Persaingan sengit dan atmosfer penuh drama mewarnai laga puncak MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 musim 2025/2026. Kompetisi ini berlangsung di dua lokasi berbeda, yaitu Lapangan Bogowonto dan Lapangan Bola Jala Krida, Surabaya, pada Minggu (17/5/2026).
Ajang sepak bola putri ini diikuti oleh 1.620 siswi yang berasal dari 78 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Setelah bertanding ketat selama lima hari, lahir dua juara baru dari Kota Pahlawan untuk kategori usia yang berbeda.
SDN Pacarkeling V/186 B sukses menjadi yang terbaik pada kategori Kelompok Usia (KU) 12. Sementara itu, gelar juara untuk kategori KU 10 berhasil diraih oleh SDN Manukan Kulon.
Kedua partai final berlangsung sangat menegangkan hingga harus diselesaikan melalui drama adu penalti. Pada kategori KU 12, pemenang bahkan harus ditentukan lewat undian koin atau coin toss setelah skor penalti tetap berimbang.
Kompetisi sepak bola putri yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini menunjukkan peningkatan kualitas yang signifikan. Ketatnya persaingan menjadi bukti bahwa bakat pesepak bola putri di Surabaya dan sekitarnya semakin berkembang pesat.
Drama Adu Penalti di Kategori KU 12
Laga final KU 12 mempertemukan SDN Pacarkeling V/186 B melawan SDN Manukan Kulon dengan intensitas tinggi. Pertandingan waktu normal berakhir dengan skor imbang 1-1, yang memaksa laga berlanjut ke babak penalti.
SDN Pacarkeling sempat memimpin lewat gol Locita Waranggani Olah Nismara pada menit ke-19. Namun, SDN Manukan Kulon berhasil membalas melalui aksi Emily Zitara saat laga baru berjalan lima menit.
Saat babak adu penalti, drama terus berlanjut hingga skor terkunci di angka 5-5 setelah enam penendang beraksi. Berdasarkan regulasi yang berlaku, pemenang akhirnya harus ditentukan melalui prosedur coin toss atau lempar koin.
Undian koin tersebut menentukan tim mana yang bertindak sebagai penendang dan tim mana yang menugaskan penjaga gawang untuk menghalau bola. Keberuntungan memihak SDN Pacarkeling V/186 B yang mendapatkan jatah menendang.
Darleine Maryam Khairunisa yang ditunjuk sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna. Gol tersebut sekaligus mengunci kemenangan tipis 6-5 bagi SDN Pacarkeling V/186 B di partai puncak tersebut.
Hasil ini sekaligus memupuskan harapan SDN Manukan Kulon untuk mengawinkan gelar juara di dua kategori sekaligus. Meski gagal di KU 12, SDN Manukan Kulon tetap mencatatkan prestasi membanggakan pada kategori usia yang lebih muda.
Kemenangan Dramatis SDN Manukan Kulon di KU 10
Pada kategori KU 10, partai final mempertemukan SDN Manukan Kulon dengan SDN DR. Sutomo V/327. Pertandingan ini tidak kalah seru karena diwarnai aksi saling balas gol hingga skor akhir menjadi 3-3.
SDN Manukan Kulon sempat beberapa kali tertinggal dari lawannya sepanjang waktu normal. Namun, mental juara membuat mereka mampu bangkit dan memaksakan hasil imbang hingga peluit panjang berbunyi.
SDN Manukan Kulon akhirnya memastikan gelar juara melalui keunggulan di babak adu penalti. Dua penendang mereka sukses menyarangkan bola ke gawang lawan dengan tenang.
Di sisi lain, SDN DR. Sutomo V/327 yang tampil dominan sepanjang laga harus menelan pil pahit. Mereka hanya mampu mencetak satu gol dari tiga kesempatan penalti yang diberikan.
Evaluasi dan Pembinaan Berkelanjutan dari Jacksen Tiago
Kepala Pelatih MilkLife Soccer Challenge, Jacksen Ferreira Tiago, memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas para pemain di Surabaya. Menurutnya, kematangan pemain di kota ini sangat dipengaruhi oleh ekosistem sepak bola yang sudah terbangun lama.
Jacksen melihat potensi besar dalam diri anak-anak Surabaya yang memiliki postur tubuh cukup baik. Ia percaya bahwa jika individu-individu berbakat ini dikumpulkan dan dilatih dengan benar, mereka akan sangat kompetitif.
Daftar lengkap pemenang MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 2 2025/2026:
| Kategori | Posisi / Penghargaan | Pemenang |
|---|---|---|
| KU 10 | Juara (Champion) | SDN Manukan Kulon |
| KU 10 | Runner-up | SDN DR. Sutomo V/327 |
| KU 10 | Pemain Terbaik | Keyvara Maleyeka (SDN Manukan Kulon) |
| KU 10 | Pencetak Gol Terbanyak | Atsilah Dhia Syarafana (31 Gol) |
| KU 12 | Juara (Champion) | SDN Pacarkeling V/186 B |
| KU 12 | Runner-up | SDN Manukan Kulon |
| KU 12 | Pemain Terbaik | Locita Waranggaini Olah Nismara |
| KU 12 | Pencetak Gol Terbanyak | Anindita Lesmana (29 Gol) |
Tabel di atas merangkum hasil akhir kompetisi yang melahirkan juara-juara baru serta talenta individu terbaik di Surabaya. Prestasi ini menjadi modal penting bagi para siswi untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
Terkait program selanjutnya, Jacksen masih akan berdiskusi dengan tim staf untuk memilih pemain terbaik. Mereka yang terpilih nantinya akan masuk dalam skuat MilkLife Soccer Challenge All Star yang akan berlaga di Kudus.
Pemusatan latihan bagi tim All Star tersebut rencananya akan dilaksanakan pada pertengahan Juni mendatang. Hal ini bertujuan untuk terus mematangkan bakat-bakat muda agar dapat bersaing di level nasional.
Jacksen berharap ke depan pengembangan sepak bola putri tidak hanya bertumpu pada individu tertentu saja. Ia menginginkan tim-tim sekolah mampu berkembang secara kolektif agar persaingan semakin merata dan berkualitas.