Pengamat sepak bola kawakan, Ronny Pangemanan, menyampaikan rasa optimisnya terhadap peluang Timnas Indonesia di ajang Piala Asia 2027 mendatang. Sosok yang akrab disapa Bung Ropan ini menilai skuad Garuda punya modal kuat untuk bersaing di fase grup.
Meskipun Indonesia tergabung dalam Grup F yang tergolong berat, ia yakin anak asuh John Herdman mampu memberikan kejutan. Indonesia dijadwalkan akan berhadapan dengan rival regional Thailand serta dua raksasa Asia yang pernah mencicipi gelar juara, yakni Jepang dan Qatar.
Persiapan Matang Menuju Arab Saudi
Turnamen bergengsi Piala Asia 2027 sendiri rencananya bakal diselenggarakan di Arab Saudi. Kompetisi ini akan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai dari 7 Januari hingga 7 Februari tahun depan.
Keuntungan besar didapat Timnas Indonesia karena mereka berhasil lolos langsung ke putaran final tanpa melalui babak kualifikasi tambahan. Keberhasilan menembus putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia menjadi kunci utama Garuda mengamankan tiket tersebut.
Daftar pemain kunci yang merumput di liga luar negeri dan terus dipantau tim pelatih:
- Jay Idzes
- Emil Audero
- Kevin Diks
- Calvin Verdonk
- Ole Romeny
- Ragnar Oratmangoen
- Justin Hubner
- Joey Pelupessy
- Maarten Paes
Sederet nama di atas merupakan pilar penting yang saat ini sedang meniti karier di berbagai kompetisi papan atas Eropa. Pelatih John Herdman secara rutin mengamati perkembangan performa mereka demi membangun kedalaman skuad yang mumpuni.
Fokus Pemusatan Latihan Domestik
Selain pemain diaspora, perhatian juga tertuju pada talenta-talenta yang berkompetisi di liga domestik Indonesia. Tercatat ada sekitar 23 pemain lokal yang akan segera berkumpul untuk menjalani agenda pemusatan latihan atau TC.
Para pemain ini tidak hanya diproyeksikan untuk menghadapi gelaran Piala Asia saja. Mereka juga dipersiapkan guna melakoni sejumlah agenda penting lainnya seperti FIFA Matchday, Piala AFF, hingga turnamen FIFA ASEAN Cup.
Agenda penting yang akan dihadapi oleh skuad Garuda dalam waktu dekat:
| No | Nama Turnamen atau Agenda | Tujuan Utama Persiapan |
|---|---|---|
| 1 | Piala Asia 2027 | Kompetisi utama tingkat Asia di Arab Saudi |
| 2 | FIFA Matchday | Peningkatan peringkat FIFA dan uji coba internasional |
| 3 | Piala AFF / FIFA ASEAN Cup | Persaingan supremasi sepak bola di Asia Tenggara |
Daftar agenda tersebut menunjukkan betapa padatnya jadwal Timnas Indonesia dalam upaya meningkatkan level permainan di kancah internasional. Fokus utama tetap pada pematangan strategi dan kekompakan tim secara menyeluruh.
Belajar dari Performa Melawan Bulgaria
Bung Ropan menjadikan penampilan Indonesia saat melawan Bulgaria di final FIFA Series 2026 sebagai standar atau tolok ukur. Ia mengaku sangat terkesan dengan cara bermain Jay Idzes dan kawan-kawan saat menghadapi tim asal Eropa tersebut.
Menurutnya, Indonesia mampu mendominasi penguasaan bola hingga membuat lawan yang secara fisik lebih kuat terpaksa bermain bertahan. Strategi parkir bus yang diterapkan Bulgaria dianggap sebagai bukti bahwa permainan Indonesia sangat disegani.
Bung Ropan mengungkapkan keyakinannya melalui kanal YouTube ITSMe terkait performa apik tersebut. Ia menyebutkan bahwa meskipun Indonesia harus menelan kekalahan, hasil itu didapat hanya melalui titik putih atau penalti saja.
Secara keseluruhan, alur permainan tim dianggap sangat berkembang dan tidak berada dalam tekanan lawan yang terus-menerus. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak dikurung habis-habisan oleh Bulgaria selama pertandingan berlangsung.
Kemampuan memberikan perlawanan sengit ini ternyata juga mendapatkan apresiasi langsung dari pihak lawan. Baik pemain maupun pelatih timnas Bulgaria mengakui bahwa kualitas permainan Indonesia saat ini sudah berada di level yang berbeda.
Hal inilah yang membuat John Herdman merasa sangat percaya diri dengan komposisi skuad yang dimilikinya sekarang. Keyakinan pelatih asal Kanada tersebut menjadi angin segar bagi pendukung setia sepak bola di tanah air.
Urgensi Penambahan Penyerang di Skuad Garuda
Mengingat pelaksanaan Piala Asia yang masih menyisakan waktu cukup lama, John Herdman memiliki ruang untuk menyempurnakan tim. Salah satu opsi yang terus dipertimbangkan adalah memperkuat lini serang melalui program naturalisasi pemain baru.
Bung Ropan kembali menekankan pentingnya langkah strategis bagi PSSI untuk segera mencari tambahan penyerang murni. Selama ini, lini depan Indonesia dinilai masih terlalu bergantung pada sosok Ole Romeny dalam urusan mencetak gol.
Meskipun sektor pertahanan sudah dianggap cukup solid, ia tidak menutup kemungkinan adanya tambahan pemain berkualitas. Salah satu nama yang sempat disinggung adalah Pascal Struijk yang saat ini tampil impresif bersama klub Leeds United.
Struijk bisa menjadi opsi menarik apabila dirinya tidak mendapatkan panggilan dari tim nasional Belanda. Namun, prioritas utama tetap tertuju pada pencarian pemain di posisi ujung tombak atau striker nomor sembilan.
Bung Ropan menjelaskan bahwa Ole Romeny sebenarnya memiliki gaya main yang lebih efektif sebagai pemain nomor sepuluh. Posisi tersebut memungkinkannya bermain sedikit di belakang striker utama dengan daya jelajah yang lebih bebas.
Hal ini sudah terbukti saat Indonesia bertanding melawan Saint Kitts and Nevis, di mana Ole memberikan dua assist untuk Beckham Putra. Keberhasilan menciptakan peluang dan gol tersebut menunjukkan bahwa Ole lebih maksimal jika tidak diplot sebagai striker tunggal.
Oleh karena itu, kebutuhan akan penyerang murni dari kompetisi Eropa menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi. Kehadiran striker haus gol diharapkan mampu menjadi solusi atas tumpulnya lini depan dalam menghadapi tim-tim besar Asia nanti.