Borneo FC Samarinda menegaskan sikap mereka untuk tidak menyerah dalam persaingan memperebutkan gelar juara BRI Super League 2025/2026. Tim berjuluk Pesut Etam ini tetap optimis bisa meraih trofi hingga detik terakhir kompetisi.
Meskipun peluang juara sangat bergantung pada hasil pertandingan tim lain, Borneo FC berjanji akan terus berjuang di lapangan. Penentuan gelar musim ini memang sangat dipengaruhi oleh performa Persib Bandung di pertandingan pamungkas.
Saat ini, BRI Super League 2025/2026 hanya menyisakan satu laga sisa bagi setiap tim yang bersaing. Persib Bandung menjadi kandidat kuat juara karena posisinya yang masih kokoh berada di puncak klasemen sementara.
Persib Bandung memiliki peluang yang sangat besar untuk merayakan gelar juara di penghujung musim ini. Tim Maung Bandung tampil sangat konsisten dan berpotensi meraih gelar juara untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
Keberhasilan Thom Haye dan rekan-rekannya mengamankan poin penuh pada pekan ke-33 menjadi kunci utama. Mereka sukses mengalahkan tuan rumah PSM Makassar dengan skor tipis 2-1 di hadapan pendukung lawan.
Di sisi lain, Borneo FC justru mendapatkan hasil yang kurang memuaskan pada pekan yang sama. Mereka hanya mampu bermain imbang tanpa gol saat berhadapan dengan Persijap Jepara dalam laga tandang.
Hasil seri tersebut membuat selisih poin Borneo FC dengan Persib Bandung kini melebar menjadi dua angka. Kondisi ini membuat Borneo FC membutuhkan sebuah keajaiban di pekan terakhir untuk memutus dominasi Persib Bandung.
Pelatih Fabio Lefundes menyoroti adanya keraguan publik terhadap kemampuan timnya di fase akhir liga. Padahal, Borneo FC sempat menunjukkan performa impresif saat mengalahkan Bali United dengan skor 3-2 di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Persib Bandung Berada di Posisi Menguntungkan
Kemenangan krusial di kandang PSM Makassar membuat koleksi poin Persib Bandung kini mencapai angka 78. Raihan poin tersebut membuat Maung Bandung berada di atas angin untuk mengunci trofi juara musim ini.
Persib hanya membutuhkan hasil imbang pada laga terakhir saat menjamu Persijap Jepara, Sabtu (23/5/2026). Jika berhasil meraih satu poin saja, mereka akan mencatatkan sejarah dengan meraih hattrick juara liga.
Sebaliknya, kegagalan menang saat melawan Persijap juga menghentikan catatan gemilang Borneo FC sebelumnya. Pesut Etam terpaksa menyudahi tren kemenangan beruntun mereka yang sempat bertahan selama tujuh pertandingan.
Pemain andalan Borneo FC, Mariano Peralta, kini hanya bisa berharap adanya mukjizat di pertandingan terakhir. Ia menyadari bahwa situasi saat ini cukup sulit bagi timnya karena faktor keunggulan rekor pertemuan.
Jika kedua tim memiliki poin yang sama di akhir musim, Borneo FC tetap kalah secara head-to-head dari Persib. Oleh karena itu, satu-satunya cara bagi Borneo FC adalah memenangkan laga terakhir sambil berharap Persib menelan kekalahan.
Berikut adalah skenario perhitungan poin antara Persib Bandung dan Borneo FC menjelang laga penentuan :
| Klub | Poin Saat Ini | Laga Terakhir | Skenario Juara |
|---|---|---|---|
| Persib Bandung | 78 | vs Persijap (Kandang) | Minimal meraih hasil imbang untuk kunci gelar juara. |
| Borneo FC | 76 | vs Malut United (Kandang) | Wajib menang dan berharap Persib Bandung kalah. |
Tabel di atas menggambarkan betapa tipisnya peluang Borneo FC untuk bisa menyalip Persib di tikungan terakhir. Jika Borneo menang dan Persib kalah, Borneo akan finis dengan 79 poin, unggul satu angka dari sang rival.
Semangat Pantang Menyerah Pesut Etam
Meski peluang untuk menjadi juara tergolong tipis, skuat Borneo FC menolak untuk mengibarkan bendera putih. Mereka masih memiliki waktu 90 menit di Stadion Segiri untuk menundukkan Malut United demi menjaga asa.
Melalui akun media sosial resminya, Borneo FC menyampaikan pesan penyemangat bagi para pendukung setianya. Mereka mengajak seluruh elemen tim untuk menyelesaikan perjuangan musim ini dengan kepala tegak.
"Kini waktunya menuntaskan perjuangan bersama, dan ketika peluit akhir berbunyi, kita rayakan perjalanan panjang musim ini dengan bangga. This is Borneo, MANYALA!!" tulis unggahan Instagram resmi klub.
Kutipan tersebut menjadi bukti bahwa semangat juang tim asal Samarinda ini tetap membara meski dalam tekanan. Mereka ingin memberikan kado kemenangan manis bagi para suporter di kandang sendiri pada partai penutup.
Mariano Peralta juga tidak ketinggalan untuk membakar semangat rekan-rekannya menjelang duel hidup mati melawan Malut United. Ia menegaskan bahwa kemenangan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi bagi timnya.
Baginya, hanya kemenangan yang dapat membuat napas Borneo FC dalam persaingan gelar juara tetap terjaga. Ia meminta seluruh pemain dan pendukung untuk tetap percaya pada kemampuan tim hingga kompetisi benar-benar usai.
Poin-poin penting yang ditekankan oleh Mariano Peralta dalam menghadapi pekan terakhir antara lain :
- Menjaga fokus penuh pada pertandingan melawan Malut United tanpa terganggu hasil tim lain.
- Mempertahankan tren peningkatan performa yang sudah ditunjukkan tim selama beberapa laga terakhir.
- Menolak untuk menyerah selama secara matematis peluang untuk menjadi juara masih terbuka.
- Menganggap setiap menit di pertandingan terakhir sebagai momen krusial untuk sejarah klub.
Peralta menyampaikan pesan optimis bahwa tim ini selalu menunjukkan perkembangan positif di setiap minggunya. Ia menutup pernyataannya dengan mengajak semua pihak untuk terus percaya pada proses hingga laga berakhir.
Jika skenario keajaiban tidak terwujud, Borneo FC setidaknya sudah mengamankan posisi runner-up di klasemen akhir. Pencapaian ini tetap menjadi prestasi yang membanggakan bagi tim kebanggaan masyarakat Samarinda tersebut.