Penutupan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Italia, Serie A musim 2025/2026, menghadirkan sebuah drama besar yang tidak terduga bagi para penggemar bola. Persaingan ketat untuk memperebutkan tiket menuju Liga Champions musim depan baru benar-benar tuntas hingga menit-menit akhir pertandingan di pekan penutup.
Hasil akhir klasemen memberikan kejutan luar biasa yang memicu pembicaraan luas di seluruh dunia. Inter Milan secara resmi mengukuhkan diri sebagai penguasa Italia dengan menyegel gelar juara Serie A musim ini secara meyakinkan.
I Nerazzurri tampil sangat dominan sepanjang kompetisi berlangsung dan berhasil memuncaki klasemen akhir dengan raihan total 87 poin. Pasukan asuhan Cristian Chivu ini memastikan diri melaju ke Liga Champions 2026/2027 dengan status sebagai pemegang gelar Scudetto.
Inter Milan menunjukkan konsistensi luar biasa dengan keunggulan poin yang cukup jauh dari para pesaing terdekatnya. Mereka mengakhiri musim dengan selisih 11 angka di atas Napoli yang menempati posisi kedua klasemen akhir.
Meskipun pada pertandingan pamungkas hari Sabtu (23/05/2026) malam WIB mereka hanya bermain imbang 3-3 saat melawan Bologna, hasil itu tidak berarti apa pun bagi posisi mereka. Tahta juara sudah aman dalam genggaman Inter sejak beberapa pekan sebelumnya.
Napoli menjadi tim kedua yang memastikan diri mewakili Italia di panggung elit Eropa musim depan. Klub yang bermarkas di Naples tersebut menutup perjuangan musim ini dengan kemenangan tipis 1-0 saat menjamu Udinese pada Minggu malam WIB.
Di posisi ketiga, AS Roma juga sukses mengamankan satu tiket Liga Champions setelah mengumpulkan 73 poin. Keberhasilan I Giallorossi ini dipastikan setelah mereka membawa pulang tiga poin penuh dari markas Hellas Verona.
Kemenangan 2-0 di kandang lawan pada Senin (25/05/2026) dini hari WIB itu mengunci posisi mereka di empat besar. Roma tampil solid di pekan-pekan krusial untuk memastikan kembali berkompetisi di kancah tertinggi benua biru.
Kejutan Bersejarah dari Como 1907
Namun, dari semua pencapaian tim-tim besar tersebut, sorotan utama publik sepak bola justru tertuju pada Como. Klub ini benar-benar mencatatkan sejarah baru yang sangat fenomenal dan hampir tidak terbayangkan di awal musim.
Como yang sebelumnya tidak diunggulkan secara sensasional berhasil finis di peringkat keempat klasemen akhir. Keberhasilan ini otomatis membuat mereka meraih tiket bersejarah untuk tampil di Liga Champions musim depan.
Kepastian langkah bersejarah ini terjadi setelah Como tampil menggila dengan menghancurkan Cremonese lewat skor telak 4-1. Pertandingan yang berlangsung pada Senin dini hari WIB tersebut menjadi saksi bisu kebangkitan klub tersebut.
Pencapaian Como ini dianggap sebagai salah satu kisah paling mengejutkan dan inspiratif dalam sejarah Serie A modern. Keberhasilan mereka merusak dominasi tim mapan menjadi bukti kualitas permainan kolektif yang mereka usung sepanjang musim.
Kekecewaan Besar AC Milan dan Juventus
Berbanding terbalik dengan euforia yang dirasakan Como, dua raksasa tradisional Italia justru harus merasakan pahitnya kegagalan. AC Milan dan Juventus dipastikan gagal mendapatkan tempat di kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut.
AC Milan harus menerima kenyataan pahit setelah menelan kekalahan dramatis 1-2 dari Cagliari di hadapan pendukungnya sendiri di San Siro. Kekalahan di pekan terakhir ini berakibat fatal bagi posisi mereka di tabel klasemen.
Hasil negatif tersebut membuat I Rossoneri terlempar dari zona empat besar dan terpaksa puas finis di posisi kelima. Mereka mengakhiri musim dengan koleksi 70 poin, sebuah hasil yang sangat menyesakkan bagi seluruh elemen klub.
Kekecewaan ini terasa kian mendalam karena Milan sebenarnya mampu menjaga konsistensi di posisi tiga besar sejak pekan keempat. Namun, kegagalan meraih poin di saat-saat paling menentukan membuat impian Liga Champions mereka sirna.
Nasib serupa juga menimpa Juventus yang harus mengubur ambisi mereka untuk kembali ke Liga Champions. I Bianconeri gagal mengamankan poin maksimal setelah ditahan imbang 2-2 oleh rival sekota mereka, Torino.
Hanya mendapatkan tambahan satu poin membuat Juventus harus finis di peringkat keenam dengan torehan 69 angka. Dengan hasil ini, Si Nyonya Tua harus merelakan diri berkompetisi di Liga Europa untuk musim depan.
Berikut adalah daftar tim yang akan mewakili Liga Italia di ajang Liga Champions 2026/2027:
- Inter Milan: Lolos dengan status sebagai juara Serie A musim 2025/2026.
- Napoli: Memastikan tiket setelah finis sebagai runner-up klasemen.
- AS Roma: Mengamankan posisi ketiga setelah tampil konsisten di akhir musim.
- Como: Membuat sejarah baru dengan menempati posisi keempat klasemen akhir.
Daftar ini menunjukkan adanya pergeseran kekuatan di papan atas Italia musim ini. Kehadiran Como menggantikan posisi yang biasanya dihuni oleh Milan atau Juventus menjadi angin segar sekaligus peringatan bagi klub besar lainnya.
Rangkuman hasil pertandingan pekan terakhir Serie A musim 2025/2026:
| Waktu Pertandingan | Laga | Skor Akhir |
|---|---|---|
| Sabtu, 23 Mei 2026 | Fiorentina vs Atalanta | 1 - 1 |
| Sabtu, 23 Mei 2026 | Bologna vs Inter Milan | 3 - 3 |
| Minggu, 24 Mei 2026 | Lazio vs Pisa | 2 - 1 |
| Minggu, 24 Mei 2026 | Parma vs Sassuolo | 1 - 0 |
| Minggu, 24 Mei 2026 | Napoli vs Udinese | 1 - 0 |
| Senin, 25 Mei 2026 | AC Milan vs Cagliari | 1 - 2 |
| Senin, 25 Mei 2026 | Cremonese vs Como | 1 - 4 |
| Senin, 25 Mei 2026 | Torino vs Juventus | 2 - 2 |
| Senin, 25 Mei 2026 | Hellas Verona vs AS Roma | 0 - 2 |
Tabel hasil pertandingan di atas memperlihatkan betapa sengitnya persaingan di pekan penutup. Banyak tim yang memberikan perlawanan maksimal meskipun menghadapi klub-klub besar yang sedang berburu poin krusial.
Kekalahan Milan dan hasil imbang Juventus menjadi faktor kunci yang mengubah peta persaingan di papan atas secara drastis. Hal ini sekaligus memastikan musim depan akan memiliki wajah baru dalam perwakilan Italia di Eropa.
Bagi para pendukung sepak bola Italia, hasil musim ini memberikan warna yang sangat berbeda. Dominasi tim-tim tradisional mulai ditantang oleh kekuatan baru yang tampil lebih berani dan efektif di lapangan hijau.
Gelar juara yang diraih Inter Milan membuktikan kematangan strategi yang diterapkan oleh tim kepelatihan sepanjang tahun. Sementara itu, kegagalan tim-tim besar lainnya akan menjadi bahan evaluasi serius menjelang bursa transfer mendatang.
Dengan berakhirnya musim 2025/2026, fokus kini beralih pada persiapan tim-tim Italia untuk menghadapi kompetisi Eropa. Tantangan besar menanti Inter, Napoli, Roma, dan sang debutan Como untuk membawa nama harum Serie A di kancah internasional.