De Bruyne Ungkap Pernyataan Mengejutkan Usai Conte Tinggalkan Napoli 2026

De Bruyne Ungkap Pernyataan Mengejutkan Usai Conte Tinggalkan Napoli 2026
Foto: De Bruyne Ungkap Pernyataan Mengejutkan Usai Conte Tinggalkan Napoli 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Gelandang bintang Napoli, Kevin de Bruyne, secara terbuka mengungkapkan rasa leganya setelah kepergian Antonio Conte dari kursi kepelatihan. Pemain asal Belgia tersebut mengaku tidak merasa cocok dengan sistem permainan yang diterapkan oleh pelatih asal Italia itu.

De Bruyne memutuskan untuk berseragam Napoli pada bursa transfer musim panas tahun lalu. Kepindahannya ini terjadi setelah ia merengkuh kesuksesan besar selama sepuluh musim membela Manchester City.

Statistik dan Performa Tim yang Kurang Memuaskan

Musim perdana De Bruyne bersama klub berjuluk Partenopei tersebut tidak berjalan mulus akibat terpaan cedera. Ia tercatat hanya tampil sebanyak 21 kali di seluruh kompetisi dengan perolehan lima gol serta empat assist.

Secara kolektif, prestasi Napoli pada musim 2025/2026 juga dianggap kurang memuaskan bagi tim sebesar mereka. Meski berhasil meraih trofi Piala Super Italia, mereka gagal di kompetisi utama lainnya.

Berikut adalah rangkuman performa Napoli di berbagai kompetisi sepanjang musim lalu:

  • Serie A: Menempati posisi runner-up dengan selisih 11 poin dari Inter Milan yang keluar sebagai juara.
  • Coppa Italia: Perjalanan tim harus terhenti di babak delapan besar.
  • Liga Champions: Napoli gagal melangkah lebih jauh ke fase gugur.
  • Piala Super Italia: Menjadi satu-satunya trofi yang berhasil dibawa pulang ke Naples.

Kegagalan di kompetisi utama tersebut menambah beban bagi tim yang sebelumnya memiliki ekspektasi tinggi. Kondisi ini juga memperkuat alasan di balik perombakan besar di jajaran kepelatihan.

Kritik Terhadap Taktik Defensif Conte

Antonio Conte sendiri telah memastikan kepergiannya sesaat setelah laga terakhir Napoli di Liga Italia berakhir. Pengunduran diri ini terjadi setahun lebih awal dari durasi kontrak aslinya yang baru habis tahun depan.

De Bruyne mengkritik keras gaya bermain Conte yang dianggap terlalu bertahan dan tidak memfasilitasi kemampuannya. Ia merasa tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk bermain di posisi idealnya selama di bawah arahan Conte.

Kepada media Belgia, Het Nieuwsblad, De Bruyne menjelaskan bahwa ia dan Conte memiliki visi sepak bola yang sangat berseberangan. Meski merasa kesulitan, pemain berusia 34 tahun ini mengeklaim tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk tim.

Ia menyoroti penggunaan formasi 4-5-1 yang cenderung bermain sangat dalam dan hanya mengandalkan kemenangan tipis satu gol. Strategi ini dianggapnya berdampak buruk pada statistik pemain, termasuk penyerang utama mereka yang hanya mampu mencetak sedikit gol.

Harapan untuk Menikmati Sepak Bola Kembali

Saat ditanya mengenai perasaannya atas perpisahan Conte dengan klub, De Bruyne menjawab dengan jujur bahwa ia merasa senang. Ia menilai kepergian sang pelatih memang sudah seharusnya terjadi demi kebaikan tim.

De Bruyne juga sempat menyinggung soal janji-janji gaya bermain yang diberikan padanya saat bergabung musim panas lalu. Namun, dalam kenyataannya, kesepakatan mengenai skema permainan tersebut tidak pernah terwujud di lapangan.

Eks pemain Chelsea ini menyayangkan hilangnya aspek kesenangan dalam bermain sepak bola akibat perbedaan visi tersebut. Baginya, bermain di bawah instruksi Conte membuatnya kehilangan identitas permainannya sebagai pengatur serangan.

Kini, dengan pergantian kepemimpinan di ruang ganti, De Bruyne berharap bisa kembali menikmati perannya di lapangan. Ia ingin membuktikan kembali kapasitasnya sebagai salah satu gelandang terbaik dunia pada musim mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi