Victor Lindelof akhirnya berhasil mengangkat trofi Liga Europa setelah pindah ke Aston Villa. Pencapaian ini terasa sangat spesial karena sebelumnya ia selalu gagal meraih gelar tersebut saat masih berseragam Manchester United.
Kemenangan bersejarah ini diraih setelah Aston Villa menumbangkan wakil Jerman, Freiburg, dengan skor telak 3-0. Pertandingan final tersebut berlangsung di Stadion Besiktas pada Kamis (21/5) dini hari WIB.
Tiga gol penentu kemenangan The Villans masing-masing dicetak oleh Youri Tielemans, Emiliano Buendia, dan Morgan Rogers. Hasil ini mengakhiri penantian panjang klub selama puluhan tahun untuk kembali berjaya di panggung Eropa.
Penantian Panjang Sejarah Aston Villa
Gelar Liga Europa musim 2025/2026 ini merupakan trofi bergengsi pertama bagi Aston Villa dalam kurun waktu lebih dari 44 tahun. Prestasi ini membangkitkan kembali memori kejayaan mereka di masa lalu.
Klub asal Birmingham ini terakhir kali mencicipi gelar juara di level tertinggi antarklub Eropa pada musim 1981/1982. Kala itu, mereka keluar sebagai kampiun European Cup yang kini dikenal dengan nama Liga Champions.
Daftar pencetak gol dalam laga final kontra Freiburg:
- Youri Tielemans
- Emiliano Buendia
- Morgan Rogers
Ketiga pemain tersebut sukses menjadi pahlawan kemenangan yang membawa trofi ke Villa Park. Keberhasilan ini sekaligus mengukuhkan dominasi tim asuhan Unai Emery di kompetisi kasta kedua Eropa tersebut.
Transformasi Peran Lindelof di Bawah Unai Emery
Victor Lindelof memegang peranan krusial dalam keberhasilan Aston Villa sepanjang kompetisi musim ini. Menariknya, Unai Emery memberikan peran baru kepada pemain asal Swedia tersebut di lini tengah.
Meskipun posisi aslinya adalah bek tengah, Lindelof justru sering dipasang sebagai gelandang bertahan oleh Emery. Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga kedalaman skuad serta keseimbangan permainan tim.
Lindelof merayakan kesuksesan ini dengan membagikan foto dirinya yang sedang mengalungkan medali emas melalui akun Instagram pribadinya. Unggahan tersebut memperlihatkan raut wajah penuh kepuasan setelah perjuangan panjang.
"Layak ditunggu," tulis pemain berusia 31 tahun tersebut dalam keterangan unggahannya. Kalimat singkat tersebut merujuk pada kegagalan beruntun yang ia alami di final-final sebelumnya.
Kegagalan Masa Lalu Bersama Manchester United
Sebelum meraih kesuksesan bersama Aston Villa, Lindelof harus melewati pengalaman pahit sebanyak dua kali di final Liga Europa. Kegagalan tersebut terjadi saat ia masih memperkuat Manchester United.
Pada musim 2020/2021, ia tampil sebagai starter di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer saat melawan Villarreal. Sayangnya, Setan Merah harus menyerah lewat drama adu penalti yang berakhir dengan skor 10-11.
Kejadian serupa terulang kembali pada musim 2024/2025 ketika Manchester United dilatih oleh Ruben Amorim. Namun, pada laga final tersebut, Lindelof hanya duduk di bangku cadangan dan tidak mendapatkan menit bermain.
Manchester United pun kembali menelan kekalahan tipis 0-1 dari sesama klub Inggris, Tottenham Hotspur. Kini, penantian panjang mantan pemain Benfica itu akhirnya terbayar lunas bersama klub barunya.
Ringkasan perbandingan perjalanan final Victor Lindelof:
| Musim | Klub | Lawan | Hasil Akhir |
|---|---|---|---|
| 2020/2021 | Manchester United | Villarreal | Kalah (Adu Penalti) |
| 2024/2025 | Manchester United | Tottenham | Kalah (0-1) |
| 2025/2026 | Aston Villa | Freiburg | Menang (3-0) |
Data di atas menunjukkan bahwa Lindelof membutuhkan tiga kali percobaan final untuk bisa benar-benar merasakan nikmatnya mengangkat trofi Liga Europa. Keputusannya untuk pindah ke Aston Villa terbukti menjadi langkah tepat bagi karier sepak bolanya.