Buntung Rp276 Triliun Proyek Mobil Listrik Honda Guncang Pasar Global

Buntung Rp276 Triliun Proyek Mobil Listrik Honda Guncang Pasar Global
Foto: Ilustrasi Buntung Rp276 Triliun Proyek Mobil Listrik Honda Guncang Pasar Global.
Ukuran teks

Honda kini tengah menghadapi masa sulit setelah proyek kendaraan listrik mereka mencatatkan kerugian besar mencapai 15,9 miliar dolar AS atau setara dengan Rp276 triliun. Situasi ini memaksa pabrikan asal Jepang tersebut segera mengambil langkah efisiensi demi menjaga keberlangsungan bisnis mereka di pasar global yang semakin menantang.

Berdasarkan laporan dari The Japan Times, kerugian ini dipicu oleh penerapan tarif perdagangan di Amerika Serikat serta menurunnya daya saing Honda di wilayah Asia, terutama Tiongkok. Honda bahkan memproyeksikan akan terus mengalami penurunan nilai investasi karena persaingan ketat yang membuat posisi mereka di pasar otomotif mulai tergerus.

Untuk menekan kerugian lebih lanjut, Honda memutuskan untuk menunda peluncuran generasi terbaru dari beberapa jajaran mobil mereka dan mempertahankan model yang saat ini beredar di pasar. Langkah ini secara langsung berdampak pada konsumen yang terpaksa menunggu waktu lebih lama untuk mendapatkan versi pembaruan dari model-model populer Honda.

Kegagalan strategi ini juga berujung pada pembatalan beberapa proyek kendaraan listrik penting, seperti pengembangan Acura RSX dan Afeela 1 hasil kolaborasi dengan Sony. Pembatalan sejumlah model konsep ini menjadi bukti nyata bahwa peta jalan kendaraan listrik Honda belum berjalan sesuai dengan harapan awal perusahaan.

Penundaan Peluncuran Model Terbaru

Beberapa kendaraan yang terkena dampak langsung dari kebijakan ini adalah Honda Odyssey, di mana generasi terbaru MPV ini jadwal peluncurannya mundur sekitar tiga tahun hingga 2030. Selain itu, Honda Accord yang ada saat ini akan terus dipasarkan hingga tahun 2030 sebelum nantinya beralih sepenuhnya ke pilihan mesin hybrid.

Nasib serupa juga menimpa Honda HR-V yang diprediksi akan tetap menggunakan model saat ini selama kurang lebih dua tahun ke depan tanpa perubahan signifikan. Generasi teranyar dari SUV kompak yang sangat digemari ini diperkirakan baru akan menyapa konsumen pada tahun 2032 mendatang.

Lini mewah Honda, yakni Acura, juga tidak luput dari penundaan di mana peluncuran generasi terbaru Acura MDX harus digeser hingga sekitar tahun 2031. Keputusan ini dinilai sangat berisiko mengingat MDX merupakan salah satu tulang punggung penjualan utama bagi merek Acura di pasar Amerika Serikat dan Eropa.

Meski sedang dalam tekanan besar, manajemen Honda tetap menyatakan optimisme terhadap masa depan perusahaan dengan memperluas pengembangan teknologi hybrid pada lebih banyak model. Mereka yakin bahwa fokus pada mesin bensin-listrik ini merupakan strategi transisi yang paling tepat sembari mengevaluasi kembali proyek elektrifikasi murni.

Kondisi Operasional dan Penjualan di Indonesia

Dampak dari guncangan finansial dan perubahan strategi global ini mulai terasa di pasar domestik dengan tutupnya sejumlah diler resmi Honda secara permanen di beberapa kota besar. Beberapa diler yang berhenti beroperasi antara lain adalah Honda Pondok Pinang di Jakarta Selatan, Honda Pasteur di Bandung, serta Honda Jemursari di Surabaya.

Selain itu, jaringan penjualan lainnya seperti Honda Triputra di Bekasi, Honda Trimegah di BSD, serta Honda Modernland di Kota Tangerang juga turut menutup operasional mereka. Penutupan diler-diler ini menjadi indikasi kuat adanya restrukturisasi jaringan di tengah kondisi pasar otomotif yang sedang mengalami dinamika cukup berat.

Yusak Billy, selaku Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM), menjelaskan bahwa penutupan operasional beberapa diler tersebut didasarkan pada pertimbangan internal masing-masing pemilik diler. Meskipun demikian, HPM berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen melalui jaringan distribusi yang tetap aktif dan mudah dijangkau di wilayah lain.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Gaikindo, performa penjualan mobil Honda di Indonesia menunjukkan tren yang sangat fluktuatif selama enam tahun terakhir sebelum akhirnya merosot tajam pada tahun 2025. Penurunan drastis ini diduga kuat merupakan imbas dari kombinasi kerugian proyek global dan serangan agresif dari produsen mobil listrik asal Tiongkok.

Tahun Penjualan Jumlah Unit Terjual
2020 79.451 unit
2021 91.393 unit
2022 125.411 unit
2023 128.010 unit
2024 103.023 unit
2025 71.233 unit

Kerugian masif dari proyek kendaraan listrik global telah memaksa Honda untuk mengubah haluan strategi demi menghadapi ekspansi pabrikan kompetitor yang sangat masif. Situasi ini menunjukkan betapa besarnya tantangan yang dihadapi oleh pabrikan otomotif tradisional dalam melakukan transisi menuju era kendaraan ramah lingkungan yang penuh ketidakpastian.

Artikel terkait

Rekomendasi