Ajang Piala Dunia selalu berhasil menyajikan momen-momen bersejarah melalui aksi para pemain legendarisnya di atas lapangan hijau. Salah satu pencapaian yang paling fenomenal adalah catatan gol yang dicetak oleh para pemain veteran meski usia mereka tak lagi muda.
Hingga saat ini, belum ada satu pun pemain yang mampu meruntuhkan dominasi Roger Milla dalam daftar pencetak gol tertua sepanjang sejarah kompetisi ini. Legenda asal Kamerun tersebut tetap kokoh di posisi puncak, mengungguli nama-nama besar seperti Pepe dan Cristiano Ronaldo.
Roger Milla dan Rekor yang Belum Terpecahkan
Roger Milla menorehkan tinta emas saat membela Kamerun melawan Rusia pada babak grup Piala Dunia 1994 yang digelar di Amerika Serikat. Kala itu, Milla berhasil mencetak gol dalam usia yang sangat matang, yakni 42 tahun 39 hari.
Meskipun pada laga tersebut Kamerun harus mengakui keunggulan Rusia dengan skor telak 1-6, gol tunggal Milla menjadi catatan sejarah yang abadi. Berdasarkan data resmi FIFA, rekor usia tersebut belum tergeser oleh siapapun selama tiga dekade terakhir.
Pesaing dari Portugal: Pepe dan Cristiano Ronaldo
Pemain yang paling mendekati pencapaian Milla saat ini adalah bek tangguh tim nasional Portugal, Pepe. Ia mencatatkan namanya di urutan kedua setelah mencetak gol ke gawang Swiss pada babak 16 besar Piala Dunia 2022.
Pada pertandingan yang dimenangkan Portugal dengan skor 6-1 tersebut, Pepe sudah menginjak usia 39 tahun 283 hari. Ia melampaui rekan setimnya, Cristiano Ronaldo, yang juga masuk dalam daftar elit pencetak gol tertua.
Cristiano Ronaldo sendiri menempati posisi ketiga berkat gol penaltinya ke gawang Ghana di fase grup pada edisi yang sama. Saat gol itu tercipta, sang megabintang tercatat berusia 37 tahun 292 hari.
Pencapaian Ronaldo semakin istimewa karena ia menjadi pesepak bola pertama yang selalu mencetak gol dalam lima edisi Piala Dunia yang berbeda. Hal ini menegaskan konsistensi luar biasa CR7 di level tertinggi dunia sepak bola.
Kehadiran Lionel Messi dan Deretan Pemain Ikonik
Kapten tim nasional Argentina, Lionel Messi, juga tidak ketinggalan mengisi daftar pencetak gol tertua di turnamen empat tahunan ini. Peraih gelar juara Piala Dunia 2022 tersebut saat ini berada di peringkat ke-15 dunia.
Messi mencetak gol terakhirnya di edisi tersebut pada usia 35 tahun 177 hari, bergabung dengan jajaran pemain hebat lainnya. Nama-nama mentereng seperti Olivier Giroud, Miroslav Klose, hingga Giovanni van Bronckhorst turut meramaikan daftar prestisius ini.
Daftar lengkap 20 pencetak gol tertua sepanjang sejarah Piala Dunia:
| Peringkat | Nama Pemain | Negara | Usia Saat Mencetak Gol |
|---|---|---|---|
| 1 | Roger Milla | Kamerun | 42 tahun 39 hari |
| 2 | Pepe | Portugal | 39 tahun 283 hari |
| 3 | Cristiano Ronaldo | Portugal | 37 tahun 292 hari |
| 4 | Gunnar Gren | Swedia | 37 tahun 236 hari |
| 5 | Cuauhtemoc Blanco | Meksiko | 37 tahun 151 hari |
| 6 | Felipe Baloy | Panama | 37 tahun 120 hari |
| 7 | Obdulio Varela | Uruguay | 36 tahun 279 hari |
| 8 | Martin Palermo | Argentina | 36 tahun 227 hari |
| 9 | Georges Bregy | Swiss | 36 tahun 152 hari |
| 10 | Olivier Giroud | Prancis | 36 tahun 71 hari |
| 11 | Tom Finney | Inggris | 36 tahun 64 hari |
| 12 | Miroslav Klose | Jerman | 36 tahun 29 hari |
| 13 | John Aldridge | Republik Irlandia | 35 tahun 279 hari |
| 14 | Nils Liedholm | Swedia | 35 tahun 264 hari |
| 15 | Lionel Messi | Argentina | 35 tahun 177 hari |
| 16 | Giovanni van Bronckhorst | Belanda | 35 tahun 151 hari |
| 17 | Rafa Marquez | Meksiko | 35 tahun 130 hari |
| 18 | Ricardo Pelaez | Meksiko | 35 tahun 103 hari |
| 19 | Yahya Golmohammadi | Iran | 35 tahun 84 hari |
| 20 | Safet Susic | Bosnia dan Herzegovina | 35 tahun 67 hari |
Tabel di atas merangkum para pemain yang berhasil membuktikan bahwa ketajaman di depan gawang tidak luntur oleh usia. Roger Milla masih menjadi satu-satunya pemain dalam sejarah yang mencetak gol di usia kepala empat.
Dominasi Roger Milla yang Sulit Digeser
Melihat daftar tersebut, posisi Roger Milla tampak sangat aman karena selisih usianya dengan Pepe mencapai lebih dari dua tahun. Hingga kini, rekor miliknya yang tercipta sejak 1994 seolah menjadi standar yang sulit dicapai pemain modern.
Keberhasilan Milla menjadi bukti nyata bahwa faktor usia bukan menjadi penghalang utama bagi seorang atlet untuk bersinar. Ia tetap menjadi ikon inspiratif bagi banyak pesepak bola yang ingin terus berkontribusi meski sudah melewati masa emasnya.