Operator kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia, I-League, secara resmi telah mengumumkan daftar nominasi untuk penghargaan individu Super League musim 2025/2026. Pengumuman ini menjadi sorotan utama karena menampilkan sejumlah nama pemain bintang yang tampil impresif sepanjang musim kompetisi berlangsung.
Persaingan sengit diperkirakan akan terjadi pada kategori yang paling dinantikan, yaitu Pemain Terbaik atau Most Valuable Player (MVP). Setidaknya ada lima pemain yang masuk dalam bursa kandidat utama untuk memperebutkan gelar individu paling bergengsi di kasta tertinggi sepak bola tanah air tersebut.
Nama-nama besar yang menghiasi daftar nominasi MVP ini berasal dari klub papan atas. Kandidat tersebut meliputi Mariano Peralta dan Juan Villa dari kubu Borneo FC, Federico Barba serta Beckham Putra yang mewakili Persib Bandung, hingga Allano Lima dari Persija Jakarta.
Di antara para kandidat, Mariano Peralta yang berposisi sebagai penyerang sayap milik Borneo FC disebut-sebut sebagai calon kuat pemenang musim ini. Pemain berkebangsaan Argentina tersebut menunjukkan performa luar biasa dengan mencatatkan statistik yang sangat menonjol di lapangan.
Peralta berhasil membukukan pencapaian langka dengan torehan dua digit pada jumlah gol maupun asis. Hingga saat ini, ia telah mengoleksi 18 gol serta menyumbangkan 13 asis bagi tim berjuluk Pesut Etam tersebut.
Kontribusi masif Peralta tidak hanya tercermin dari angka statistik pribadi, tetapi juga berdampak langsung pada posisi tim. Berkat performanya, Borneo FC mampu terus bersaing secara konsisten dalam perburuan gelar juara liga sejak kompetisi dimulai.
Dominasi Persib Bandung dan Borneo FC
Dominasi dua klub besar, yakni Persib Bandung dan Borneo FC, sangat terasa dalam daftar nominasi penghargaan individu musim 2025/2026 ini. Borneo FC tercatat mengirimkan lima wakil mereka, sementara Persib Bandung menyumbangkan tiga nama pemain terbaiknya.
Kehadiran banyak pemain dari kedua klub ini dianggap sangat wajar mengingat performa kolektif tim mereka yang sangat stabil. Keduanya konsisten menghuni posisi dua besar klasemen dan terlibat dalam persaingan ketat memperebutkan trofi juara hingga pekan-pekan terakhir.
Selain kategori pemain terbaik, sorotan juga tertuju pada Cahya Supriadi yang saat ini mengawal gawang PSIM Jogja. Mantan penjaga gawang Persija Jakarta ini menjadi satu-satunya pemain yang berhasil masuk ke dalam dua kategori penghargaan sekaligus.
Cahya Supriadi tercatat masuk dalam daftar nominasi Pemain Muda Terbaik serta kategori Penjaga Gawang Terbaik. Pencapaian ini menunjukkan kualitasnya yang tetap terjaga meski membela tim yang berbeda dari musim sebelumnya.
Berikut adalah rincian daftar nominasi untuk beberapa kategori utama penghargaan individu Super League :
| Kategori Penghargaan | Daftar Nama Nominasi | Klub Asal |
|---|---|---|
| Pemain Terbaik (MVP) | Mariano Peralta, Juan Villa, Federico Barba, Beckham Putra, Allano Lima | Borneo FC, Persib, Persija |
| Pemain Muda Terbaik | Cahya Supriadi, Dony Tri Pamungkas, Rivaldo Pakpahan | PSIM Jogja, Persija, Borneo FC |
| Penjaga Gawang Terbaik | Cahya Supriadi, Nadeo Argawinata, Igor Rodrigues | PSIM Jogja, Borneo FC, Persita |
Tabel di atas merangkum persaingan ketat yang melibatkan pemain-pemain kunci dari klub besar yang mendominasi liga musim ini. Daftar ini mencerminkan kualitas individu yang memberikan dampak besar bagi kesuksesan klub masing-masing sepanjang kompetisi.
Pada kategori Pemain Muda Terbaik, Cahya Supriadi harus bersaing dengan talenta muda lainnya seperti Dony Tri Pamungkas dan Rivaldo Pakpahan. Ketiganya dianggap sebagai masa depan sepak bola Indonesia berkat penampilan konsisten mereka di lapangan.
Sementara itu, persaingan di sektor penjaga gawang juga tidak kalah menarik untuk diikuti. Cahya Supriadi akan berhadapan dengan kiper berpengalaman seperti Nadeo Argawinata dari Borneo FC dan Igor Rodrigues untuk memperebutkan sarung tangan emas.
Rilisnya daftar nominasi ini semakin memanaskan atmosfer kompetisi menjelang berakhirnya musim Super League 2025/2026. Para penggemar sepak bola kini menanti siapa saja yang akan membawa pulang trofi penghargaan tersebut sebagai apresiasi atas kerja keras mereka.
I-League selaku operator memastikan bahwa penilaian dilakukan secara objektif berdasarkan kontribusi pemain sepanjang musim. Pengumuman pemenang biasanya akan dilakukan pada acara malam penghargaan khusus setelah semua laga kompetisi berakhir sepenuhnya.