Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, BRI Super League musim 2025/2026, kini hanya menyisakan satu pertandingan pamungkas. Seluruh tim peserta baru saja menyelesaikan rangkaian pertandingan pekan ke-33 yang berlangsung dari Jumat (15/5/2026) hingga Minggu (17/5/2026).
Persaingan menuju gelar juara mulai mengerucut dengan dominasi Persib Bandung yang semakin nyata di puncak klasemen. Tim berjuluk Maung Bandung tersebut kini berada di ambang sejarah besar untuk meraih gelar juara liga tiga kali berturut-turut.
Kepastian langkah Persib ini tak lepas dari keberhasilan mereka mencuri poin penuh saat bertandang ke markas PSM Makassar di pekan ke-33. Di sisi lain, rival terdekat mereka, Borneo FC, justru gagal meraih hasil maksimal setelah ditahan imbang oleh Persijap Jepara.
Selain perebutan takhta juara, tensi tinggi juga menyelimuti zona degradasi di papan bawah klasemen. Meski PSBS Biak dan Semen Padang sudah dipastikan turun kasta, masih ada satu jatah degradasi yang sedang dihindari oleh Madura United dan Persis Solo.
Dominasi Mental Juara Persib Bandung
Persib Bandung kembali menunjukkan mentalitas pemenang yang luar biasa saat menghadapi tekanan di laga tandang. Mereka berhasil menaklukkan tuan rumah PSM Makassar dengan skor tipis 2-1 di Stadion Gelora BJ. Habibie, Parepare, pada Minggu malam.
Gol pembuka keunggulan Persib dicetak oleh gelandang Thom Haye pada menit ke-32 sebelum akhirnya disamakan oleh Yuran Fernandes di menit ke-52. Kemenangan dramatis Maung Bandung dipastikan lewat gol telat bek Julio Cesar di pengujung laga yang membawa pulang tiga poin penting.
Hasil impresif ini memperkokoh posisi Persib di puncak klasemen dengan perolehan total 78 poin. Skuad asuhan Igor Tolic kini hanya membutuhkan satu poin tambahan saat menjamu Persijap Jepara pada Sabtu (23/5/2026) untuk merayakan pesta juara.
Borneo FC Terhambat di Jepara
Ambisi Borneo FC untuk terus menempel ketat Persib Bandung menemui tembok besar pada pekan ke-33. Tim berjuluk Pesut Etam tersebut tampak mulai kehabisan tenaga saat hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara.
Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini itu berakhir 0-0, sehingga Borneo FC hanya bisa menambah satu poin di klasemen. Kegagalan meraih kemenangan ini membuat mereka kini tertinggal dua poin di belakang Persib dengan satu laga tersisa.
Hasil seri ini juga secara resmi menghentikan catatan impresif tujuh kemenangan beruntun yang sebelumnya diraih oleh tim asuhan Mariano Peralta. Kini, harapan mereka untuk mengudeta posisi puncak bergantung pada hasil pertandingan terakhir dan mukjizat di lapangan hijau.
Skenario perebutan gelar juara antara Persib Bandung dan Borneo FC di pekan terakhir:
- Persib Bandung otomatis menjadi juara jika mampu meraih minimal hasil imbang saat melawan Persijap Jepara di laga penutup.
- Borneo FC wajib memenangkan pertandingan melawan Malut United sambil berharap Persib Bandung menelan kekalahan dari Persijap.
- Persib tetap unggul jika poin kedua tim sama di akhir musim karena Maung Bandung memiliki keunggulan catatan head-to-head atas Borneo FC.
Persaingan ini menjadi salah satu penutup musim yang paling mendebarkan karena melibatkan konsistensi performa dari kedua tim sepanjang musim kompetisi.
Drama Papan Bawah dan Harapan Persis Solo
Persaingan di papan bawah klasemen tidak kalah sengit dibandingkan dengan perebutan gelar juara musim ini. Persis Solo berhasil menghidupkan asa untuk tetap bertahan di BRI Super League musim depan setelah memetik kemenangan krusial.
Laskar Sambernyawa sukses menumbangkan Dewa United dengan skor 1-0 berkat gol tunggal yang dilesakkan oleh Luka Dumancic. Meski saat ini masih tertahan di posisi ke-16, tambahan tiga angka ini membuat jarak mereka dengan batas aman semakin menipis.
Persis kini mengoleksi 31 poin dan hanya terpaut satu angka dari Madura United yang berada tepat di atas mereka. Madura United sendiri gagal menjauh setelah menderita kekalahan 1-2 saat berkunjung ke markas PSIM Yogyakarta pada pekan yang sama.
Situasi penentuan nasib tim yang akan tetap bertahan di kasta tertinggi:
| Klub | Poin Saat Ini | Lawan Terakhir | Status Head-to-Head |
|---|---|---|---|
| Madura United | 32 | PSM Makassar | Kalah dari Persis Solo |
| Persis Solo | 31 | Persita Tangerang | Unggul dari Madura United |
Penjelasan tabel di atas menunjukkan bahwa Persis Solo memiliki keuntungan jika perolehan poin akhir mereka sama dengan Madura United. Oleh karena itu, laga pekan ke-34 pada Sabtu (23/5/2026) mendatang akan menjadi partai hidup mati bagi kedua kesebelasan.
Nasib Naas PSBS Biak Musim Ini
Di sisi lain, PSBS Biak yang sudah dipastikan terdegradasi kembali menelan hasil memilukan di pekan ke-33. Tim berjuluk Badai Pasifik tersebut menjadi bulan-bulanan Arema FC dalam pertandingan yang berakhir dengan skor telak 5-2.
Kekalahan di Stadion Sultan Agung ini menambah catatan buruk PSBS Biak yang sering menjadi lumbung gol bagi lawan-lawannya. Tercatat, ini merupakan kedelapan kalinya mereka kalah dengan selisih gol yang sangat mencolok, yakni di atas lima gol dalam satu laga.
Hingga pekan ke-33, gawang PSBS Biak tercatat sudah kebobolan sebanyak 88 kali, yang menjadikannya pertahanan terburuk di liga. Jika dirata-ratakan, tim asal Papua ini harus rela kemasukan sekitar 2,6 gol dalam setiap pertandingan yang mereka jalani musim ini.
Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah yang sangat besar bagi manajemen PSBS Biak sebelum mereka memulai petualangan baru di kasta kedua musim depan. Evaluasi total tentu dibutuhkan agar performa tim tidak kembali terpuruk di masa mendatang.
Seluruh pecinta sepak bola nasional kini menantikan momen dramatis di pekan ke-34 untuk melihat siapa yang akan berpesta di podium juara. Selain itu, sorotan juga tertuju pada satu tim terakhir yang harus merelakan posisinya dan turun kasta ke liga bawah.