Chelsea harus menghadapi konsekuensi hukum dari Federasi Sepakbola Inggris (FA) terkait insiden yang melibatkan mantan pelatih mereka, Liam Rosenior. Meskipun Rosenior sudah tidak lagi menjabat, klub tetap dijatuhi sanksi denda.
Kabar yang dilansir dari Daily Mail menyebutkan bahwa hukuman ini bermula dari tindakan ofensif para penggemar terhadap sang pelatih. Insiden tersebut terjadi saat Rosenior melakoni laga debutnya melawan Charlton Athletic di ajang Piala FA.
Pada pertandingan babak ketiga yang berakhir dengan kemenangan telak 5-1 untuk Chelsea tersebut, atmosfer di stadion sempat memanas. Rosenior dilaporkan menjadi sasaran ejekan kasar dari tribun penonton pada babak kedua pertandingan.
Rincian mengenai pelanggaran disiplin yang dituduhkan FA kepada Chelsea:
- Pertandingan yang dipermasalahkan adalah laga Piala FA melawan Charlton Athletic pada 10 Januari 2026.
- Pelanggaran terjadi sekitar menit ke-56 saat suporter diduga melakukan tindakan tidak pantas.
- Ejekan yang dilontarkan mengandung unsur penghinaan yang merujuk pada agama atau keyakinan tertentu.
- Chelsea dianggap gagal mengendalikan perilaku pendukungnya sesuai dengan standar regulasi FA.
Pihak FA menegaskan bahwa klub memiliki tanggung jawab penuh atas sikap para penggemar yang mengaku sebagai pendukung mereka. Pihak otoritas sepakbola Inggris ini memberikan batas waktu hingga Jumat, 29 Mei, bagi manajemen Chelsea untuk memberikan tanggapan resmi.
Jika Chelsea memilih untuk tidak mengajukan banding, proses penjatuhan denda akan segera dieksekusi oleh FA. Masalah hukum ini menambah catatan buruk bagi perjalanan singkat Rosenior bersama klub asal London Barat tersebut.
Sebagai informasi, pria berusia 44 tahun ini telah dibebastugaskan dari posisinya sejak April lalu. Keputusan pemecatan diambil manajemen setelah Chelsea mengalami penurunan performa yang sangat signifikan di bawah arahannya.
Sebelum didepak, Rosenior mencatatkan rekor buruk dengan membawa "Si Biru" menelan lima kekalahan berturut-turut. Tragisnya, dalam periode tersebut, Cole Palmer dan rekan-rekan setimnya gagal mencetak satu gol pun ke gawang lawan.
Statistik performa terakhir Chelsea di bawah kendali Liam Rosenior:
| Kategori | Catatan Performa |
|---|---|
| Posisi Saat Dipecat | Peringkat 7 Klasemen |
| Tren Terakhir | 5 Kekalahan Beruntun |
| Produktivitas Gol | 0 Gol dalam 5 Laga Terakhir |
| Posisi Akhir Musim | Peringkat 10 |
Tabel di atas menunjukkan betapa drastisnya penurunan kualitas permainan Chelsea hingga mereka akhirnya terlempar dari persaingan papan atas. Kegagalan tersebut berdampak luas bagi masa depan klub di kancah internasional.
Chelsea dipastikan absen dari seluruh kompetisi Eropa pada musim mendatang karena hanya mampu finis di urutan ke-10. Untuk memperbaiki situasi ini, manajemen bergerak cepat dengan menunjuk Xabi Alonso sebagai manajer permanen yang baru.
Kini, publik Stamford Bridge berharap kehadiran Alonso dapat membawa perubahan positif dan mengembalikan kejayaan klub. Fokus utama sang pelatih baru adalah membangun kembali mentalitas tim yang sempat terpuruk di musim sebelumnya.