Pertarungan sengit akan tersaji di Puskas Arena, Budapest, saat PSG berhadapan dengan Arsenal pada final Liga Champions 2025-2026. Laga penentuan juara ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 30 Mei 2026, pukul 23.00 WIB.
Bagi PSG, pertandingan ini merupakan momentum emas untuk mempertahankan mahkota juara sekaligus mengukir sejarah baru di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa. Musim lalu, raksasa Prancis ini tampil dominan dengan menggilas Inter Milan 5-0 pada partai puncak.
Skor telak tersebut bahkan tercatat sebagai selisih kemenangan terbesar dalam sejarah final Liga Champions maupun European Cup. Saat ini, PSG tengah menjalani musim ke-18 mereka di putaran utama turnamen ini.
Klub asal Paris tersebut menunjukkan konsistensi luar biasa dengan selalu berpartisipasi sejak musim 2012/2013. Hebatnya lagi, mereka berhasil menembus fase gugur selama 14 musim secara berturut-turut.
Mengejar Rekor Gol Milik Barcelona
Ketajaman lini depan PSG musim ini benar-benar menakutkan bagi lawan-lawannya. Sejauh ini, tim asuhan Luis Enrique tersebut telah mengoleksi total 44 gol sepanjang kompetisi.
Jumlah tersebut hanya selisih satu gol dari rekor sepanjang masa milik Barcelona yang mencetak 45 gol pada musim 1999/2000. PSG berpeluang besar melampaui catatan tersebut di laga final nanti.
Kekuatan menyerang PSG juga terlihat dari statistik mereka di babak sistem gugur. Dalam 64 pertandingan fase knockout yang pernah mereka jalani, PSG tidak pernah sekalipun gagal mencetak gol.
Ambisi Luis Enrique dan Dominasi Perancis
Pelatih Luis Enrique kini berada di ambang pencapaian bersejarah dalam karier kepelatihannya. Ia berpeluang mengamankan trofi Liga Champions ketiganya setelah sebelumnya sukses bersama Barcelona (2015) dan PSG (2025).
Jika berhasil menang di Budapest, Enrique akan menjadi pelatih asal Spanyol pertama yang meraih gelar juara secara beruntun. Rekor serupa terakhir kali dicetak oleh Jose Villalonga bersama Real Madrid pada era 1950-an.
Prestasi ini sekaligus akan mengukuhkan status PSG sebagai penguasa baru di daratan Eropa. PSG kini tercatat sebagai klub Prancis pertama yang mampu menembus tiga partai final European Cup.
Mereka juga menjadi satu-satunya tim asal Negeri Menara Eiffel yang berhasil mencapai babak final Liga Champions dalam dua musim berturut-turut. Konsistensi skuad menjadi kunci utama di balik kesuksesan ini.
Berikut adalah beberapa fakta menarik mengenai komposisi skuad dan stabilitas tim PSG musim ini:- Sebanyak 15 dari 16 pemain yang berlaga di final musim lalu masih setia memperkuat tim hingga saat ini.
- Pemain kunci seperti Vitinha dan Warren Zaire-Emery tercatat selalu tampil dalam 16 pertandingan Liga Champions musim ini.
- Willian Pacho dan Nuno Mendes juga menjadi pilar yang tak tergantikan di lini pertahanan sepanjang kampanye Eropa mereka.
- Keharmonisan skuad yang terjaga selama dua musim terakhir memberikan keunggulan taktis bagi PSG sebelum menghadapi Arsenal.
Daftar pemain di atas membuktikan bahwa PSG tidak hanya mengandalkan kemampuan individu, melainkan juga kekompakan tim yang sudah teruji di level tertinggi.
Khvicha Kvaratskhelia Jadi Mesin Gol Utama
Di lini serang, perhatian dunia tertuju pada sosok Khvicha Kvaratskhelia yang tampil fenomenal. Penyerang asal Georgia ini menjadi aktor intelektual di balik tajamnya lini depan PSG sepanjang fase gugur.
Kvaratskhelia sukses membukukan tujuh gol dan tiga assist hanya dalam babak sistem gugur musim ini. Secara total, ia kini telah mengoleksi 10 gol di kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut.
Catatan tersebut membuatnya menyamai rekor legendaris Zlatan Ibrahimovic sebagai pencetak gol terbanyak PSG dalam satu musim Liga Champions. Ketajamannya diharapkan kembali muncul untuk meredam pertahanan kokoh Arsenal di laga final nanti.
Dengan modal statistik yang mumpuni dan stabilitas skuad yang matang, PSG datang ke Budapest dengan kepercayaan diri tinggi. Duel melawan The Gunners akan menjadi pembuktian siapa yang paling layak bertakhta di Eropa.