Mercedes-Benz baru saja mengumumkan peluncuran truk listrik bernama reEconic yang terbuat dari bahan-bahan daur ulang. Kolaborasi ini melibatkan Mercedes-Benz Trucks, Faun sebagai spesialis kendaraan pengumpul sampah, dan perusahaan daur ulang TSR Group, yang mendukung perkembangan ekonomi sirkular holistik.
reEconic dibangun atas dasar filosofi unik mengumpulkan dan memanfaatkan ulang sampah, serta dibangun dengan komponen hasil daur ulang. Truk ini merupakan pengembangan dari model Mercedes-Benz eEconic, yang mengutamakan penggunaan bahan daur ulang dalam komponen utama seperti baja, aluminium, kaca, dan plastik. Penggunaannya diharapkan menggantikan hingga 5,2 ton material konvensional dengan alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Bahan daur ulang telah menjadi fitur inovatif pada reEconic, dengan penggunaan poliamida daur ulang dari limbah karpet dan jaring ikan pada kursi kabin. Selain itu, elemen kayu pohon beech atau fagus bersertifikat telah digunakan di lantai, lengkungan roda, hingga atap kabin truk, menyerap CO2 atmosferik dalam serat kayunya sepanjang masa pertumbuhan pohon.
Penggunaan Material Inovatif dan Meminimalkan Emisi
Bagian struktural truk seperti gandar depan dan rangka samping dibuat dari baja rendah emisi dengan kandungan baja daur ulang antara 88% hingga 97%. Elemen aluminiumnya juga mengandung 75% material pasca-konsumsi sambil tetap memastikan tingkat keamanan. Kandungan daur ulang pada kaca reEconic mencapai rata-rata 64% tanpa mengorbankan standar durabilitas dan keselamatan kendaraan komersial.
Bodi Faun reNew Variooress yang ada di bagian belakang truk juga sejalan dengan semangat ramah lingkungan. Hampir 99% dari panel kontrolnya dan 92% spatbor terbuat dari material daur ulang. CEO Faun Group, Malte Sonnenburg, menyatakan bahwa melalui Faun reNew Variopress, tanggung jawab dan efisiensi ekonomi dapat terjalin bersamaan, mewujudkan ekonomi sirkular dalam manufaktur kendaraan.
Berkomitmen pada Masa Depan Hijau
Truk reEconic akan menjalani uji coba dunia nyata bersama perusahaan Remondis pada paruh kedua tahun 2026. Penggunaan ban vulkanisir yang meningkatkan proporsi material terbarukan hingga 80% diharap mampu mengurangi emisi CO2 dalam proses manufaktur sebesar 41% dibandingkan model konvensional. Proyek ini menjadi cetak biru bagi masa depan, memastikan truk yang beroperasi tidak hanya bebas emisi gas buang tetapi juga memiliki jejak karbon minimal sejak dari tahap pabrikasi.