Daihatsu Rocky Hybrid Segera Dirakit Lokal di Malaysia, Sinyal Masuk Indonesia?

Daihatsu Rocky Hybrid Segera Dirakit Lokal di Malaysia, Sinyal Masuk Indonesia?
Foto: Ilustrasi Daihatsu Rocky Hybrid Segera Dirakit Lokal di Malaysia, Sinyal Masuk Indonesia?.
Ukuran teks

Kehadiran Daihatsu Rocky Hybrid di pasar otomotif Asia Tenggara semakin diperkuat dengan kabar terbaru dari Malaysia. Jika di Indonesia mobil ini pertama kali muncul pada ajang GIIAS 2025 sebagai unit impor utuh, kondisi berbeda terjadi di negeri jiran.

Perodua, selaku mitra Daihatsu di Malaysia, baru saja memberikan konfirmasi bahwa kembaran Rocky yang dikenal dengan nama Ativa Hybrid akan segera diproduksi secara lokal.

Persiapan Produksi Lokal Perodua Ativa Hybrid

Kabar mengenai lokalisasi produksi ini disampaikan langsung oleh Dato Sri Zainal Abidin selaku President & CEO Perodua. Pernyataan tersebut muncul di sela-sela kunjungan Duta Besar Jepang untuk Malaysia di fasilitas pabrik mereka di Rawang.

Saat ini, Perodua sedang mematangkan berbagai detail penting sebelum resmi memulai produksi massal di dalam negeri. Fokus utama mereka mencakup penetapan waktu peluncuran serta penentuan skema harga jual yang kompetitif bagi konsumen.

Beberapa hal yang sedang difinalisasi oleh pihak Perodua meliputi:

  • Jadwal resmi dimulainya lini produksi di pabrik Rawang.
  • Penentuan harga jual unit untuk pasar domestik Malaysia.
  • Persiapan rantai pasok komponen lokal untuk mendukung produksi.

Dato Sri Zainal Abidin menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu ragu karena versi hybrid dari SUV kompak ini dipastikan akan diproduksi secara lokal dalam waktu dekat.

Proses Riset Melalui Skema Sewa

Langkah Perodua untuk melakukan perakitan lokal ini sebenarnya telah melalui riset panjang yang dimulai sejak tahun 2022. Kala itu, mereka mendatangkan 300 unit Ativa Hybrid dari Jepang namun tidak untuk dijual secara langsung kepada publik.

Ratusan unit tersebut dipasarkan melalui skema sewa dengan biaya sekitar 500 Ringgit atau setara Rp1,7 jutaan per bulan. Program ini memiliki durasi kontrak selama lima tahun atau dengan batas jarak tempuh maksimal 100.000 km.

Tujuan utama dari penerapan program sewa tersebut adalah:

  • Mengumpulkan data perilaku berkendara harian masyarakat Malaysia.
  • Mempelajari total biaya kepemilikan dan perawatan teknologi hybrid.
  • Menyiapkan ekosistem kendaraan elektrifikasi yang lebih luas di masa depan.

Melalui data-data yang terkumpul, Perodua dapat memastikan bahwa mobil elektrifikasi skala besar yang mereka produksi nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar lokal.

Spesifikasi Teknis dan Performa

Meski akan dirakit di Malaysia, spesifikasi teknis Ativa Hybrid dipastikan akan tetap mengikuti standar versi Jepang. Sistem yang digunakan tetap mengusung teknologi Daihatsu e-Smart Hybrid yang dikenal efisien.

Mobil ini menggunakan mesin berkode WA-VEX dengan konfigurasi 3 silinder berkapasitas 1.200 cc. Mesin tersebut bekerja sama dengan baterai 177,6 volt dan sistem transmisi Hybrid Transaxle.

Berikut adalah ringkasan spesifikasi teknis yang akan diusung:

Komponen Spesifikasi Detail
Mesin Utama WA-VEX 1.200 cc (3 Silinder)
Sistem Hybrid Daihatsu e-Smart Hybrid
Tegangan Baterai 177,6 Volt
Tenaga Maksimal 104 dk
Torsi Maksimal 170 Nm

Data di atas menunjukkan bahwa fokus utama dari sistem hybrid ini adalah keseimbangan antara performa mesin dan efisiensi bahan bakar yang optimal untuk penggunaan dalam kota.

Kabar mengenai produksi lokal di Malaysia ini tentu memicu pertanyaan besar bagi konsumen di Indonesia. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai kapan Daihatsu Indonesia akan mengikuti jejak serupa untuk merakit lokal Rocky Hybrid.

Artikel terkait

Rekomendasi