap merusak performa tim :

  • Absennya agenda pramusim yang membuat fisik pemain tidak siap menghadapi kompetisi panjang.
  • Badai cedera parah yang menimpa sebanyak 28 pemain secara bergantian sepanjang musim.
  • Jadwal pertandingan yang sangat ketat setiap hari Rabu dan Minggu tanpa pemulihan yang cukup.
  • Ketidakmampuan tim mempertahankan kebugaran dasar akibat pergantian pelatih di tengah jadwal padat.

Poin-poin tersebut menjadi dasar bagi Perez untuk tetap mendukung keputusan awalnya terkait penunjukan Alonso. Baginya, kendala fisik dan jadwal menjadi faktor yang jauh lebih berpengaruh daripada sekadar taktik pelatih.

"Menunjuk Xabi Alonso bukanlah sebuah kesalahan," ungkap Perez dalam wawancaranya bersama La Sexta. Ia merasa kegagalan ini murni karena kondisi pemain yang kelelahan dan rentetan cedera yang tidak berujung.

Perez menambahkan bahwa tanpa basis fisik yang kuat dari pramusim, sangat sulit bagi pemain untuk terus tampil maksimal. Hal inilah yang pada akhirnya membuat performa Real Madrid menurun drastis di saat-saat krusial kompetisi.

Artikel terkait

Rekomendasi