Erick Thohir Dorong Reformasi SEA Games 2026: Fokus Olimpiade dan Hapus Cabor Tak Populer

Erick Thohir Dorong Reformasi SEA Games 2026: Fokus Olimpiade dan Hapus Cabor Tak Populer
Foto: Erick Thohir Dorong Reformasi SEA Games 2026: Fokus Olimpiade dan Hapus Cabor Tak Populer. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mendorong adanya transformasi besar-besaran dalam sistem penyelenggaraan SEA Games. Pernyataan tegas ini disampaikan Erick dalam forum SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 yang berlangsung di Bali.

Erick menekankan bahwa SEA Games tidak boleh lagi hanya dipandang sebagai ajang berburu medali semata. Baginya, kompetisi ini harus bertransformasi menjadi sarana pembinaan atlet agar mampu bersaing di level dunia.

Menurut Erick, SEA Games merupakan aset olahraga kolektif yang sangat berharga bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Ia menegaskan pentingnya menjaga marwah ajang ini sebagai batu loncatan menuju prestasi yang lebih tinggi.

Kritik Terhadap Dominasi Kepentingan Tuan Rumah

Dalam kesempatan tersebut, Erick Thohir menyoroti masalah klasik yang sering menghambat kualitas SEA Games. Ia mengkritik kebiasaan tuan rumah yang sering kali memilih cabang olahraga (cabor) hanya demi keuntungan perolehan medali sepihak.

Praktik pemilihan cabor yang tidak konsisten dan tidak mengacu pada standar Olimpiade dianggap menurunkan nilai kompetisi. Hal ini juga dinilai menghambat potensi ekonomi serta hubungan diplomatik antarnegara peserta.

Erick berpendapat bahwa pembenahan menyeluruh harus segera dilakukan mulai dari transparansi tata kelola hingga perencanaan komersial. Konsistensi dalam menentukan cabang olahraga menjadi kunci utama dalam reformasi ini.

Sebagai pejabat yang bertanggung jawab atas kepemudaan dan olahraga, Erick merasa memiliki tanggung jawab moral. Ia ingin memastikan masa depan olahraga di Asia Tenggara memiliki arah yang jelas dan profesional.

Prioritas pada Cabang Olahraga Olimpiade

Erick Thohir mengusulkan agar struktur kompetisi SEA Games lebih diarahkan sebagai ajang pemanasan menuju Asian Games dan Olimpiade. Fokus utama harus diberikan pada nomor-nomor pertandingan yang diakui secara internasional.

Dengan mengutamakan standar Olimpiade, tolok ukur prestasi atlet di kawasan ASEAN akan menjadi lebih terukur. Meski demikian, Erick tetap memberikan ruang bagi cabang olahraga tradisional sebagai bentuk pelestarian budaya lokal.

Langkah strategis yang diusulkan untuk mereformasi kualitas kompetisi meliputi:

  • Penetapan cabang olahraga yang wajib mengacu pada daftar resmi Olimpiade.
  • Peningkatan transparansi dalam tata kelola dan manajemen penyelenggaraan acara.
  • Penyusunan rencana komersial jangka panjang untuk meningkatkan nilai ekonomi ajang tersebut.
  • Pembentukan tim khusus untuk mengawal implementasi standar kompetisi yang baru.

Rangkaian rencana ini diharapkan dapat mengubah wajah SEA Games menjadi lebih profesional dan memiliki daya tawar tinggi. Transformasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kredibilitas kawasan di mata dunia olahraga internasional.

Kesepakatan Bali Declaration oleh Negara ASEAN

Gagasan yang diusung oleh Indonesia ini mendapat sambutan hangat dari perwakilan negara-negara tetangga. Delegasi dari Filipina, Singapura, Vietnam, hingga Laos menyatakan dukungannya terhadap rencana peningkatan standar kompetisi tersebut.

Para delegasi sepakat bahwa SEA Games yang lebih berkualitas akan memberikan dampak positif pada prestasi dan ekonomi kawasan. Kesepahaman ini kemudian dituangkan secara resmi dalam sebuah dokumen bernama Bali Declaration.

Sebagai tindak lanjut nyata, para menteri sepakat untuk membentuk tim khusus yang akan merumuskan detail pelaksanaan reformasi. Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru untuk membawa olahraga Asia Tenggara menuju standar global.

Artikel terkait

Rekomendasi