Rangkaian program edukasi BRI Goes to Campus untuk musim 2025/2026 resmi berakhir di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada Rabu (13/5/2026). Acara ini menjadi penutup manis dari agenda sosialisasi yang dilakukan I.League di berbagai wilayah sepanjang musim kompetisi ini.
Sebelum mencapai puncaknya di Jakarta, program ini telah menyambangi sepuluh kota besar di seluruh Indonesia. Sasaran utama edukasi ini tidak hanya terbatas pada lingkungan universitas, tetapi juga menjangkau sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA).
Fokus pada Industrialisasi Sepak Bola Nasional
Kegiatan penutupan ini diselenggarakan di Gedung Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNJ dengan antusiasme tinggi. Ratusan mahasiswa hadir untuk mengikuti seminar yang mengupas tuntas perkembangan industri sepak bola di tanah air.
Dalam kesempatan tersebut, I.League memaparkan materi mendalam mengenai tata kelola dan operasional kompetisi sepak bola profesional. Selain itu, para peserta diajak berdiskusi mengenai berbagai peluang karier yang tersedia di sektor industri olahraga.
Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, hadir secara langsung untuk memberikan motivasi kepada para mahasiswa yang hadir. Beliau menekankan pentingnya persiapan diri dan penguasaan keahlian khusus untuk menghadapi tantangan di industri sepak bola modern.
Asep menjelaskan bahwa mahasiswa perlu mengasah kemampuan agar siap berkarier secara profesional di bidang ini. Salah satu poin penting yang ia soroti adalah penguasaan bahasa asing guna menunjang komunikasi di level global.
Selain aspek teknis komunikasi, Asep juga mengingatkan bahwa kecintaan terhadap dunia sepak bola merupakan modal dasar yang sangat penting. Dengan kombinasi keahlian dan minat, peluang kerja di industri olahraga akan semakin terbuka lebar.
Sesi Praktik Bersama Panitia Pelaksana Persija
Kegiatan di UNJ ini tidak hanya terpaku pada teori atau seminar umum semata. I.League turut menghadirkan sesi kelas khusus yang bekerja sama dengan panitia pelaksana pertandingan dari klub Persija Jakarta.
Pada sesi ini, para peserta mendapatkan gambaran nyata mengenai pembagian tugas dalam penyelenggaraan sebuah pertandingan profesional. Materi yang disampaikan mencakup berbagai peran krusial di balik layar sebuah laga besar.
Berikut adalah beberapa bidang profesi dalam manajemen sepak bola yang dibahas secara mendalam:- Media Officer: Bertanggung jawab mengelola komunikasi antara klub atau penyelenggara dengan media massa dan publik.
- Marketing Officer: Berfokus pada strategi komersial, pencarian sponsor, dan pengembangan identitas merek dari entitas sepak bola.
- Medical Officer: Memastikan seluruh aspek kesehatan pemain serta kesiapan fasilitas medis di stadion selama pertandingan berlangsung.
- Security Officer: Mengatur protokol keamanan di dalam dan luar stadion guna menjamin keselamatan penonton serta tim yang bertanding.
- General Coordinator (GC): Bertindak sebagai pengawas utama yang mengoordinasikan seluruh departemen agar pertandingan berjalan sesuai regulasi.
Pemaparan ini memberikan wawasan baru bagi mahasiswa bahwa industri sepak bola memiliki cakupan yang sangat luas. Profesi-profesi tersebut membuktikan bahwa sepak bola tidak hanya soal pemain di lapangan, tapi juga soal manajemen yang solid.
Komitmen I.League Terhadap Edukasi Generasi Muda
Pihak I.League menegaskan bahwa inisiatif Goes to Campus merupakan bagian integral dari strategi pengembangan pendidikan sepak bola bagi kaum muda. Program ini dirancang untuk memperkenalkan sisi nonteknis dari olahraga yang paling populer di Indonesia ini.
Selama musim 2025/2026, agenda ini menjadi salah satu program aktivasi komunitas yang paling menonjol bagi operator kompetisi. Tujuannya adalah menciptakan jembatan yang lebih kuat antara dunia sepak bola profesional dengan institusi pendidikan formal.
Dengan berakhirnya sesi di UNJ, I.League menyatakan bahwa seluruh target pelaksanaan program untuk musim ini telah tercapai dengan sukses. Tercatat ada 10 kampus dan 10 SMA yang berhasil mendapatkan edukasi langsung dari operator liga.
Setelah ini, I.League berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program yang telah berjalan selama setahun terakhir. Proses evaluasi ini sangat penting untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kualitas kegiatan di masa mendatang.
Hasil dari peninjauan tersebut nantinya akan dijadikan fondasi utama dalam menyusun agenda serupa untuk musim kompetisi berikutnya. I.League berkomitmen untuk terus konsisten memberikan edukasi guna mencetak tenaga profesional baru di industri olahraga.
Ringkasan Pencapaian Program Musim 2025/2026
Data berikut menunjukkan jangkauan dan capaian program edukasi yang telah dilaksanakan oleh I.League:| Kategori Target | Jumlah Institusi | Fokus Utama Materi |
|---|---|---|
| Perguruan Tinggi (Kampus) | 10 Institusi | Industrialisasi & Manajemen Karir Olahraga |
| Sekolah Menengah Atas (SMA) | 10 Institusi | Pengenalan Industri & Literasi Sepak Bola |
| Lokasi Pelaksanaan | 10 Kota | Distribusi Edukasi Nasional |
| Kolaborasi Klub | Persija Jakarta | Manajemen Operasional Pertandingan |
Tabel di atas menggambarkan komitmen I.League dalam meratakan pemahaman mengenai ekosistem sepak bola di berbagai tingkatan pendidikan. Pencapaian ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia di olahraga nasional.
Kehadiran program seperti ini dianggap sangat krusial di tengah upaya Indonesia memperbaiki struktur kompetisi sepak bolanya. Dengan edukasi yang tepat sejak dini, diharapkan industri sepak bola nasional dapat dikelola dengan lebih modern dan profesional.
Partisipasi aktif dari mahasiswa UNJ dan institusi lainnya membuktikan bahwa ada minat besar terhadap aspek manajerial sepak bola. I.League berharap semangat ini terus terjaga hingga musim-musim yang akan datang.